Bahaya atau Tidak, Vagina Selalu Basah? Cari Tahu Penyebabnya Sekarang!

Sahabat pandawa pernah merasa miss V lembap atau basah, padahal tidak sedang dalam masa haid? Apabila iya, mungkin saja kamu sedang memasuki masa subur atau mungkin sedang terangsang. Nah jika hanya dua hal itu sepertinya tidak perlu dikhawatirkan. Hanya saja bila gangguan vagina basah atau terlalu lembap terus menerus dan disertai keluhan aroma tak sedap, gatal, bahkan mengeluarkan cairan berwarna. Kamu tentu saja resah dan khawatir apa yang sedang terjadi pada area miss v.

vagina basah

Pada dasarnya, miss v atau vagina mempunyai cara sendiri menjaga kebersihan atau kesehatan pada area tersebut. Seperti dengan mengeluarkan cairan. Dimana cairan vagina ini sengaja dikeluarkan atau normal dialami semua wanita untuk menjaga kelembapan sekaligus membersihkan miss v dari segala bakteri kelamin ataupun lainnya.

Sebab itu kamu juga harus tahu apakah cairan vagina ini terbilang normal atau tidak, bahayakah atau hal yang wajar. Kamu bisa melihatnya, contoh, dari masa haid. Miss v akan mengeluarkan cairan pada saat kamu memasuki masa subur, menjelang maupun sesudah haid. Atau saat pipis dan saat kamu terangsang.

Hal berbeda bila terjadi diluar dari kondisi tersebut. Bila kamu sedang tidak haid, pipis atau sedang tidak terangsang. Ditambah sampai ditemukannya cairan atau lendir berwarna putih kental, kekuningan hingga kehijauan. Bisa jadi kamu mengalami infeksi kelamin yang membutuhkan perawatan ekstra.

Sebab itu kamu harus mengamati setiap ada perubahan yang terjadi pada area miss v kamu. Selain memang wajar terjadi pada tiap wanita, kondisi ini juga bisa menunjukkan gangguan kesehatan seksual ataupun reproduksi.

Penyebab vagina basah

Bagi kamu yang penasaran atau pernah mengalami hal ini, berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab vagina basah. Di antaranya seperti:

Mengalami alergi

Sebagai organ sensitive di tubuh, untuk merawat vagina pun harus berhati-hati. Sebab jika kamu salah menggunakan sabun atau memakai bahan sembarangan, bisa memicu alergi. Alergi ini bisa aja membuat vagina mengeluarkan cairan lebih banyak dari biasanya. Selain itu juga bisa mengalami gatal, ruam-ruam merah dan mengalami rasa sakit ketika pipis.

Baca juga: Waspada Iritasi pada Vagina Bisa Picu Infeksi Kelamin Berbahaya

Vagina basah tanda Memasuki masa subur

Yup, hal wajar yang ditemui ketika vagina basah pertanda kamu memasuki masa subur atau ovulasi. Keadaan ini terjadi sebab perubahan hormonal pada masa subur memicu meningkatnya produksi cairan atau lendir membasahi vagina. Dan pada masa ini juga menjadi waktu yang tepat untuk pasangan suami istri yang merencanakan kehamilan.

Sedang bergairah/ terangsang

Vagina basah saat terangsang merupakan kondisi yang normal terjadi saat wanita sedang bergairah ataupun terangsang secara seksual. Cairan ini bermanfaat saat melakukan aktivitas seksual untuk memudahkan penetrasi penis ke dalam vagina. Dengan demikian kamu dan pasangan pun tak terasa nyeri ataupun sakit.

Mengalami PCOS

Penyebab vagina basah kemungkinan lainnya yaitu kamu mengalami PCOS atau polycystic Ovary Syndrome. Dimana kondisi ini merupakan salah satu gangguan hormon yang memicu ovarium membesar dengan kista kecil di tepi luar. Kondisi PCOS bisa terjadi oleh karena hormon testosteron pada tubuh mengalami peningkatan sehingga memicu cairan berlebih dan membuat vagina basah dari biasanya. Kamu pun bisa mengetahui sedang mengalami PCOS atau tidaknya dari memeriksa tubuh atau melihat dari tanda-tanda saat seks di tubuh.

