Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Awas Penyakit Herpes Kelamin, Tangani Segera Sebelum Terlambat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Tahukah kamu bila penyakit herpes kelamin bersifat kambuhan dan menular? Yup, penyakit kelamin ini pasalnya disebabkan oleh virus bernama herpes simpleks dan tergolong dalam penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) atau Sexually Transmitted Diseases (STD).  

Dari data Kesehatan Dunia (WHO), diketahui terdapat sekitar 417 juta orang mengidap herpes di  kelamin atau genital, di mana sekitar 267,3 juta di antaranya wanita, sedangkan 150,1 juta lainnya adalah pria.

Paling sering dan biasa dikenal orang itu adalah herpes zoster atau cacar api. Sementara untuk herpes kelamin kurang dikenal alias diabaikan. Padahal dua-dua nya berisiko menularkan walaupun berbeda area, gejala dan infeksi. Yuk kita cari tahu bersama soal penyakit herpes kelamin yang menular ini sebagai berikut.

Penyakit Herpes Kelamin dan Penyebabnya

Pada penyakit herpes kelamin sendiri dipicu oleh infeksi virus herpes simpleks (HSV) jenis 2. Dimana HSV-2 ini mengincar area kelamin sehingga disebut herpes genital atau kelamin. Sementara ada virus HSV jenis 1 atau HSV-1 yang menyerang area bibir.

Herpes kelamin dapat menular dan menginfeksi dengan aktivitas seksual. Mempunyai kontak dengan penderita infeksi virus HSV ini dan sistem imun yang sedang lemah menjadi faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terinfeksi virus HSV-2.

Herpes di kelamin memang jarang memicu kematian walau begitu penyakit ini bersifat kronis, dan dapat bertahan selama bertahun-tahun atau seumur hidup.

Walaupun pengobatan dapat membantu, tetapi bila sudah terkena maka virus HSV akan tetap ada dalam tubuh dan bersembunyi, sehingga penyakit ini pun tidak dapat diobati secara permanen.

Nah, untuk kamu ketahui, saat pasangan atau penderita mengalami gejala herpes kelamin, diharapkan segera menghubungi ahli medis dan sangat disarankan menghentikan aktivitas seksual untuk mencegah penularan penyakit ini yaa.

Selain itu, herpes kelamin dari ibu hamil juga bisa ditularkan pada bayi yang dikandungnya. Penyakit ini pun bisa diidap bayi saat bayi dicium oleh orang yang mempunyai luka lepuhan akibat herpes di mulutnya.

Tanda dan Ciri Herpes Kelamin

Untuk perempuan, herpes genital atau kelamin ini berupa lepuhan dapat muncul di sekitar vagina, uretra, serviks, dan sekitar anus. Sedangkan pada pria, lepuhan menyerang area penis, skrotum/ buah zakar, dan uretra.

Beberapa tanda dan ciri herpes genital, antara lain: luka terbuka, memerah, disertai rasa gatal, nyeri di area kelamin atau anal, lentingan atau seperti luka melepuh, demam, buang air kecil terasa nyeri, hingga keluar cairan dari kelamin.

Herpes genital ditularkan melalui hubungan intim (baik vaginal, anal, ataupun oral) dengan orang yang terinfeksi. Meskipun pengidap herpes kelamin tak menunjukkan tanda-tanda, mereka tetap dapat menularkan penyakit ini ke orang lain.

Jenis Herpes Kelamin

Bila dilihat dari kemunculan gejala, herpes genital mempunyai empat jenis, diantaranya:

  1. Primer, dimana kondisi ini terjadi setelah kontak pertama kali dengan pengidap virus HSV. Awalnya di tandai dengan kemunculan berbagai gejala atau nyeri pada kulit.
  2. Rekurens (kambuhan), dimana kondisi ini timbul setelah gejala primer menghilang. Meski masih gejala ringan, tetapi bisa datang kembali. Kekambuhannya ini didukung juga karena menurunnya data imun tubuh, stress hingga trauma.
  3. Asimtomatik, ketika seseorang telah terinfeksi dengan HSV dan tidak menunjukkan tanda-tanda gejala utama. Sehingga  infeksi butuh didiagnosis dan diperiksa melalui tes darah.
  4. Atipik atau tidak khas. Merupakan keadaannya tidak menunjukkan ciri atau tanda yang dikenali. Jenis ini biasa terjadi 60 persen kasus herpes kelamin sehingga menyulikan untuk diidentifikasikan.

    Sehingga biasanya perlu diuji ke laboratorium untuk mengikuti pemeriksaan antibody lgM dan lgG. Herpes genital tidak dapat menimbulkan kematian. Namun, penyakit ini ialah penyakit parah atau kronis yang bisa kumat dengan cara periodis serta tidak bisa dipulihkan.

Faktor Risiko dan Penularan

Beberapa faktor risiko herpes genital, antara lain:

  • wanita lebih rentan terinfeksi herpes dibanding pria.
  • Memiliki pasangan seksual lebih dari satu.
  • Melakukan hubungan seks yang tanpa pengaman atau tidak aman.
  • Sistem kekebalan tubuh lemah.

Penyakit kelamin ini sebagian besar ditularkan melalui kontak dengan lesi/ luka, baik itu melalui ciuman (oral-oral), hubungan seks oral-genital, oral-anal, genital-genital, maupun genital-anal.

Setelah terjadi kontak, masa inkubasi virus berkisar diantara 2 hingga 7 hari ke depan, tetapi tanda baru akan timbul seiring penurunan daya tahan tubuh.

Herpes genital juga bisa ditularkan melalui kontak antar kulit dengan daerah yang terinfeksi, sekalipun tidak ada luka yang dapat diamati secara langsung.

Komplikasi

Beberapa komplikasi herpes genital yang dapat terjadi, antara lain:

  • Infeksi menular seksual lainnya.
  • Inflamasi atau peradangan.
  • Infeksi pada bayi dalam proses persalinan.
  • Gangguan pada kandung kemih.

Diagnosis

Penegakan diagnosis dilakukan dengan melihat tanda maupun ciri serta dengan pemeriksaan fisik. Beberapa tes juga bisa dilakukan guna mengetahui penyakit ini, salah satunya adalah PCR (polymerase chain reaction). PCR ialah deteksi DNA yang sanggup melihat kehadiran virus HSV lewat sampel darah ataupun cairan tubuh.

Baca juga: Dikira Gigitan Serangga, Kenali Penyakit Herpes Kelamin dan Pengobatannya

Kapan harus ke dokter?

Meski belum ditemukan obat ampuh menghilangkan herpes genital secara tuntas, dan bila sahabat pandawa merasakan hal-hal atau tanda-tanda gejala menuju herpes genital sebaiknya segera melakukan pemeriksaan dan pengobatan.

Biasanya dokter akan memberikan obat antivirus untuk mengurangi keparahan dan meminimalkan kemungkinan untuk menularkan virus HSV ke orang lain serta mempercepat proses penyembuhan luka saat gejala pertama muncul.

Pada wanita hamil, dokter akan memberikan obat antivirus mendekati akhir kehamilan untuk mencegah penularan virus kepada bayi. Dan biasanya beberapa kasus, dokter menyarankan operasi caesar untuk kelahiran bayi.

Penanganan yang tepat bisa meminimalkan dampak sehingga pengobatan pun lebih cepat dilakukan. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji melalui nomor 0821-1141-0672 (WA/SMS/TLP) atau bisa konsultasi online dengan dokter ahli kami melalui layanan konsultasi. Rahasia medis terjamin.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)