Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Jangan Anggap Sepele Luka di Bibir, Bisa Jadi Pertanda Penyakit Herpes Lho

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Tahukah kamu bila penyakit herpes bisa menyerang bibir? Yup, penyakit herpes di bibir biasanya ditandai dengan luka di bibir, area dalam mulut seperti lidah, gusi atau langit-langit. Banyak mengira luka ini adalah sariawan, tapi sayangnya ini bisa menjadi pertanda kamu mengalami penyakit herpes.

Herpes pada bibir, juga dikenal sebagai herpes oral. Kalau begitu yuk kita cari tahu bersama tentang penyakit herpes di bibir dan penanganannya di bawah ini ya!

Sama seperti halnya dengan herpes genital, penyakit yang disebabkan oleh virus herpes kelamin atau HSV. Meski sering menyerang organ kelamin atau mulut, penyakit herpes juga dapat muncul dibagian tubuh manapun.

Penyakit ini bisa saja ada di bagian tertentu tubuh, tetapi paling sering pada alat kelamin maupun area mulut. Virus herpes yang menginfeksi mulut dan bibir diketahui HSV tipe 1.

Sebenarnya, HSV-1 juga dapat menyebabkan herpes genital, tapi sebagian besar masalah herpes genital disebabkan oleh HSV-2. Begitu juga HSV-2 lebih sering menimbulkan luka di sekitar mulut atau herpes di bibir.

herpes di bibir

Penyebab Herpes di Bibir

Seperti yang sudah disebutkan di atas, pemicu dari penyakit ini yaitu Herpes Simpleks Virus atau HSV yang termasuk golongan penyakit menular.

Sayangnya penyakit ini mudah ditemui pada anak-anak. Di mana anak-anak tersebut tertular HSV-1 melalui orang dewasa yang terinfeksi. Virus tersebut menetap pada tubuh anak selama sisa hidupnya.

Tak cuma menular, penyakit ini terbilang kronis dan kambuhan. Penularannya pun terbilang cepat dan dapat menular melalui cium ataupun dengan berbagi peralatan makanan pada orang lain, serta berbagi kosmetik seperti lipstik.

Virus herpes simpleks ini pun dikatakan bisa ditularkan oleh seseorang yang terinfeksi HSV-1, tanpa mengalami gejala atau ciri-ciri herpes. HSV-1 juga dapat menyebabkan herpes genital apabila melakukan seks oral yang mana kemudian menyebar dari mulut ke alat kelamin.

Penyebab herpes di bibir dipicu akibat virus herpes kelamin tipe 1 atau HVS-1, berbeda dengan virus herpes tipe 2 (HVS-2). Kedua jenis virus ini bersama-sama menyebabkan munculnya kemerahan atau cedera lentingan dan menyebabkan rasa sakit atau nyeri.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan penularannya, ialah:

  • Berciuman dengan penderita herpes di bibir atau oral
  • Berbagi peralatan kosmetik yang sama
  • Berbagi peralatan makanan secara bersamaan
  • Seks oral dengan penderita herpes
  • Meminjam sikat gigi dengan orang yang beriwayat herpes

Khusus pada penyakit herpes, kondisi ini sayangnya tidak bisa hilang dan bersih dari badan. Bahkan, kemungkinan terjadinya infeksi ini akan kembali kambuh, terutama ketika sahabat pandawa sedang lemah atau imun tubuh sedang menurun. Dengan cara yang sama tentang herpes genital.

Gejala Herpes di Bibir

Biasanya tanda-tanda herpes oral dengan luka di bibir muncul dalam jangka waktu 1-3 minggu sesudah terinfeksi (masa inkubasi virus). Timbulnya herpes banyak gejalanya, namun seringnya sebagian orang akan mengalami sariawan pertama kali virus ini menyerang.

Ciri-ciri herpes di bibir meliputi:

  • Muncul rasa gatal di area luka atau terinfeksi
  • Adanya luka lepuh atau lenting-lenting kecil seperti sariawan. Luka sariawan ini bisa pecah dan mengering dalam jangka waktu 6 hari hingga muncul nanah.
  • Muncul luka seperti sariawan di area gusi, lidah, langit-langit mulut, bahkan bagian dalam tenggorokan.
  • Beberapa orang, kadang mengalami gejala penyakit herpes, seperti nyeri otot, demam, sakit kepala, kelelahan, bengkak kelenjar getah bening dan kesulitan menelan

Harap dicatat ketika herpes di bibir bisa disembuhkan, tetapi virus herpes tidak akan hilang sepenuhnya. Setelah gejala infeksi hilang, virus tetap di bersemayam di tulang belakang kamu. Di mana dalam kondisi ‘tidur’ ataupun nonaktif bisa kembali aktif ataupun kumat sewaktu-waktu apalagi saat kamu berada dalam keadaan stres atau menderita cedera fisik.

