Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Kenali Disfungsi Seksual, Gangguan Saat Bercinta yang Perlu Diwaspadai

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Baik pria dan wanita sepertinya perlu mengenali salah satu keluhan yang sering dijumpai pada pasangan, yaitu disfungsi seksual. Disfungsi seksual ini mengacu pada masalah yang terjadi dalam fase siklus reaksi atau respons seksual yang mengakibatkan individu atau pasangan tidak mengalami kepuasan atau kenikmatan dari aktivitas seksual.

Gangguan saat bercinta ini pasalnya menurut survei di Eropa, kiranya ada 50 persen pria yang mengetahui tanda dan gejala gangguan ereksi, salah satu bentuk disfungsi seksual yang paling umum. Sementara, disfungsi seksual pada wanita dapat mencapai 40 persen dari total populasi.

Gangguan ini lantas membuat hubungan antar suami dan istri menjadi kurang harmonis. Penyebab kamu mengalami gangguan seksuasl ini pun bervariasi. Gejala pada tiap-tiap individu pun berbeda-beda.

Nah, kali ini klinikpandawa.id akan menjelaskan selengkapnya mengenai gejala, penyebab dan penanganan untuk atasi disfungsi seksual. Berikut selengkapnya…

disfungsi seksual

Mengenal lebih dekat disfungsi seksual

Menurut depatemen Medik Urologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSCM, Dr.dr.Nur Rasyid SpU(K), menyebukan bila disfungsi seksual ialah merupakan gangguan fisik ataupun psikologis yang memicu seseorang atau pasangannya kesulitan mencapai kenikmatan atau kepuasan secara seksual.

Fungsi seksual sendiri meliputi proses kompleks yang terdiri dari faktor biologis, psikologis hingga sosial. Proses ini dikoordinasikan oleh sistem neurologis, vaskular, dan endokrin dalam tubuh manusia.

Di samping faktor biologis, faktor psiko-sosial seperti keyakinan, hubungan interpersonal, status kesehatan serta status psikologis individu atau pasangan punya peran penting agar fungsi seksual bisa berjalan dengan memadai.

Adanya gangguan di salah satu faktor tersebut tentu saja bisa memicu seseorang mengalami disfungsi seksual atau gangguan seksual.

Disfungsi seksual bisa diatasi dengan pengobatan maupun terapi psikologis. Maka dengan begitu, sangatlah penting untuk berdiskusi bersama pasangan pada ahlinya apabila kamu mengalami kondisi ini.

Baca juga: Mr. P Cenderung Bengkok? Waspada Penyakit Peyronie

Gejala Disfungsi seksual

Seperti yang disebutkan bila keluhan ini bisa ditemui dengan gejala yang berbeda-beda, baik pada pria maupun wanita. Adapun berbagai gejala disfungsi seksual yang bisa kamu amati dari wanita, yaitu:

  • Hilang atau turunnya hasrat seksual
    Disfungsi seksual jenis ini merupakan yang paling umum diderita wanita. Gangguan seksual ini ditandai dengan hilangnya keinginan atau hasrat untuk beraktivitas seksual.
  • Gangguan rangsangan seksual
    Penderita disfungsi seksual jenis ini sebenarnya masih mempunyai/ merasakan hasrat beraktivitas seksual. Tapi, penderitanya sulit untuk terangsang, terpancing atau mempertahankan rangsangan selama beraktivitas seksual.
  • Muncul rasa nyeri
    Penderita akan merasakan nyeri saat melakukan hubungan seksual. Kondisi ini bisa dipicu berbagai hal, seperti vaginismus, vagina kering, serta otot vagina yang kaku.
  • Gangguan orgasme
    wanita yang menderita disfungsi seksual jenis ini akan mengalami kesulitan mencapai orgasme meski rangsangan dan stimulasi dilakukan terus menerus.

