Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Jangan Sepelekan Nyeri Haid, Bisa Jadi Anda Mengidap Endometriosis

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Siapa yang tidak menginginkan keturunan dalam keluarganya? Namun, ada sebagian wanita yang sulit untuk memiliki anak. Banyak faktor yang menyebabkan kondisi tersebut, salah satunya Endometriosis.

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang seharusnya melapisi dinding rahim (endometrium) tumbuh dan menumpuk di luar rahim. Jaringan ini dapat tumbuh di indung telur, usus, tuba falopi (saluran telur), vagina, atau di rektum (bagian akhir usus yang terhubung ke anus).

Dalam keadaan normal, jaringan dinding rahim akan menebal ketika seorang wanita akan mengalami masa ovulasi. Hal tersebut sebagai upaya persiapan agar calon janin dapat menempel pada rahim jika terjadi pembuahan.

Namun jika pembuahan tidak terjadi, endometrium yang telah menebal akan luruh dan keluar dari tubuh dalam bentuk darah. Kondisi inilah yang dialami para wanita setiap bulannya yang disebut sebagai menstruasi.

Akan tetapi, pada kondisi Endometriosis, darah mengendap dan tidak bisa keluar karena terletak di luar rahim. Akibatnya, endapan tersebut akan mengiritasi jaringan di sekitarnya.

Lama-kelamaan, endapan yang terjadi akan menyebabkan peradangan, kista, jaringan parut, dan akhirnya menimbulkan berbagai gangguan lain. Hal ini dapat menimbulkan keluhan nyeri, bahkan dapat menyebabkan kemandulan.

endometriosis

Stadium Endometriosis

Berdasarkan kepada lokasi, jumlah, ukuran, dan kedalaman lapisan endometrium, Endometriosis terbagi menjadi empat tingkatan. Berikut ini adalah empat tingkatan Endometriosis dan ciri-cirinya:

  • Endometriosis minimal

Dalam stadium awal, akan muncul jaringan endometrium yang kecil dan dangkal di indung telur. Selain itu, peradangan juga dapat terjadi di sekitar rongga panggul.

  • Endometriosis ringan

Pada stadium ringan, terdapat jaringan endometrium yang kecil dan dangkal di indung telur dan dinding panggul.

  • Endometriosis menengah

Endometriosis menengah menimbulkan beberapa jaringan endometrium yang cukup dalam di indung telur.

  • Endometriosis berat

Di stadium berat, terdapat jaringan endometrium yang dalam di indung telur, dinding panggul, saluran indung telur, dan usus.

Baca juga: Waspada Vagina Keluar Darah Terus Menerus, Cari Tahu Segera Penyebabnya!(Buka di tab peramban baru)

Gejala Endometriosis

Umumnya, gejala penyakit ini berupa rasa nyeri pada perut bagian bawah. Setiap wanita akan merasakan tingkat keparahan nyeri yang berbeda-beda. Rasa nyeri akan semakin terasa ketika masa menstruasi atau berhubungan seksual.

Berikut gejala-gejala yang harus Anda waspadai:

Nyeri hebat saat haid

Wanita yang sedang dalam masa menstruasi biasanya akan mengalami ketidaknyamanan pada bagian perut. Terlebih jika wanita tersebut menderita Endometriosis. Wanita yang terserang penyakit ini, saat haid akan merasakan nyeri yang hebat pada bagian bawah perutnya.

Bahkan, rasa sakitnya bisa menyebar hingga ke punggung dan menyebabkan kram parah di perut hingga membuat kesulitan bergerak. Obat untuk penghilang rasa nyeri saat haid pun tidak akan mempan meredam rasa nyeri yang dirasakan. Biasanya, rasa nyeri hebat tersebut akan muncul sebelum haid hingga beberapa hari setelah haid.

Sakit ketika buang air

Wanita yang mengidap akan merasakan sakit saat buang air kecil maupun buang air besar. Hal ini lantaran penyakit Endometriosis yang menyerang rahim ini bisa memengaruhi sistem sekresi di usus.

Selanjutnya, terjadi pembengkakan di area usus dan kandung kemih. Selain itu, penyakit ini juga dapat menyebabkan sembelit dan diare disertai darah di feses.

Merasakan nyeri saat berhubungan intim

Merasa nyeri ketika berhubungan seksual merupakan salah satu gejala penyakit Endometriosis. Setiap penderita mungkin akan merasa sakit di bagian yang berbeda-beda, tergantung pada letak gangguan ini.

Jika penyakit ini terjadi di belakang vagina dan di bagian terendah rahim yang memengaruhi saraf atau ikatan di rahim, maka penderitanya akan mengalami sakit luar biasa saat penetrasi. Bahkan, ada wanita yang akan merasa sakit meski sudah selesai berhubungan. Rasa sakit yang terjadi pun bisa dirasakan selama beberapa hari.

Pendarahan

Mengalami pendarahan dalam volume yang banyak saat haid adalah gejala Endometriosis berikutnya. Seringkali, darah yang keluar berbentuk gumpalan. Kadang, wanita yang mengalami penyakit ini juga dapat mengeluarkan darah meski sedang tidak dalam masa menstruasi.

Mual dan merasa lelah

Jika Anda mengalami mual dan cepat merasa lelah, bisa jadi Anda mengidap penyakit Endometriosis.