Baca juga: Awas Penyakit Herpes Kelamin Tangani Segera Sebelum Terlambat

Tahapan Penyakit Herpes

Setelah virus HSV-1 atau HSV-2 berhasil menyerang area bibir, ada setidaknya tiga tahapan penyakit herpes, diantaranya;

  • Infeksi primer

Virus akan masuk ke dalam air liur, selaput lendir maupun pada kulit. Setelah itu, virus berproduksi. Kondisi ini menyebabkan gejala seperti luka pada bibir dan gusi disertai dengan demam. Walau begitu, ada kalanya tahapan infeksi jenis primer ini tidak menimbulkan tanda atau ciri sama sekali. Di mana di dunia kesehatan dikenal merupsebagai asimptomatik.

  • Latensi

Pada fase latensi beberapa kasus herpes di bibir berpindah ke jaringan simpul saraf yang ada di tulang belakang. Virus tersebut berkembang biak menjadi virus yang baru. Selain itu, virus ini akan menonaktifkan dirinya sendiri dalam jaringan nodal.

  • Reaktivasi

Virus yang tidak aktif bisa re-aktif atau kambuh dan menyebabkan gejala kembali herpes oral. reaktivasi virus herpes mulut terjadi jika kamu sedang stres atau di bawah tekanan.

Baca juga: Dikira Gigitan Serangga, Kenali Penyakit Herpes Kelamin dan Pengobatannya

Cara Mengatasi Herpes di Bibir

Jika salah satu diantara sahabat pandawa mengalami penyakit herpes, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kulit sesegera mungkin dan seks untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selanjutnya, dokter akan melaksanakan pemeriksaan fisik dan cek laboratorium untuk memastikan apa saja riwayat sakit kamu selain herpes di bibir ini.

Ketika hasil tes terbukti herpes oral, maka dokter akan memberikan resep untuk kamu meskipun tidak sepenuhnya.

Disisi pemberian resep dokter, ada beberapa langkah yang bisa dicoba guna meringankan gejala yang timbul, antara lain:

  • Tetap jaga kondisi kebersihan mulut agar selalu bersih dan bebas kuman maupun bakteri.
  • Kompreslah bagian luka dengan air dingin atau hangat agar meredakan rasa sakit yang muncul.
  • Hindari mengonsumsi makanan pedas, asam maupun asin untuk sementara waktu

Pengobatan ampuh mengatasi herpes memang belum ditemukan, tetapi penting untuk mencegah penularannya agar tak semakin meluas seperti yang sudah dijelaskan di atas.

kamu disarankan untuk tidak berbagi penggunaan alat makan, gelas, maupun makeup atau lip balm karena bisa menjadi sarana penularan virus herpes.

Dan, kamu dianjurkan untuk berhati-hati dalam aktivitas seks oral atau mulut, karena akan membuat penularan virus herpes di bibir. Semua usia kemungkinan terkena herpes di mulut ini pun bisa, bahkan pada anak kecil sekalipun bisa tertularnya. Jangan menunggu infeksi lebih parah, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk pengobatan yang tepat.

Bagaimana Pengobatannya?

Sementara masih belum ditemukan untuk sepenuhnya menghilangkan penyakit herpes, namun demikian ketika kamu merasa tanda-tanda gejala dari herpes oral harus melakukan diagnosis dan segera jalani pengobatan.

Biasanya dokter akan memberikan obat antivius untuk mengurangi keparahan dan meminimalkan kemungkinan untuk menularkan virus HSV ke orang lain serta mempercepat proses penyembuhan luka saat gejala pertama muncul.

Penanganan tepat bisa meminimalkan dampak sehingga pengobatan yang optimal pun lebih cepat dilakukan. Tunggu apalagi segera buat janji sekarang melalui nomor 0821-1141-0672 (WA/SMS/TLP) atau bisa konsultasi online dengan dokter ahli kami melalui layanan konsultasi. Rahasia medis terjamin.

Referensi:
WebMd. Oral Herpes.
eMedicine Health. Oral Herpes.
Johns Hopkins Hospital. Oral Herpes: What You Need to Know.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)