Baca juga: WASPADA IRITASI PADA VAGINA BISA PICU INFEKSI KELAMIN BERBAHAYA

Tak hanya wanita, berikut gejala disfungsi seksual pada pria, diantaranya yaitu:

  • Hilangnya hasrat seksual
    Pria yang alami gangguan seksual jenis ini bisa merasakan kehilangan atau menurunnya hasrat untuk beraktivitas seksual.
  • Disfungsi ereksi
    Gangguan ereksi atau impotensi akan memunculkan pria sulit untuk menjaga penisnya tetap ereksi saat beraktivitas seksual.
  • Gangguan ejakulasi
    Kondisi ini membuat pria mengalami ejakulasi terlalu cepat atau dikenal ejakulasi dini atau justru terlalu lama saat beraktivitas seksual.

Baca juga: Inilah 11 Penyakit Infeksi Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai

Penyebab Disfungsi seksual

Penyebab dari gangguan saat bercinta ini secara umum dibagi menjadi dua jenis, yakni faktor psikologis dan faktor fisik.

Berikut faktor-faktor fisik yang bisa menyebabkan gangguan seksual, seperti: Gangguan hormon baik wanita maupun pria, diabetes, penyakit jantung, darah tinggi, penyakit saraf, cedera saraf seperti ereksi, maupun efek samping dari penggunaan obat.

Bukan hanya gangguan fisik, gangguan seksual juga bisa dialami oleh akibat dari gangguan psikologi. Faktor psikologi yang bisa memunculkan disfungsi seksual utamanya adalah:

  • Stres.
  • Kecemasan.
  • Kekhawatiran berlebihan akan performa seksualnya.
  • Masalah dalam hubungan atau pernikahan.
  • Depresi.
  • Perasaan bersalah.
  • Trauma, termasuk pelecehan seksual.

Baca juga: Ternyata Ini Dia Penyebab Penyakit Raja Singa yang Bisa Menular!

Faktor risiko

Beberapa ahli menyebutkan apabila gangguan seksual lebih banyak terjadi pada wanita (43%) dan laki-laki sebesar 31%. Kondisi ini bisa dialami oleh setiap orang, meski lebih sering dialami orang berumur di atas 40 tahun.

Gangguan seksual ini pun berisiko lebih tinggi pada orang-orang yang mempunyai beberapa kondisi berikut ini:

  • Lanjut usia
  • Merokok
  • Obesitas
  • Kecanduan alkohol
  • Pernah menjalani radioterapi pada daerah selangkangan.
  • Menyalahgunakan narkoba.

Diagnosis

Pada tahap diagnosis, awalnya dokter tentu menanyakan aktivitas seksual pada penderita secara menyeluruh. Begitu juga dokter akan menanyakan riwayat penyakit penderita serta trauma bila pernah terjadi.

Kemudian, dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Untuk mengetahui pemicu dari gangguan seksual ini, dokter akan menjalani beberapa tes berikut ini:

  • Tes darah, untuk mengecek kadar hormon atau kecurigaan penyebab faktor lain,
  • Tes USG, untuk mengecek aliran darah di sekitar organ
  • Tes nocturnal penile tumescence (NPT), untuk memantau ereksi saat penderita tidur di malam hari dengan menggunakan alat khusus.

Komplikasi

Disfungsi seksual bisa menimbulkan penderitanya alami beberapa komplikasi, apalagi pada kondisi psikologinya. Bagi penderita gangguan seksual bisa mengalami beberapa kondisi diantaranya seperti:

  • Ketidakpuasan dengan aktivitas seksualnya.
  • Permasalahan dengan pasangan hingga perceraian.
  • Semakin stres, cemas, dan merasa rendah diri.

Kapan harus ke dokter?

Bila gangguan seksual hanya sekali kamu alami itu tidak prlu dikhawatirkan tetapi apabila ini terus mengganggu hubungan kamu dan pasangan, sebaiknya diskusikan pada dokter ahlinya.

Ada berbagai pengobatan bagi penderita dan itu tergantung dari penyebabnya. Apabila diketahui penyebab gangguan ini adalah hormon, maka kamu akan dianjurkan terapi hormon. Begitu juga apabila diakibatkan suatu penyakit.

Apabila kamu mencurigai atau merasakan gejala seperti yang disebutkan diatas, kamu bisa konsultasi bersama kami atau konsultasi dokter online kamu Gratis di nomor 0821-1141-0672 (WA/TLP/SMS). Kami siap melayani.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)