Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Hubungan Seksual Terganggu? Mungkin Kamu Alami Disfungsi Ereksi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Setiap pasangan suami istri pasti mengharapkan hubungan di ranjang bisa berjalan lancar, nikmat dan saling memuaskan. Tapi nyatanya pada setiap hubungan ada saja sebuah penghalang bahkan pengganggu. Sehingga kepuasan di ranjang menjadi terhambat, kurang memuaskan, hingga bisa membuat stress. Salah satu pengganggu terbesar yang sering ditemui pada pria yaitu disfungsi ereksi atau impoten (impotensi).

Gangguan seksual pada pria ini memang sangat ditakuti dan biasanya dialami oleh pria berusia aktif hingga 40 tahun ke atas. Bahkan diketahui akhir-akhir ini dijumpai bila usia muda sudah bisa mengalami disfungsi ereksi.

Untuk itu sahabat pandawa perlu memperhatikan dan mencari tahu gejala atau tanda-tanda dari disfungsi ereksi. Begitu juga dengan kaum wanita, kamu perlu mempelajari dan mengenal gangguan ini. Kalau begitu, mari kita simak bersama selengkapnya di bawah ini yaa

Mengenal lebih dekat disfungsi ereksi

Perlu kamu ketahui disfungsi ereksi merupakan keadaan saat penis tidak mampu ereksi ‘ON’ atau mempertahankan ereksinya. Sebetulnya, belum ada patokan berapa lama waktu ereksi yang disebut normal. Keadaan ini sangat tergantung pada tingkat kepuasan masing-masing pasangan.

Terjadinya gangguan ereksi ada tiga pertanda kondisi. Pertama, ereksi yang kurang kokoh, sehingga tidak bisa melakukan hubungan intim, ereksi yang kurang lama, dan ereksi yang terjadi lebih sering dari biasanya.

Dilansir dari Health Line, diketahui ada sekitar 50 persen pria usia 40-70 tahun mengalami gejala disfungsi ereksi di sepanjang hidupnya. Komplikasi impotensi akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Tetapi akhir-akhir ini banyak pula ditemukan pria usia muda mengalami disfungsi ereksi atau impotensi.

Gejala Disfungsi Seksual

Berikut berbagai gejala impotensi yang sering ditemui pria, diantaranya seperti:

  • kesulitan ereksi/ susah untuk bangun
  • kesusahan mempertahankan ereksi ketika penetrasi
  • hasrat seksual menurun
  • mengalmi ejakulasi terlalu dini atau tidak mengalami ejakulasi karena tidak bisa ereksi
  • susah mencapai orgasm

perlu diketahui, apabila kamu mempunyai gejala atau tanda di atas kurang lebih selama 2 bulan atau lebih sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter ahli.

Baca juga: Kenali Disfungsi Seksual, Gangguan Saat Bercinta yang Perlu Diwaspadai

Penyebab Disfungsi ereksi

Gangguan ereksi bisa dipicu oleh berbagai aspek. Beberapa aspek yang paling sering memicunya adalah seperti aspek psikologis, gangguan pada penis, hormon reproduksi menurun, serta penyakit lain yang berhubungan dengan disfungsi ereksi.

Aspek psikologis yang bisa memicu gangguan ereksi yakni konflik dengan pasangan, sudah tidak tertarik pasangan, traumatis dalan aktivitas seksual, adanya tekanan stres, depresi, atau bahkan gangguan mental lainnya.

Ada pula beberapa penyakit yang berkaitan dengan gangguan ereksi ini, seperti darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, penyakit prostat, depresi, hingga riwayat operasi di area kelamin.

Penyebab disfungsi ereksi lainnya juga bisa dipicu dari jenis obat-obatan. Selain itu, kebiasaan gaya hidup merokok dan alkoholik, obesitas, dan kurang olahraga pun menjadi faktor pendukung munculnya disfungsi ereksi.

Baca juga: Para Pria Wajib Waspada, Inilah Penyebab Impoten

Bahaya dan Komplikasi 

Pria penderita disfungsi ereksi atau impotensi hidupnya banyak berisiko. Apalagi jika tak lantas diterapi, dalam kurun waktu tiga tahun, ia diklaim mengalami gangguan jantung koroner.

Penyebabnya yaitu aliran darah yang mengalir ke sekitar penis tak pernah lancar. Sehingga, disfungsi ereksi bisa membuat jantung tak bekerja normal. Karenanya sungguh-sungguh penting jika kasus ini ditemukan di permulaan kejadian.

Diagnosis Disfungsi Ereksi

Untuk melakukan diagnose kamu sebaiknya datang pada dokter ahli. Dokter awalnya akan menanyakan beberapa pertanyaan seputar keluhan dan riwayat penyakit hingga hubungan seksual kamu. Selanjutnya, dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan fisik di area penis maupun testis.

Jika muncul dugaan bahwa impotensi disebabkan oleh penyakit tertentu, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab impotensi. Pemeriksaan lanjutan tersebut meliputi:

  • Tes darah, untuk mendeteksi jumlah sel darah, kadar gula darah, kolesterol, kadar hormon testosteron, serta tanda-tanda penyakit jantung.
  • Tes urine, untuk mendeteksi diabetes atau gangguan fungsi ginjal.

Cara pengobatan disfungsi ereksi atau impotensi

Pengobatan yang bisa dilakukan akan disesuaikan dengan pemicu impotensi. Missal saja, apabila gangguan ereksi dipicu oleh karena penyakit diabetes maka akan dilakukan penanganan terhadap penyakit diabetes terlebih dulu.

Secara umum, ada beberapa pilihan penanganan yang bisa dijalani untuk atasi disfungsi ereksi diantaranya:

  • Konseling seksual. Konseling seksual akan dilakukan pada pria yang mengalami disfungsi ereksi karena masalah psikologis.
  • Obat-obatan. Beberapa jenis obat-obatan dapat merangsang terjadinya ereksi atau meningkatkan kadar hormon reproduksi dalam tubuh Anda. Ada obat yang berbentuk obat minum, obat oles, maupun obat suntik. Pilihan jenis obat ini akan diberikan oleh dokter sesuai indikasi dan dalam pemantauan oleh dokter.
  • Alat vakum dan cincin penis. Pada sebagian kasus, dokter akan memberikan alat vakum untuk merangsang darah masuk ke dalam penis, sehingga terjadi ereksi. Sementara itu, pemakaian cincin di bagian pangkal penis dapat membantu penis untuk mempertahankan ereksi.
  • Operasi. Operasi dilakukan pada keadaan tertentu, seperti gangguan prostat, gangguan pembuluh darah pada penis, kelainan bentuk penis, atau untuk pemasangan implan agar penis dapat ereksi.

Kapan harus ke dokter?

Baiknya bila kamu mengalami hal seperti di atas, konsultasikan segera pada dokter ahlinya, agar tidak salah dalam menjalani pengobatan. Klinik Pandawa Jakarta merupakan salah satu klinik ahli penyakit kelamin terpercaya di Jakarta. Fasilitas pelayanan medis yang diberikan antara lain penyakit andrologi, penyakit ginekologi, penyakit bedah, penyakit kulit dan kelamin.

Kamu bisa melakukan konsultasi gratis untuk keluhan yang dihadapi dengan dokter online kami di 0821-1141-0672 (TLP / SMS / WA) atau dengan menggunakan link konsultasi.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)