Fistula Ani, Penyakit Anal yang Sering Buat BAB Terasa Nyeri

Sebagian orang mungkin jarang yang mendengar penyakit ini yaitu Fistula Ani. Dimana penyakit ini merupakan kondisi infeksi di antara ujung anus dan saluran usus besar. Sehingga seseorang yang mengalami gangguan ini pun sering merasa kesakitan ketika buang air besar (BAB). Bagi kamu yang awam, dan bertanya apakah penyakit fistula ani menular serta biaya operasi fistula ani, simak selengkapnya di bawah ini.

Hal tersebut terjadi dikarenakan bakteri yang menumpuk dan bisa membuat kantong jaringan serta cairan nanah di sekitar anus, sehingga terjadi infeksi membengkak.

Apabila dibiarkan, kondisi ini akan menyebabkan abses. Dan akhirnya, abses tersebut mencari jalan untuk bisa mengeluarkan nanah lewat “terowongan” berupa fistula ani.

WebMD menyebutkan, sebagian besar penyakit fistula ani jarang terjadi. Namun bisa juga berasal dari kondisi seperti penyakit tuberkulosis, penyakit infeksi menular seksual, penyakit Crohn atau kolitis ulserativa.

Bagi sahabat pandawa yang belum mengenal penyakit ini tetapi merasakan nyeri saat BAB, wajib simak artikel fistula ani di bawah ini yaa.

fistula ani

Pengertian penyakit Fistula ani

Pasalnya penyakit fistula ani sendiri merupakan sebuah lubang terowongan kecil yang terbentuk antara otot anus dan kulit seperti yang sudah disebutkan di atas.

Lubang tersebut terbentuk akibat infeksi yang terjadi di area sekitar anus yang menimbulkan kumpulan nanah. Bila nanah sudah hilang akan membentuk saluran kecil.

Fistula ani biasanya memiliki bentuk yang sederhana dan bisa juga kompleks atau bercabang. Ketika buang air besar, gangguan ini lantas mengeluarkan darah, nanah, atau bahkan kotoran.

Gangguan fistula ani bisa menimbulkan nyeri dan bengkak di sekitar anus atau anal serta keluarnya nanah ketika buang air besar. Kondisi ini lebih umum dialami pria dan biasanya muncul pertama kali di usia sekitar 40 tahun.

Gejala fistula ani

Berikut beberapa gejala yang bisa ditimbulkan dari penyakit fistula ani, meliputi:

  • Kesulitan dalam mengontrol buang air besar.
  • Terdapat bau busuk dari sekitar anus.
  • Jika buang air besar terdapat nanah atau darah.
  • Sering terasa sakit yang terus menerus dan terasa nyeri “nyut-nyut” pada saat duduk, bergerak, buang air besar, atau batuk.
  • Terdapat iritasi kulit di sekitar anus.
  • Timbulnya kemerahan dan bengkak di area anus, terdapat nanah, atau demam.
  • Demam, meriang, dan merasa kelelahan.
  • Terasa gatal pada lubang anus dan fistula.
  • Terbentuknya lubang di kulit dan munculnya cairan atau feses dari lubang tersebut.
  • Konstipasi atau sembelit atau juga nyeri berhubungan dengan pergerakan usus.

Tak semua orang mengalami gejala yang sama, ataupun bahkan semua gejala tersebut. Apabila sahabat pandawa merasakan gejala seperti yang disebutkan di atas akhir-akhir ini, jangan ragu hubungi dokter untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.

Penyebab Fistula Ani dan Faktor Risiko

Sebagian besar fistula ani diawali dengan abses anus yang tak diobati atau tidak sembuh dengan tuntas. Waktu demi waktu, penumpukan nanah pada abses anus pun akan menekan area di sekitarnya yang kemudian akan mencari jalan keluar. Dengan begitu, muncullah sebuah saluran dari abses ke anus atau dubur yang mana disebut fistula ani ini.

Adapun beberapa kondisi yang bisa memicu risiko seseorang untuk mengalami fistula ani, diantaranya yaitu:

  • Penyakit Crohn
  • Divertikulitis
  • Fisura ani
  • Penyakit infeksi menular seksual, seperti lymphogranuloma venereum (LGV)
  • Karsinoma atau keganasan pada kolon
  • Infeksi jamur, seperti aktinomikosis
  • Infeksi bakteri, seperti tuberkulosis
  • Diabetes melitus
  • Cedera pada anus
  • Terapi radiasi
  • Komplikasi operasi pada area sekitar anus

Apakah Penyakit Fistula Ani Menular?

Pasti diantara sahabat pandawa banyak yang bertanya apakah penyakit fistula ini dapat menular atau tidak. Jawabannya yaitu, tidak menular. Penyakit ini tidak akan menular dari individu ke individu lain. Akan tetapi bila dibiarkan tetap akan menimbulkan peradangan yang serius.