Baca juga: Inilah Penyebab Keputihan Tak Normal pada Wanita yang Wajib Kamu Ketahui

Gejala Penyakit Infeksi Menular seks

Kondisi vagina basah juga bisa menjadi gejala dari infeksi menular seksual. Apalagi bila disertai gejala tambahan seperti vagina bau, rasa nyeri diperut bawah, cairan kental bewarna kuning atau kehijauan, nyeri saat buang air kecil ataupun gatal beruam. Beberapa penyakit infeksi menular seks yang bisa memicu kondisi ini seperti penyakit gonore dan klamidia.

Penyakit infeksi menular seksual ini sendiri bisa ditularkan melalui aktivitas seksual. Apalagi bila kamu tidak mengetahui riwayat pasangan seksual kamu, atau tidak memakai pengaman juga bisa berisiko mengalami kondisi ini. Jika kamu merasakan gejala tersebut jangan ragu kunjungi dokter spesialis kulit kelamin terpercaya untuk segera mendapatkan pengobatan yang tepat. Sebab untuk menyembuhkan penyakit ini tidak boleh obat sembarangan.

Vagina Basah sebab Keputihan abnormal

Miss v lembap atau basah juga bisa disebabkan oleh keputihan. Sebenarnya keputihan adalah hal yang normal terjadi pada wanita, baik sebelum haid ataupun sesudah haid. Kondisi ini juga berfungsi untuk membersihkan vagina dan melindunginya dari serangan infeksi ataupun iritasi.

Nah, hanya saja ada kondisi keputihan tidak normal atau abnormal yang mana bisa mengganggu aktivitas dan kesehatan kamu. Apalagi bila disertai rasa gatal, panas atau perih, bau tak sedap, cairan kental bewarna kekuningan atau kehijauan. Hal ini pun perlu didiskusikan pada ahlinya.

Baca juga: Waspada Radang Panggul pada Wanita, Ketahui Gejalanya Sekarang

Penyakit radang panggul

Pelvic inflammatory disease atau penyakit radang panggul juga dapat memicu vagina basah dan berbau tak sedap. Selain itu juga kamu bisa mengalami rasa sakit di area pinggul atau perut bawah. Biasanya pid ini merupakan infeksi yang menyebar melalui kontak seksual. Hal ini disebabkan oleh adanya bakteri yang mengancam vagina dan organ reproduksi.

Infeksi bakteri vaginosis

Kondisi ini bisa dialami wanita baik yang sudah aktif seksual maupun yang belum. Kondisi ini terjadi oleh adanya infeksi pada vagina yang dipicu oleh bakteri gardnerella vaginalis. Dengan adanya kondisi ini bisa membuat vagina mengeluarkan bau tak sedap, nyeri saat berhubungan, rasa gatal, panas hingga bengkak. Bahkan kondisi ini bisa memicu keputihan tidak abnormal. Kamu pun perlu penanganan dari dokter ahli untuk segera mengatasi gangguan vagina ini.

Vagina Basah adanya HPV atau kanker serviks

Penyebab lain dari kondisi vagina basah kamu harus mewaspadai adanya human papillomavirus (HPV) yang bisa menular melalui kontak seks dan dapat menyebabkan kanker serviks. Kondisi ini bisa menghasilkan cairan vagina berlebih juga disertai keluarnya darah atau lendir dengan bau yang mengganggu.

Bila kamu sudah aktif seksual dan gonta-ganti pasangan tentu bisa meningkatkan risiko penyakit ini. Kanker serviks bisa kamu ketahui dengan melakukan screening Pap Smear dan melakukan tes HPV. Kadang ada beberapa ditemui keluhan seperti nyeri saat seksual, keputihan atau pendarahan abnormal. Kondisi ini lantas bisa menyebabkan gangguan kehamilan ataupun kesuburan.

Baca juga: Jangan Sepelekan Nyeri Haid, Bisa Jadi Anda Mengidap Endometriosis

Maka itu apapun perubahan yang kamu temukan sebaiknya segera konsultasikan pada doker ahlinya. Sebab makin cepat penanganan maka semakin baik pula penyembuhan.

Itulah beberapa penyebab vagina basah yang mungkin bisa membuat kamu tak nyaman beraktivitas sehari-hari. Jika kamu mengalami keluhan seputar kewanitaan seperti di atas, jangan tunda pemeriksaan dan segeralah lakukan pengobatan. Tetaplah jaga kebersihan dan lakukan perawatan yang sesuai agar terhindari dari segala kondisi penyakit. Untuk konsultasi seputar kewanitaan kamu bisa hubungi 0821-1141-0672 (GRATIS telepon/SMS/WA) atau reservasi onlineRahasia terjamin.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)