Subfertilitas atau susah hamil

Gangguan ini tentu bisa memengaruhi kesuburan seorang wanita. Dalam kasus tertentu, ditemukan seorang wanita yang sulit untuk hamil dan baru tahu bahwa dirinya menderita Endometriosis setelah memeriksakan diri ke dokter.

Baca juga: Incar Wanita Produktif, Kenali Ciri & Penyebab Erosi Serviks

Penyebab Endometriosis

Meski penyebab dari penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun beberapa ahli mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab penyakit ini, di antaranya:

Menstruasi Retrogade

Menstruasi Retrogade atau menstruasi dua arah adalah kondisi ketika sel endometrium dan jaringan yang seharusnya terbuang ke vagina juga ikut mengalir ke arah leher rahim dan tuba falopi. 

Sel endometrium ini kemudian menempel pada dinding pelvis dan permukaan organ pelvis, di mana mereka tumbuh dan terus menebal dan berdarah sepanjang siklus menstruasi. Menstruasi retrograde ini merupakan penyebab Endometriosis yang paling sering terjadi.

Perubahan sel embrio

Sel-sel embrio melapisi rongga di dalam perut dan panggul. Namun, hormon estrogen dapat mengubah sel embrionik, yaitu sel pada tahap awal perkembangan menjadi implan sel endometrium selama masa pubertas. Perubahan sel inilah yang memicu terjadinya endometriosis.

Pengedaran sel endometrium

Pembuluh darah bisa mengangkut sel endometrium ke bagian lain tubuh. Hal ini bisa jadi penyebab Endometriosis.

Gangguan sistem kekebalan tubuh

Jika ada masalah dengan sistem kekebalan tubuh, mungkin membuat tubuh tidak dapat mengenali dan menghancurkan jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim. Sistem kekebalan tubuh yang tidak baik memungkinkan sel-sel abnormal terus tumbuh di luar rahim.

Bekas operasi

Seorang wanita yang pernah menjalani operasi cesar atau operasi pengangkatan rahim, sel-sel endometrium bisa menempel ke luka bekas sayatan ketika operasi.

Genetik

Endometriosis bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan. Seorang wanita yang anggota keluargannya memiliki Endometriosis, lebih rentan untuk mengembangkan Endometriosis pula.

Faktor lingkungan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan racun dan radiasi berkontribusi terhadap perkembangan penyakit ini. Zat kimia beracun seperti phtalates dapat memengaruhi respon sistem kekebalan tubuh dan hormon reproduksi.

Pengobatan Endometriosis

Jika Anda merasakan gejala-gejala di atas, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Dokter akan mendiagnosa penyakit Anda dengan melihat gejala yang Anda alami. Selanjutnya, dokter mungkin juga akan meminta Anda untuk melakukan beberapa tes.

Beberapa tes yang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosa adalah:

Pemeriksaan pelvis

Dokter akan menggunakan tangan atau kekuatan fisik untuk memeriksa adanya kelainan pada pelvis, seperti kista pada organ reproduksi atau luka di belakang rahim.

Ultrasound

Diperlukan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menciptakan gambar dari bagian dalam tubuh. Dengan ultrasound imaging, dokter dapat mengenali kista yang terkait dengan penyakit ini.

Laparoskopi

Jika dua metode di atas tidak berhasil memastikan kondisi Anda, maka dokter akan merekomendasikan Anda untuk datang ke ahli bedah guna dilakukan operasi Laparoskopi untuk melihat bagian dalam perut. Hal ini dilakukan agar dokter dapat mengetahui lokasi, tingkat, dan ukuran implan endometrium untuk membantu memilih alternatif penanganan terbaik.

Jika diagnosa sudah didapat dan Anda positif mengidap Endometriosis, dokter akan memberikan pengobatan kepada Anda, antara lain:

Obat pereda nyeri

Dokter akan memberikan obat pereda rasa nyeri untuk meringankan sakit yang Anda rasakan ketika haid datang. Obat pereda rasa nyeri memang bisa Anda dapatkan tanpa resep dokter, namun sebaiknya Anda melakukan pengobatan tersebut di bawah pengawasan dokter karena obat-obatan pereda nyeri terdiri dari beberapa tingkatan, yakni dari obat untuk nyeri skala ringan hingga nyeri skala berat.

Terapi hormon

Meski terapi hormon bukanlah pengobatan permanen untuk penyakit Endometriosis, namun metode ini efektif untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit akibat gejala penyakit ini. Beberapa terapi hormon yang dapat dilakukan:

  • Kontrasepsi hormon
  • Terapi progestin
  • Danazol
  • Operasi

Jika berbagai pengobatan yang sudah dilakukan tidak mempan untuk mengatasi penyakit ini, operasi adalah tindakan medis paling akhir. Meski tidak dapat sepenuhnya menyembuhkan penyakit ini, setidaknya tindakan operasi dapat mengendalikan gejala Endometriosis yang dirasakan.

Jangan ragu untuk berkonsultasi bila Anda mengalami gangguan ini hubungi dokter kami di 0821-1141-0672 (WA/SMS/TLP) atau klik layanan konsultasi. Lebih cepat dideteksi, maka akan lebih mudah pula diobati.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)