Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Pria Susah Ereksi? Waspada Terkena Hipogonadisme

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Dari beberapa penyakit yang mengancam vitalitas pria, gangguan atau disfungsi ereksi menjadi mimik yang paling ditakuti. Pasalnya dengan kondisi tersebut bisa memicu banyak masalah. Seperti kehidupan asmara menjadi bermasalah hingga mental tertekan. Apalagi ada yang namanya hipogonadisme dimana salah satu penyebab disfungsi ereksi yang mesti diwaspadai. Mari kita kenali bersama mengenai penyakit hipogonadisme dan penyebab hipogonadisme, di bawah ini.

hipogonadisme

Definisi Hipogonadisme

Jika akhir-akhir ini kamu kurang bergairah dan lemah di ranjang sebaik perlu memperhatikan ini. Tak hanya pria saja yang wajib tahu, wanita pun perlu mengenal gangguan seksual ini.

Namanya mungkin terbilang asing di telinga, hipogonadisme merupakan suatu kondisi ketika gonad atau kelenjar seks di tubuh memproduksi sangat sedikit atau sama sekali tidak menghasilkan hormon.

Pada pria kelenjar seks ini berada pada buah zakar atau testis, semenatara pada wanita berada di ovarium. Pada pria hal ini memicu gangguan seksual seperti kesulitan ereksi.

Terdapat dua tipe hipogonadisme, yaitu:

  • Primer

Hipogonadisme yang muncul karena adanya gangguan pada kelenjar gonad. Pada dasarnya kelenjar gonad sudah menerima sinyal perintah dari otak agar memproduksi hormon seks. Namun, kelenjar tersebut tidak mampu memproduksinya.

  • Sekunder atau sentral

Pada hipogonadisme jenis sekunder, masalahnya terletak pada system otak. Kesalahan terjadi pada kelenjar pituitari dan hipotalamus yang mengatur kerja kelenjar gonad.

Baca juga: Wajib Kamu Tahu, Inilah 6 Macam Hormon pada Wanita serta Cara Meningkatkan!

Lantas, apa hubungannya hipogonadisme dengan ereksi?

Dalam dunia medis, hipogonadisme sendiri diartikan sebagai kondisi dimana hormon seksual berada di bawah jumlah normalnya. Hormon itu sendiri diproduksi oleh kelenjar seksual pada pria yang disebut testis atau wanita disebut ovarium.

Pada pria, hormon ini mengatur karakteristik seksual sekunder. Misalnya, perkembangan testis dan produksi sperma. Nah, apabila tak ditangani dengan tepat, kekurangan hormon inilah yang berakibat kemungkinan mengalami disfungsi ereksi.

ketidakseimbangan hormon ini sebenarnya tak cuma menyoal hipogonadisme saja. Pasalnya, ada juga kondisi lainnya, seperti hipertiroid (kelebihan hormon tiroid) dan hipotiroid. Keduanya juga bisa menimbulkan gangguan disfungsi ereksi.

Nah, ketika kadar hormon testosteron menurun, para pria biasanya akan merasakan banyak gejala atau ciri-ciri yang berkaitan dengan fungsi seksualnya. Misal saja, gangguan disfungsi ereksi, infetilitas atau ketidaksuburan, hingga berkurangnya hasrat seksual.

Perlu diketahui, hipogonadisme yang tak diobati bisa saja menimbulkan masalah kesehatan lainnya. Sebut saja, osteoporosis, gangguan pertumbuhan testis dan penis, pengurangan massa otot, hingga tubuh mudah kelelahan.

