Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Kenali 5 Gejala Disfungsi Seksual pada Wanita, Apakah Kamu Termasuk?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Sahabat pandawa, tahukah kamu kalau ternyata tak hanya pria saja yang bisa mengalami disfungsi seksual? Yup, kondisi ini ternyata bisa dialami oleh kaum wanita. Kondisi ini bisa mengganggu keharmonisan suatu hubungan dan bisa menunda kehadiran sang buah hati bila tak segera ditangani. Nah, untuk kamu yang belum tahu beberapa tanda gejala disfungsi seksual wanita, kamu bisa baca selengkapnya di bawah ini.

gejala disfungsi seksual wanita

Mengenal Disfungsi seksual

Normalnya tiap pasangan pasti mendambakan hubungan romantis, sehat dan tak terlupakan ketika berada di atas ranjang. Tetapi, apa daya ada saja halangannya dan banyak pasangan tak beruntung mengalami hal berkesan tersebut. Salah satunya yaitu ada disfungsi seksual atau gangguan seksualitas yang bisa dialami siapa saja.

Disfungsi seksual sendiri merupakan gangguan yang terjadi secara berulang terkait dengan respon seksual. Gejala disfungsi seksual wanita dan pria pun bisa berbeda-beda. Entah itu ada masalah dengan tidak bergairah, orgasme ataupun muncul rasa sakit ketika beraktivitas seksual dengan pasangan.

Apa saja gejala disfungsi seksual wanita?

Tanda-tanda dan gejala disfungsi seksual wanita meliputi:

Gejala disfungsi seksual wanita aktivitas seks terganggu

Gejala disfungsi seksual wanita biasanya mengalami kondisi tidak bisa menikmati seksualitas. Kondisi bisa terjadi menjelang atau masa-masa menopause. Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai hal seperti faktor usia, masalah medis atau mengidap penyakit, dan faktor psikologis berupa stres. Begitu juga faktor pemakaian obat-obatan dan penggunaan kontrasepsi hormonal.

Kenali Disfungsi Seksual, Gangguan Saat Bercinta yang Perlu Diwaspadai

Gejala disfungsi seksual wanita vagina kering

Vagina terasa kering terjadi oleh sebab hormon yang berubah ketika menyusui ataupun masa menopause. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu bisa menggunakan pelumas sebelum dan setelah melakukan beraktivitas seksual. Pertimbangkan pula untuk menggunakan pelembap Miss V.

Jangan khawatir, pelembap dan pelumas ini bisa digunakan bersama-sama. Jika dibutuhkan, kamu bisa menggunakan pil oral non-estrogen untuk mengurangi kering dan rasa sakit terkait dengan menopause. Namun, pastikan konsumsi pil tersebut sesuai dengan saran dokter.

Nyeri atau sakit saat beraktivitas seksual

Jika kamu mengalami vagina kering, tentu aktivitas seksual akan sedikit terasa menyakitkan. Atau kemungkinan kondisi ini bisa disebabkan oleh penyakit tertentu seperti abses bartholinitis ataupun kista ovarium.

Aktivitas seks yang menyakitkan juga dikaitkan dengan vaginismus, kondisi ketika vagina mengencang tanpa sadar ketika penetrasi. Bila memang terjadi demikian, kamu perlu mengatasi masalah medis yang menjadi penyebabnya.

Hubungan Seksual Terganggu? Mungkin Kamu Alami Disfungsi Ereksi

Gairah berkurang atau bermasalah

Gejala disfungsi seksual wanita selanjutnya adalah ketidakmampuan wanita untuk bergairah. Apalagi bila kamu merasakan sakit ketika beraktivitas seks, stres, untuk meningkatkan gairah menjadi lebih sulit dilakukan. Kondisi ini juga bisa dikaitkan dengan gangguan hormon atau perubahan hormon yang dialami oleh seorang wanita.

Sulit Orgasme

Tanda disfungsi seksual pada wanita lainnya adalah sulit orgasme. Kondisi ini lebih sering dijumpai pada wanita yang telah mengalami menopause. Selain dari perubahan hormon, ketidakmampuan untuk mencapai orgasme bisa jadi karena masalah kecemasan, pemanasan yang kurang memadai, penyakit kronis, maupun obat-obatan tertentu.

Selain gejala disfungsi seksual wanita di atas kemungkinan juga ada tanda lain yang tidak bisa disebutkan. Apabila kamu merasakan gejala diantaranya bisa lanjut dengan mendiskusikan pada dokter ahli.

Seberapa umum gangguan seksual wanita ini?

Seperti yang kita sebutkan di awal, bila selain pria kondisi ini bisa dialami oleh wanita. Gangguan ini pun bisa dialami sekali ataupun berkali-kali dalam seumur hidup. Gangguan ini bisa saja dipicu oleh sebab perubahan psikologis, gaya hidup, emosi, maupun hubungan pribadi dengan pasangan.

Apa saja penyebab gangguan seks wanita ini?

Adapun beberapa penyebab munculnya tanda atau gejala disfungsi seksual wanita, diantaranya:

  • Kondisi medis. Beberapa penyakit penyerta bisa memicu disfungsi seksual wanita seperti penyakit jantung, radang sendi, dan gangguan ekresi sehingga menurunkan gairah atau libido. Faktor melahirkan, menopause, kanker vagina, maupun kanker payudara bisa sebabkan ganggual seks.
  • Obat-obatan.
  • Masalah psikologis. Seperti trauma atau pelecehan seks, depresi, masalah rumah tangga bisa turunkan gairah seksual.

Bagaimana pengobatan yang tepat dilakukan?

Untuk kamu yang ingin melakukan pengobatan, maka pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Bila disebabkan oleh obat-obatan maka dokter akan memberikan obat alternative atau mengubah dosis.

Bila disebabkan oleh faktor hormon, maka akan dilakukan terapi yang membantu elastisitas vagina dengan meningkatkan aliran darah dan pelumas pada vagina. selanjutnya, bila disebabkan oleh faktor psikologis kemungkinan dokter akan bekerja sama dengan psikolog untuk membantu mengatasi segala rasa yang menyelimuti pikiran pasien.

Semuanya juga baiknya disupport dengan gaya hidup yang sehat, seperti berolahraga rutin, menjaga berat badan, berhenti merokok ataupun alkohol. Kegiatan ini tentu akan meningkatkan kualitas aktivitas seksual kamu dan pasangan.

Apabila sahabat pandawa mengalami gangguan seksualtas dan mengalami gejala sama seperti di atas. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Kamu pun bisa berkonsultasi gratis atau buat janji bersama dokter andrologi Klinik Pandawa. Langsung saja WA/TLP/SMS di nomor 0821-1141-0672 atau klik KONSULTASI GRATIS. Rahasia terjamin.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)