Inilah 11 Penyakit Infeksi Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai

Sahabat Pandawa, tahukah bila orang yang sudah aktif seksualnya dan terbiasa hubungan seksual bebas ternyata ada beragam penyakit berbahaya yang mengintainya? Yup… Berhati-hatilah bagi kamu yang gemar berhubungan seksual bebas serta gonta-ganti pasangan. Karena nyatanya ada yang mesti kamu waspadai. Yaitu penyakit infeksi menular seksual atau penyakit kelamin. Penyakit ini bisa ditandai ruam, bentol, benjolan dan rasa nyeri di kelamin. Gejalanya pun ada yang terlihat dan ada yang tak langsung terlihat. Kalau begitu, lansung saja kita bahas bersama penyakit ini, dari jenis-jenis infeksi menular seksual hingga bahaya nya. Simak terus, ya!

Mengenal Infeksi Menular Seksual ( IMS )

Infeksi menular seksual atau dikenal dengan penyakit menular seksual ( PMS ) merupakan dalam penyakit kelamin yang berbahaya.

Sesuai dengan namanya, penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak seksual atau hubungan intim. Penularannya bisa secara oral, anal maupun vaginal.

Namun, ternyata tak hanya melalui hubungan intim saja, melainkan juga dapat terjadi melalui berbagi jarum suntik, mainan seks ( sex toys ), maupun transfusi darah. Infeksi menular seksual ini juga bisa ditularkan dari ibu hamil ke janin, baik selama kehamilan atau saat persalinan.

Penyebab Infeksi Menular Seksual

Penyakit infeksi menular seksual tak terjadi begitu saja dan memiliki penyebab yang harus diketahui. Penyebab timbulnya penyakit kelamin ini dapat disebabkan oleh:

  • Bakteri (gonorea, sifilis, dan klamidia)
  • Parasit (trikomoniasis)
  • Virus (human papilloma virus, herpes genital, HIV)

Seperti yang telah disebutkan, bahwa aktivitas seksual berperan dalam menyebarkan berbagai jenis infeksi lainnya, walaupun mungkin saja terinfeksi tanpa kontak seksual. Tak hanya itu saja, penyakit ini juga dapat disebabkan melalui seks oral dan aktivitas ejakulasi lainnya.

Penyebaran non-seksual lainnya adalah melalui transfusi darah maupun jarum suntik saat tato. Penyakit ini juga dapat ditularkan oleh ibu kepada bayinya selama kehamilan atau persalinan.

Ciri-ciri IMS

Tanda dan ciri yang bisa timbul akibat penyakit infeksi menular seksual akan berbeda-beda tergantung jenis penyakitnya, namun umumnya berupa:

  • Adanya benjolan, luka, atau lepuhan pada area penis, vagina, anus, atau mulut.
  • Vagina atau penis terasa gatal dan terbakar.
  • Nyeri buang air kecil atau saat berhubungan.
  • Adanya cairan yang keluar dari penis (kencing nanah) atau vagina (keputihan).
  • Nyeri perut bagian bawah.
  • Demam dan menggigil.
  • Timbulnya bengkak di kelenjar getah bening atau benjolan pada selangkangan.
  • Muncul ruam kulit di badan, tangan, atau kaki.
  • Kulit penis kering, ruam, dan kemerahan.

Jenis Infeksi Menular Seksual

Nah, setelah mengetahui beberapa poin penting mengenai penyebabnya, berikut ini adalah jenis-jenis penyakit menular seksual yang perlu sahabat pandawa waspadai. Diantaranya adalah

Gonore

Di Indonesia, penyakit gonore dikenal dengan kencing nanah. Penyebab infeksi menular seksual ini oleh karena bakteri Neisseria gonorrhoeae yang sangat mudah ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit kelamin ini menyebabkan keluarnya cairan pada penis maupun vagina dan rasa nyeri.

Penyakit ini sangat mungkin ditularkan oleh seorang ibu kepada bayi yang baru lahir saat melahirkan. Ketika hal ini terjadi, gonore dapat menyebabkan masalah kesehatan serius pada bayi.

Sifilis

Jenis infeksi menular seksual lainnya yaitu sifilis atau raja singa. Penyakit kelamin raja singa ini biasa dialami oleh kaum pria. Tapi tak dipungkiri bila wanita pun bisa terinfeksi penyakit ini. Penyebabnya pun masih sama, yaitu adanya bakteri bernama treponema pallidum yang dapat menyebabkan komplikasi serius bila tak ditangani dengan cepat.

Awal penyakit ini diawali oleh luka pada alat vital, melalui luka inilah penularan terjadi. Pasalnya sifilis memiliki rentetan gejala atau tahap yang bisa membawa pengidapnya pada komplikasi yang lebih parah. Seperti masalah jantung, gangguan penglihatan hingga kelumpuhan.

Herpes genital

Herpes genital atau herpes kelamin disebabkan oleh infeksi virus bernama herpes simplex virus. Virus ini bisa bersembunyi dan bersemayam dalam tubuh tanpa mengeluarkan gejala. Penularannya berawal melalui kontak langsung dengan pasangan yang telah terinfeksi.

Gejala herpes dapat diobati dengan obat antivirus, tetapi virusnya tidak dapat disembuhkan. Obat yang sama juga dapat mengurangi risiko penularan pada pasangan seksual.

