Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Cara Pengobatan Sifilis Terbaik di Jakarta! Atasi Sebelum Terlambat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Raja singa atau sifilis merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Ciri ciri sifilis diawali dengan munculnya luka yang tidak terasa sakit di area kelamin, mulut, atau dubur. Sekitar 60% orang yang berhubungan seksual bebas atau bergonta-ganti pasangan dan kaum LGBT pernah mengalami penyakit ini. Lantas bagaimana dengan cara pengobatan sifilis dan macam gejala sifilis? Simak terus penjelasan di bawah ini.

Penyebab sifilis

Sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini muncul dan mulai menginfeksi seseorang melalui luka di vagina, penis, anus, bibir, atau mulut. Penularan sifilis seringnya muncul saat aktivitas hubungan seksual, baik saat penetrasi penis ke dalam vagina, ataupun saat dilakukan seks oral atau seks anal. Sementara itu, sifilis ternyata juga dapat ditularkan dari ibu ke bayi saat proses persalinan.

Orang-orang yang rentan mengalami sifilis adalah sebagai berikut:

  • Berhubungan seksual multi-partner, apalagi bila dilakukan tanpa pengaman (misalnya kondom)
  • Kaum homoseksual
  • Penderita HIV

Gejala sifilis

Kiranya ada empat tahap atau ciri ciri dan gejala sifilis, diantaranya;

  • Sifilis stadium primer
    Ciri ciri dan gejala awal sifilis di tahap primer ini adanya ulkus durum, yaitu luka dangkal di daerah penis, vagina, atau mulut yang tidak nyeri.  Ulkus atau luka ini akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu.

    Dan, seringnya beberapa penderita kurang menyadari gejala awal ini dan membiarkannya. Tetapi, meski ulkus durum atau luka ini menghilang dengan sendirinya, bakteri Treponema pallidum tetap ada di dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan organ secara bertahap.
  • Sifilis stadium sekunder
    Di tahap sekunder, gejala sifilis yang muncul sangat beragam dan mirip dengan penyakit lainnya. Tak heran, bila dokter sering kesulitan mengenali stadium ini.

    Gejalanya bisa berupa nyeri tenggorokan, disertai demam, pembesaran kelenjar getah bening, dan nyeri otot. Kemungkinan bisa berupa kemerahan di kulit atau benjolan seperti jengger ayam di area kelamin. Penderitanya bisa mengalami penurunan berat badan yang drastis.
  • Sifilis stadium laten
    Apabila ditahap stadium sekunder tak juga ditangani dengan baik, maka akan terjadi sifilis stadium laten. Pada tahap ini, penderitanya tidak menunjukkan gejala sifilis apa pun namun bakterinya terus berkembang biak dan menimbulkan kerusakan organ dalam.
  • Sifilis jenis tersier
    Bila kerusakan organ vital sudah menimbulkan gejala sifilis akan memasuki stadium tersier. Dimana tahap ini, mulai merusak jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan saraf. Selain itu, terjadi destruksi jaringan lunak di berbagai bagian tubuh, yang disebut gumma secara medis.

Sifilis yang menyerang saraf disebut neurosifilis. Gangguannya berupa gangguan daya ingat, kelemahan tangan dan kaki, kesemutan, gangguan konsentrasi, sakit kepala, kejang, atau gangguan penglihatan.

Faktor risiko

Faktor apa yang meningkatkan risiko kamu terjangkit raja singa?

Seseorang yang sudah mengidap HIV lebih mudah mengalami penularan dan menjadi penyebar penyakit ini. Sekali kamu tertular sifilis, bukan berarti kamu akan kebal terhadap infeksi sejenis. Kamu bisa terinfeksi lagi dan lagi. Penularan gejala sifilis bisa terjadi dari ibu hamil ke janinnya (sifilis kongenital/bawaan).

