Tak Cuma di Bibir, Penyakit Herpes Bisa Serang Leher

Sahabat pandawa tahu nggak sih bila penyakit herpes bisa serang bagian tubuh mana saja? Penyakit herpes ini memang menyerang kulit dan tentunya kulit manapun di bagian tubuh kita. Sebab itu herpes ini merupakan penyakit kulit yang bisa menular dan agak bandel dihilangkan. Yup, baik herpes mulut ataupun herpes leher penyebabnya sama saja yaitu herpes kulit.

Penyakit herpes ini ditularkan lewat kontak langsung dengan kulit orang yang terinfeksi. Apalagi kalau terinfeksi herpes leher tentu mengganggu aktivitas penderitanya dan menimbulkan rasa yang tidak nyaman.

Gejala yang timbul pada herpes leher umumnya ditandai oleh bintil merah pada kulit yang bergerombol. Ruam merah ini perlahan menjadi gelembung air yang disertai gatal-gatal dan terkadang terasa panas dan nyeri. Biar lebih jelas, simak selengkapnya mengenai herpes leher atau herpes kulit di bawah ini…

herpes leher

Penyakit Herpes secara umum

Herpes adalah penyakit kulit yang dipicu oleh infeksi Herpes Simplex Virus (HSV). Tetapi, umumnya herpes dibagi menjadi dua jenis, yakni, herpes simpleks dan herpes zoster (kulit). Virus herpes simplex (HSV) dan virus zoster varicella merupakan dua jenis virus herpes yang sering menyerang manusia.

Walau nberbeda penamaannya, tapi keduanya sama-sama disebabkan oleh virus HSV, cuma yang membedakan adalah tipe dan gejalanya.

Herpes simpleks umumnya ditandai muncul ruam atau luka lepuh yang menyerang bagian leher, lengan, dan bagian tubuh lainnya. Herpes simpleks sendiri punya dua tipe yaitu HSV tipe 1, herpes tipe ini menyerang manusia bagian mulut atau pinggang ke atas termasuk leher.

Dan pada tipe kedua virus HSV-2, umumnya menginfeksi bagian pinggang ke bawah dan lebih menyerang area kelamin, sehingga dikenal dengan herpes genitalis. Untuk herpes genitalis juga bisa menular melalui hubungan seksual, sebab itu herpes genital menjadi salah satu penyakit infeksi menular seksual berbahaya.

Virus ini dapat menyerang siapa saja. Punya aktivitas kontak dengan penderita infeksi virus ini dan dalam kondisi tubuh yang lemah menjadi faktor yang rentan meningkatkan risiko terinfeksi virus herpes ini.

Setelah herpes simpleks ada varicella-zoster virus (VZV) atau herpes kulit. Dimana kondisi ini terjadi ketika virus VZV alami fase laten kambuh kembali atau saat seseorang terinfeksi virus ini dari seseorang yang sedang menderita herpes zoster.

Penyebab Herpes Leher

Penyebab herpes leher atau kulit ini seperti yang disebutkan yaitu dipicu oleh herpes zoster. Di mana herpes kulit ini lanjutan infeksi kulit yang sudah pernah menyerang seperti cacar air. Sebab itu jeleknya, penyakit herpes ini mempunyai sifat kambuhan atau reaktivasi.

Penyakit cacarair dan herpes leher, yaitu punya ciri-ciri menonjol di bagian-bagian tertentu, biasanya menyerang punggung, dada dan paha.

Herpes zoster bisa memicu gejala seperti demam, penampilan yang muncul dalam kelompok, gatal, kemerahan dan rasa sakit. Virus zoster pun bisa menular melalui kontak langsung dengan cairan yang ada di dalam vesikel atau percikan liur yang keluar saat si penderita bersin ataupun batuk.

Sebab itu, penderita herpes leher atau zoster ini sebaiknya jangan terlalu banyak beraktivitas atau bahkan di luar rumah. Penyakit ini tentu bisa berpindah dan menyebar ke siapa saja apalagi sedang dalam keadaan tubuh yang lemah.

Tetapi bila kamu berada pada daya tahan tubuh yang kuat, virus herpes akan berdiam di tubuh dan tidak akan memunculkan gejala luka dan gatal. sampai sekarang sayangnya belum ada obat yang menghilangkan virus herpes dari tubuh dengan tuntas.