Penyebab Hipogonadisme

Pemicu dari gangguan ini berbeda antara jenis primer dan sekunder. Penyebab dari hipogonadisme primer meliputi:

  • kelainan genetik, seperti sindrom Klinefelter dan Turner
  • penyakit autoimun,
  • infeksi berat
  • penyakit hati dan ginjal
  • testis yang tidak turun
  • hemokromatosis atau kelebihan zat besi pada tubuh
  • efek radiasi
  • operasi pada organ seksual

Baca juga: Kenali Disfungsi Seksual, Gangguan Saat Bercinta yang Perlu Diwaspadai

Penyebab hipogonadisme sekunder meliputi:

  • kelainan genetik, seperti sindrom Kallmann, di mana hipotalamus tidak berkembang secara normal
  • gangguan kelenjar pituitari
  • penyakit peradangan seperti tuberkulosis
  • infeksi seperti HIV//AIDS
  • penggunaan obat steroid dan opiat jangka panjang
  • kecelakaan pada kelenjar pituitari atau hipotalamus
  • terdapat tumor dekat kelenjar pituitari
  • operasi otak
  • obesitas
  • penurunan berat badan yang cepat
  • defisiensi nutrisi
  • radiasi

Gejala Hipogonadisme

Gejala hipognadisme berhubungan dengan organ seksual, yaitu:

  • kehilangan rambut tubuh
  • hasrat seksual yang menurun atau menghilang
  • infertilitas
  • kehilangan massa otot
  • osteoporosis
  • kelelahan
  • susah berkonsentrasi
  • pertumbuhan payudara yang tidak normal pada laki-laki
  • menurunnya pertumbuhan penis dan testis
  • disfungsi ereksi
  • hot flushes

Baca juga: Selain Luka di Kelamin Ini Dia Gejala Raja Singa yang Perlu Diketahui

Faktor Risiko

Faktor-faktor yang memungkinkan seseorang terkena hipogonadisme, antara lain:

  • Hal tersebut dapat dilihat melalui lingkar perut, yaitu apabila pria kurang dari 90 sentimeter dan lebih 80 sentimeter untuk wanita Asia.
  • Kadar gula meningkat lebih dari 100 mg/dl.
  • Trigliserid meningkat lebih dari 150 mg/dl.
  • Penurunan HDL, yaitu kurang dari 40 mg/dl untuk pria dan kurang 50 mg/dl untuk wanita
  • Tekanan darah tinggi lebih 130/85 mmHg.

Bagaimana mencegah gangguan seksual ini?

Hipogonadisme ini akan susah dicegah apabila disebabkan oleh faktor genetik, autoimun, tumor, infeksi, atau sebagainya. Di lain sisi, hipogonadisme bisa dicegah jikalau dipicu oleh obesitas, penurunan berat badan yang cepat, serta malnutrisi. Cara mencegah gangguan ini yaitu dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti diet sehat dan olahraga teratur, agar hormon tubuh tetap stabil.

Pengobatan seperti yang bisa diterapkan?

Bagi pria pengobatan ini bisa ditempu dengan menyuntikan hormon testosteron, penggunaan koyo, gel atau obat resep yang diletakkan pada bawah lidah.

Sementara pengobatan lain yang diakibatkan tumor pituitari bisa dilakukan dengan radiasi, obat-obatan atau pembedahan untuk menghilangkan tumornya.

Komplikasi Hipogonadisme

Beberapa komplikasi hipogonadisme, antara lain:

  • Disfungsi ereksi.
  • Gairah seksual menurun.
  • Gangguan perkembangan janin, seperti ambiguous genitalia.
  • Gangguan pertumbuhan penis dan testis.
  • Ginekomastia.
  • Kekurangan rambut pada tubuh.
  • Mandul.
  • Osteoporosis.
  • Pengurangan massa otot.
  • Pertumbuhan tidak proporsional, seperti lengan atau tungkai yang lebih panjang.
  • Tubuh mudah lelah.

Kapan harus periksa ke dokter?

Apabila sahabat pandawa mengalami gangguan seksual hipogonadisme dan mengalami gejala sema seperti di atas. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Kamu bisa berkonsultasi gratis atau buat janji bersama dokter Klinik Pandawa. Langsung saja WA/TLP/SMS di nomor 0821-1141-0672 atau klik KONSULTASI GRATIS. Semua data pasien terjamin kerahasiaannya.

Referensi:
HCP.nebido.com.Hypogonadism
Healthline. Hypogonadism

Mayoclinic. Male-hypogonadism

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)