Kutil Kelamin

Penyakit kutil kelamin ( Kondiloma akuminata ) ini disebabkan oleh virus HPV atau human papilloma virus. Kutil kelamin ini biasanya tak menyebabkan sakit, hanya saja adanya sensasi gatal di area kelamin yang kemudian muncul bejolan yang berkelompok. Tak hanya di kelamin virus HPV juga bisa menyebar di area mulut, tenggorokan hingga area dubur. Beberapa jenis HPV juga bisa menimbulkan komplikasi dapat berupa, kanker mulut, kanker serviks, kanker penis dan kanker dubur.

Ulkus mole atau Chancroid

Ulkus mole adalah infeksi genital akut, yang disebabkan oleh bakteri Haemophylus ducreyi. Bakteri ini menyerang jaringan-jaringan di bagian luar vagina dan penis sehingga menimbulkan luka atau bintil-bintil kecil. Penyakit ini juga dikenal dengan istilah kankroid.

Granuloma Inguinale

Granuloma inguinale atau donovanosis merupakan penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Klebsiella granulomatis.  Kondisi ini diawali adanya benjolan dan luka di selangkangan, penis, anus, atau di skrotum.

Mycoplasma Genitalium

Mycoplasma genitalium merupakan bakteri yang menyerang sistem reproduksi baik pada lelaki maupun perempuan. Sekilas penyakit ini hampir mirip dengan penyakit seks umum yang dialami masyarakat. Namun, penyebarannya bisa berjalan dengan cepat sehingga bisa menyebabkan pandemi di lingkungan masyarakat.

Mycoplasma genitalium kadang tidak mempunyai tanda dan gejalanya, pada lelaki tanda penyakit ini terlihat dengan jelas, namun pada perempuan kadang tidak terlihat atau menyerupai penyakit lainnya.

Kandidiasis

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Candida. Candidiasis sendiri ditandai adanya ruam merah atau lepuhan yang muncul pada kulit, terutama area lipatan kulit. Tak jauh berbeda dengan penyakit kelamin lainnya, penularan penyakit ini dapat terjadi melalui hubungan seksual dengan penderita.

Infeksi Menular Seksual Trikomoniasis

Penyakit kelamin ini dipicu oleh adanya parasit Trichomonas vaginalis. Trikomoniasis dapat memicu keputihan tidak normal pada wanita atau malah sama sekali tidak menimbulkan gejala, sehingga sering kali wanita secara tidak sadar menularkan penyakit ini ke pasangan seksualnya.

Infeksi Menular Seksual Chlamydia

Penyakit kelamin ini dipicu oleh bakteri bernama Chlamydia trachomatis. Infeksi ini menyerang serviks pada wanita dan uretra pada pria. Banyak orang yang menderita penyakit ini tidak mengalami gejala yang nyata. Sangat penting untuk mengobati penyakit ini dengan segera, karena jika penyakit ini tidak segera diobati akan menyebabkan infeksi pada saluran kencing, kelenjar prostat, atau penyakit radang panggul.

Jika penyakit kelamin ini tidak diobati akan merusak tubuh dalam jangka panjang. Penggunaan kondom efektif dalam membantu mencegah penyakit ini.

HIV/ AIDS

Human immunodeficiency viruses (HIV) merupakan virus yang terkait dengan AIDS. Penyakit menular seksual ini merupakan penyakit seksual yang paling terkenal di masyarakat.

Penyakit ini dapat ditularkan melalui berbagi penggunaan alat suntik, air mani, cairan vagina, ASI, serta darah. HIV dapat merusak sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko untuk tertular virus atau bakteri lain dan kanker tertentu.

Tes Penyakit Kelamin

Bila Sahabat pandawa mengalami gejala penyakit infeksi menular seksual, dokter akan menanyakan perihal riwayat hubungan intim dan penyakit yang pernah diderita. Kemudian, juga dokter akan meminta menjalani beberapa tes untuk mendeteksi keberadaan virus atau bakteri penyebab infeksi menular seksual.

Tes yang akan dijalani adalah tes darah maupun tes urine. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi virus atau bakteri penyebab infeksi menular seksual. Dokter juga akan melakukan tes swab untuk mengambil sampel cairan tubuh di sekitar area kelamin. Sampel ini kemudian akan diperiksa di laboratorium.

Komplikasi dan Bahaya Infeksi Menular Seksual

Infeksi menular seksual juga dapat memicu komplikasi dan bahaya pada kehamilan. Beberapa infeksi menular seksual, seperti gonore, klamidia, HIV, dan sifilis atau raja singa dapat menular dari ibu hamil ke janinnya selama kehamilan atau saat persalinan. Kondisi ini dapat memicu keguguran dan gangguan kesehatan atau cacat lahir pada bayi.

Penanganan Infeksi Menular Seksual

Beberapa penyakit infeksi menular seksual memang dapat berbahaya dan mematikan, tetapi ada pula yang dapat disembuhkan.

Sangat disarankan jika Sahabat pandawa memiliki tanda-tanda awal pada penyakit infeksi menular seksual di atas, segeralah periksakan diri ke dokter sebelum penyakit tersebut dapat membahayakan tubuh dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Kunjungi klinik kulit dan kelamin terbaik. Sahabat pandawa dan pasangan bisa kunjungi Klinik Pandawa untuk menjelaskan keluhan yang dialami dan riwayat seksual Sahabat pandawa dan pasangan.

Klinik pandawa juga memiliki fasilitas yang lengkap dan memadai, seperti laboratorium terpercaya dan apotek.

Klinik Pandawa dapat dihubungi di nomor telepon 021-62313337 atau 0821-1141-0672 (telepon/SMS/WA) dan klik layanan konsultasi untuk berkonsultasi online dengan dokter kami secara gratis seputar penyakit dan keluhan Sahabat Pandawa.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)