Selain itu, tidak menjalani prinsip berhubungan seks yang aman juga dapat membuat kamu berisiko terkena sifilis seperti:

  • Tidak menggunakan pengaman
  • Bergonta-ganti pasangan seks
  • Melakukan hubungan seks sesama jenis 

Diagnosis

Dokter dapat memberikan atau mengindikasi berdasarkan riwayat medis dan pemeriksaan tubuh pasien dengan memperhatikan organ seks, mulut, dan anus. Jika adanya tanda-tanda penyakit menular seksual ini sekecil apa pun, sebentuk kecil irisan jaringan atau cairan penyakit akan segera diteliti untuk mengetahui jenis bakteri menggunakan mikroskop lapang gelap (dark-field microscope).

Sebuah tes darah (dikenal sebagai VDRL) dilakukan untuk menentukan apakah terdapat antibodi (zat yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dari bakteri Treponema pallidum) dalam darah.

Dokter juga mungkin akan melakukan tes pada pasangan seksual kamu, seperti:

  • Sifilis primer: pasangan sejak tiga bulan lalu
  • Sifilis sekunder: pasangan sejak enam bulan lalu
  • Sifilis laten: dengan pasanganmu sejak tahun (karena mungkin ada chancre/ luka yang tidak terdeteksi). 

Komplikasi

Bila tidak diatasi segera, sifilis bisa merusak tubuh kamu. Sifilis pasalnya juga bisa meningkatkan risiko kamu terinfeksi HIV. Sementara itu, bagi para perempuan, sifilis bisa menyebabkan masalah saat kehamilan. 

Pengobatan sifilis bisa membantu mencegah kerusakan pada tubuh kamu di kemudian hari. Tetapi untuk diketahui, pengobatan sifilis pasalnya tidak dapat memperbaiki atau mengembalikan kerusakan yang telah terjadi. Beberapa komplikasi yang bisa ditimbulkan dari penyakit ini antara lain; benjolan kecil atau tumor, masalah saraf, infeksi HIV, hingga gangguan pada bayi yang baru lahir.

Pencegahan Gejala Sifilis

Sebelum mengetahui cara pengobatan sifilis, kamu juga bisa mencegahnya dari awal. Penularan sifilis dapat segera dicegah dengan menjaga atau melakukan hubungan intim yang aman, yaitu setia pada 1 pasangan seksual atau menggunakan kondom. Atau tak hanya itu, pemeriksaan atau skrining terhadap penyakit kelamin atau sifilis ini juga perlu dilakukan secara rutin pada orang-orang yang memiliki faktor risiko tinggi mengalami penyakit ini.

Cara pengobatan sifilis atau raja singa

Sifilis atau raja singa dapat disembuhkan apabila diketahui dan melalui pengobatan sedini mungkin. Biasanya, raja singa disembuhkan dengan obat-obatan antibiotik. 

Antibiotik diberikan pada penderita sifilis tahap awal atau primer yang gejalanya baru muncul kurang lebih kurang dari satu tahun. Pada tahap ini, raja singa masih mudah untuk disembuhkan. 

Apabila penderita sedang di tengah masa kehamilan atau memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu, dokter mungkin akan menganjurkan pengobatan dengan proses desensitisasi, yaitu terapi untuk mengurangi sensitivitas terhadap alergi. Hal ini memungkinkan penderita untuk tetap mengonsumsi antibiotik secara aman. 

Penderita sifilis yang telah mengalami gejala lebih dari satu tahun, pengobatan biasanya dibutuhkan dengan dosis yang lebih tinggi. 

Apabila pemeriksaan Sahabat Pandawa positif, pasangan kamu juga harus diperiksa dan diobati.

Klinik Pandawa, terpercaya mengatasi penyakit kulit dan kelamin serta infeksi menular seksual salah satunya penyakit sifilis yang berbahaya ini.

Apabila Sahabat Pandawa membutuhkan informasi dan cara pengobatan sifilis lebih lanjut maka bisa melakukan KONSULTASI ONLINE GRATIS dengan dokter kami melalui layanan konsultasi. Sahabat Pandawa juga dapat menghubungi kami melalui nomor 0821-1141-0672/ 021-62313337 Whatsapp / SMS/ telp. Segala rahasia medis terjamin.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)