Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Mengenal Moluskum Kontagiosum Bintil Bintil Di Kelamin

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Diantara sahabat pandawa pasti jarang mendengar penyakit kulit moluskum kontagiosum. Kemunculan bintil bintil di kulit ini sering disangka jerawat biasa, tapi nyatanya bintil-bintil ini punya risiko dan bahaya menular lho.

Moluskum kontagiosum merupakan infeksi virus pada kulit yang biasa terjadi pada siapa saja dan dapat ditemukan di negara-negara tropis. Umumnya pada orang dewasa infeksi kulit ini muncul di kulit area kelamin dan bila pada anak-anak biasa menyerang kulit punggung, perut ataupun wajah.

Penyakit ini menyebar dengan cepat pada suatu komunitas yang padat, kurang menjaga kebersihan, dan memiliki gaya hidup seks bebas. Jika sahabat pandawa menemukan bintil bintil di area kelamin yang gatal dan makin banyak, segera konsultasikan ke dokter penyakit kulit dan kelamin.

Moluskum Kontagiosum

Penyakit Moluskum Kontagiosum

Bintil moluskum kontagiosum yang dikira jerawat ini biasanya tidak terasa nyeri hanya saja sedikit terasa gatal dan hasrat ingin menggaruknya. Penyakit ini merupakan kondisi yang mudah dikenali dan terkadang tak perlu diobati.

Bintil tersebut biasanya bisa hilang dalam waktu 6-12 bulan. Hanya saja pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, penyakit ini bisa berlangsung lama dan memerlukan pengobatan yang intensif.

Pada orang dewasa Moluskum kontagiosum terjadi akibat infeksi menular seksual. Dimana perilaku gonta-ganti pasangan seks dan tidak memakai pengaman akan sangat rentan mengidapnya.

Apa penyebab munculnya moluskum kontagiosum?

Virus pox menjadi penyebab terjadinya penyakit moluskum kontagiosum. Dimana kemudian menyebar secara langsung dari orang ke orang melalui kontak fisik (bersentuhan) ataupun melalui fomit (benda mati yang dapat dikendarai oleh virus).

Virus ini bisa dengan mudah menyebar ke bagian tubuh lainnya karena bersentuhan atau menggaruk bintil yang ada dan menyentuh bagian tubuh lainnya. Penyebaran ini disebut dengan autoinokulasi.

Penyakit ini juga bisa muncul ketika sistem pertahanan tubuh sedang melemah, misalnya pada pasien dengan HIV/AIDS atau pasien yang menjalani terapi imunosupresif.

Ciri-ciri bintil moluskum kontagiosum

Bagi sahabat pandawa yang bertanya-tanya, bagaimana membedakan jerawat dengan bintil akibat moluskum kontagiosum simak satu ini.

Bintil akibat moluskum kontagiosum memiliki ciri-ciri yang khas diantaranya seperti:  

  • Berbentuk bulat, menonjol, dan bisa menyerupai kutil dan ada cekungan kecil di atasnya.
  • Berwarna seperti warna kulit.
  • Memiliki ukuran diameter 2 hingga 5 mm
  • Ada titik kecil di tengah bintil.
  • Kadang bewarna kemerahan dan meradang.
  • Muncul rasa gatal.
  • Mudah menghilang jika digaruk, tapi tindakan ini bisa menyebarkan virus ke kulit di sekitarnya.
  • Muncul di wajah, leher, ketiak, lengan, dan tangan.
  • Pada orang dewasa, bintil juga bisa muncul di alat kelamin, perut bagian bawah, dan paha bagian dalam.

Bintil biasanya menghilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan hingga bertahun-tahun. Namun untuk orang dengan sistem imun yang lemah (seperti pengidap AIDS), gejalanya dapat lebih signifikan dan berupa bintil dengan diamater hingga 1.5 cm yang banyak muncul di wajah, serta tidak mudah untuk disembuhkan.

Baca: Kulit Bersisik dan Nyeri? Waspada Penyakit Kulit Psoriasis

Bagaimana penularannya?

Penyakit ini memiliki sifat yang rentan menular dan meluas ketika ada kontak fisik erat yang terjadi berulang-ulang, terutama pada orang dengan kulit yang tipis.

Penularan moluskum kontagiosum bisa karena:

1. Aktivitas seksual

2. Berpegangan tangan dan menyentuh Moluskum yang di miliki orang tersebut.

3. Autoinokulasi, keadaan di mana awalnya hanya ada satu moluskum pada area tubuh kemudian digaruk sehingga menyebar menjadi banyak.

4. Fomites, yakni terjadi pada saat Anda menggunakan barang secara bersamaan, seperti penggunaan baju, handuk, dan lainnya. Walau masih dalam penelitian, penggunaan barang-barang pribadi sebaiknya tidak digunakan secara bersamaan.

Pencegahan Moluskum Kontagiosum

Pencegahan yang perlu diketahui sahabat pandawa yaitu dengan menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi virus penyebab moluskum kontagiosum. Tak cuma itu, diperlukan adanya kedisiplinan dalam menjaga kebersihan, khususnya dalam menerapkan cara cuci tangan yang baik dan benar.

Kurangi dalam penggunaan barang di tempat atau fasiltas umum, atau saat berolahraga bisa membantu mencegah timbulnya penyakit ini. Begitu juga Anda sebaiknya tidak menggunakan barang pribadi, seperti handuk, pakaian, secara bersamaan.

Baca: Awas Penyakit Herpes Kelamin, Tangani Segera Sebelum Terlambat!

Penanganan Moluskum Kontagiosum

Moluskum Kontagiosum memiliki masa inkubasi antara 2-6 bulan. Deteksi dini penyakit ini terbilang sulit karena jarang menyebabkan gatal atau hanya menyebabkan gatal ringan sehingga kadang disepelekan.

Tetapi bila Anda memiliki kecurigaan terhadap penyakit ini, segeralah datang untuk melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kulit karena penyakit ini tidak bisa diobati sendiri. Dokter nantinya akan mengeluarkan bintil bintil dari kulit agar tak timbul kembali atau menjadi autoinokulasi.

Adapun tindakan-tindakan mengatasi penyakit ini yang bisa dilakukan antara lain dengan menggunakan cairan kaustik, laser, elektrocauter maupun cryotherapy untuk orang dewasa.

Pengobatan di Klinik Pandawa

Bila sahabat pandawa menemukan bintil bintil di area kelamin, segera hubungi dokter untuk lakukan pemeriksaan. Terbukalah pada dokter mengenai keluhan dan gejala yang dialami. Ajak pula pasangan Anda guna menghindari terjadinya penyakit menular seksual.

Dalam menentukan penanganan yang tepat dokter tentu akan memberikan anjuran dan mengajak diskusi mengenai penyebab serta langkah-langkah penindakan penyakit moluskum kontagiosum ini.

Untuk memastikan kemungkinan penyakit ini Anda pun dianjurkan melakukan pemeriksaan laboratorium guna melihat indikasi-indikasi atau kuman/ bakteri lain.

Segera lakukan konsultasi dengan dokter kami untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat melalui nomor 0821-1141-0672 (WA/SMS/TLP) atau klik layanan konsultasi. Rahasia medis terjamin.

Referensi:
Mayoclinic. Molluscum Contagiosum. Diseases & Conditions
Healthline. Molluscum Contagiosum
American Academy of Dermatology (2018). Molluscum Contagiosum.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)