Baca juga: Dikira Gigitan Serangga, Kenali Penyakit Herpes Kelamin dan Pengobatannya

Gejala Herpes Leher

Sebagian besar penyakit herpes leher, mulut maupun kelamin sekalipun ditandai dengan timbulnya bintil-bintil ruam di leher atau lentingan merah berair sebagai awalnya. Berikut berbagai tanda-tanda lain dari herpes leher yaitu

  • Bintil yang muncul seperti cacar air
  • Jaringan kulit area bintil menjadi bengkak.
  • Bintil akan berkembang menjadi luka lepuh.
  • Luka lepuh bisa pecah dan berkerak nanah, lalu menghilang secara perlahan.
  • Bintil yang ada di area mata bisa sasja mengganggu penglihatan.

Bintil herpes leher ini terasa nyeri seperti panas, nyeri, kaku, maupun kesemutan, yang semakin parah bila tersentuh. Sebelum bintil muncul rasa nyeri ini sebetulnya sudah muncul 2 atau 3 hari, dan masih akan terus terasa bahkan setelah bintil sudah menghilang.

Tanda lain yang bisa dirasakan oleh penderita herpes zoster selain muncul bintil dan nyeri ialah:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Lemas
  • Silau terhadap cahaya

Sebelum ruam lentingan atau gejala lainnya muncul, seringnya, virus sudah berada di dalam tubuh selama 7 sampai 21 hari. Namun, penderita sudah bisa menularkan VZV ke orang lain sejak 48 jam sebelum munculnya ruam.   

Baca juga: Awas Penyakit Herpes Kelamin, Tangani Segera Sebelum Terlambat

Faktor risiko

Untuk infeksi virus VZV, berbagai faktor yang membuat seseorang lebih berisiko terinfeksi herpes leher diantaranya sebagai berikut:

  • Berusia di bawah 12 tahun
  • Pernah kontak langsung dengan penderita cacar air
  • Bekerja atau beraktivitas di sekolah atau fasilitas khusus anak-anak, terutama jika ada anak yang sedang mengalami cacar air
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, baik akibat penyakit maupun obat-obatan
  • Tinggal bersama anak-anak yang mengalami cacar air
  • Pernah menderita cacar air
  • Berusia 60 tahun ke atas
  • Sedang menjalani kemoterapi, radioterapi, atau menggunakan obat imunosupresan
  • Menderita penyakit yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS atau kanker

Diagnosis dan Pengobatan Herpes Leher

Umumnya dokter memastikan seorang pasien menderita herpes leher atau zoster melalui gejalanya. Bila terbukti herpes zoster atau herpes leher, pengobatan dilakukan dengan obat antivirus sesuai anjuran dokter.

Semakin dini pengobatan herpes dijalani, semakin efektif pula hasilnya. Sebab itu jangan menunda pemeriksaan dan pengobatan bila kamu alami penyakit herpes leher ini yaa…

Baca juga: Bintil di Vagina, Ini Dia 10 Penyebab Kemunculannya!

Komplikasi Herpes Zoster

Bila nggak segera diobati, herpes zoster ini bisa memicu beberapa komplikasi serius, meliputi:

  • Postherpetic neuralgia. Rasa sakit berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah nodul luka diatasi. Komplikasi ini bisa dialami oleh pasien di rentan usia 60 tahun.
  • Kebutaan. apabila muncul di area mata, herpes bisa saja mengakibatkan peradangan pada saraf mata dan mengganggu penglihatan.
  • Otot yang melemah. Saraf otot bisa meradang otomatis bisa sebabkan kekuatan otot menurunkan.
  • Infeksi bakteri. Kondisi ini bisa terjadi bila bakteri masuk ke luka lepuh yang sudah pecah.

Kapan harus ke dokter?

Bagi kamu mengalami hal-hal seperti di atas atau gejala herpes leher maupun penyakit herpes secara umumnya, jangan tunda untuk menjalani pengobatan.

Karena bila dibiarkan bisa menyebabkan komplikasi yang berlanjut dan parah. Kamu pun nggak perlu ragu atau malu untuk menemui dokter. Bila ada pertanyaan atau reservasi hubungi nomor 0821-1141-0672 (WA/SMS/TLP) atau klik layanan konsultasi bersama dengan dokter Kami.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)