Komplikasi Fistula Ani

Adapun berbagai komplikasi yang kemungkinan timbul oleh sebab penyakit ini ataupun operasinya yaitu:

  • Inkontinensia tinja
  • Kekambuhan fistula ani
  • Stenosis anus (penyempitan anus)

Pencegahan Fistula Ani

Sebagai pencegahan, cobalah untuk konsumsi serat dalam jumlah yang cukup serta air mineral 1.5 hingga 2 liter per hari, demi mencegah sembelit ataupun menjaga feses tidak keras. Hal ini juga baik agar mencegah terjadinya luka di anus. Dengan begitu secara tidak langsung akan mencegah terbentuknya penyakit ini.

Diagnosis Fistula Ani

Untuk mendeteksi penyakit ini, dokter akan menanyakan gejala atau keluhan yang dialami serta riwayat kesehatan kamu. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada anus dan area di sekitarnya.

Dokter akan mengecek tanda-tanda iritasi di anus dan area sekitarnya, melihat apakah ada lubang kecil di dekat lubang anus yang mengeluarkan nanah ketika ditekan, juga melakukan pengecekan dengan mencucukkan dubur guna memastikan adanya fistula ani.

Beberapa infeksi fistula bisa terlihat hanya degan pemeriksaan fisik, tetapi ada juga sebagian kurang terlihat tanda-tandanya di anus sehingga memerlukan pengecekan lanjutan. Seperti proktoskopi, fistula probe, anoskopi ataupun kolonoskopi.

Pengobatan Fistula Ani

Pengobatan penyakit ini diupayakan mengeluarkan cairan nanah dan menghilangkan fistula dengan tetap melindungi otot sfingter anus atau otot yang berfungsi untuk mengatur buka tutup anus.

Adapun 5 metode alternative pengobatan yang bisa dilakukan dengan operasi, diantaranya seperti:

1. Fistulotomi

Pengobatan gangguan ini dengan operasi ini dipilih bila letak infeksi tidak parah atau hanya sedikit berhubungan dengan otot sfingter. Metode Fistulotomi ini dijalani dengan membuka kulit dan otot saluran, membersihkan area tersebut, dan membiarkannya terbuka sehingga terjadi penyembuhan alami dari dalam.

2. Penyumbatan fistula

Prosedur ini dilakukan setelah nanah dikeluarkan. Pada metode ini, saluran fistula akan ditutup dengan bahan khusus yang bisa terserap oleh tubuh, hingga akhirnya fistula tertutup.

3. Pemasangan seton

Pada metode pengobatan ini, bahan yang dipakai yaitu seperti benang (seton) akan dipasang ke dalam bukaan fistula membentuk sebuah simpul sehingga saluran fistula melebar dan nanah dari abses pun bisa keluar.

Kekuatan ikatan benang ini akan diatur dokter guna menutup saluran fistula pada masa pemulihan. Setelah saluran sudah tertutup, benang pun dilepas. Biasanata, benang seton ini dipasang selama 6 minggu.

4. Pemasangan jaringan (advancement flap procedure)

Metode ini bisa dipilih bila gangguan ini melalui otot sfingter. Pada metode ini, saluran fistula tersebut dibedah, dibersihkan, lalu ditambal dengan jaringan yang diambil dari rektum karena sifatnya yang mirip otot sfingter.

Rektum sendiri merupakan bagian akhir usus besar yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses sebelum dikeluarkan melalui anus.

Baca: Sering Ganti Pasangan? Ini Gejala Gonore yang Mengancam

5. Pengikatan saluran fistula atau prosedur LIFT

Metode LIFT atau ligation of the intersphincteric fistula tract ini juga bisa dipilih bila fistula melalui otot sfingter. Metode ini dilakukan dengan membuat sayatan di atas lubang, serta mengangkat bagian tengahnya yang meradang lalu mengikat dan menjahit ujung-ujungnya sehingga saluran ini pun tertutup.

Setelah operasi, dokter umumnya akan meresepkan obat pereda nyeri dan antibiotik untuk mengatasi rasa nyeri dan mencegah infeksi pascaoperasi. Selain itu, pasien juga mungkin perlu melakukan kunjungan berkala ke dokter untuk memastikan fistula ani benar-benar sembuh

Baca: Ini Dia Cara Kencangkan Otot Miss V Agar Kembali Menggigit!

Kapan harus ke dokter?

Tidak ada salahnya untuk menghubungi dokter jika kamu merasakan gejala-gejala seperti diatas. Semakin cepat ditangani maka penyembuhan juga semakin cepat dan terhindar dari komplikasi lain.

Biaya operasi fistula ani di klinik pandawa cukup terjangkau untuk berbagai kalangan. Ditangani oleh Dokter ahli professional di Klinik Pandawa, pula alat-alat kesehatan yang modern, serta fasilitas yang memadai menghasilkan Klinik Pandawa pilihan tepat untuk kamu yang ingin berobat.

Segera lakukan konsultasi dengan dokter kami untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat melalui nomor 0821-1141-0672 (WA/SMS/TLP) atau klik layanan konsultasi. Rahasia medis terjamin.

Referensi:
WebMD. Anal Fissure and Fistula.
Mayo Clinic. Diseases & Conditions. Anal Fistula.
Nhs.uk. Anal fistula

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)