Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Muncul Bercak Cokelat di Wajah, Awas Tanda-tanda Melasma!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Selain jerawat ada lagi gangguan kulit wajah yang bisa dialami oleh semua orang, yaitu bercak cokelat atau sering disebut sebagai melasma. Gangguan ini tentu saja mengganggu penampilan, banyak yang mengakali keberadaan bercak cokelat melasma di wajah ini dengan memakai make-up tebal. padahal ada banyak cara untuk mengatasi gangguan kulit akibat melasma ini.

Diketahui pula, mayoritas penduduk yang berada di negara tropis seperti Indonesia, cenderung mudah memiliki bintik atau bercak noda kecokelatan. Hati-hati saja, bagi kamu yang sering berlama-lama di bawah sinar matahari tanpa menggunakan pelindung siap-siap mengalami melasma di wajah.

melasma di wajah

Sebagian melasma di wajah lebih sering terjadi di area sekitar bawah mata, hidung, tulang pipi, dahi ataupun kulit pada bibir bagian atas. Selain itu melasma juga bisa saja muncul di area tubuh lain seperti leher, bahu, ataupun lengan yang sering terpapar sinar matahari.

Nah, kalau begitu yuk kita kenali tanda-tanda dan penyebab melasma di wajah serta penanganan yang tepat yang bisa dilakukan, di bawah ini.

Bercak Cokelat Melasma

Gangguan kulit melasma (dikenal juga dengan chloasma) merupakan jenis penyakit kulit yang ditandai dengan munculnya bercak-bercak hiperpigmentasi pada wajah. Terkadang, bercak ini juga terlihat pada daerah yang sering terpapar sinar matahari seperti leher dan lengan bawah.

Dibanding pria, kondisi ini lebih banyak ditemukan oleh wanita menurut American Academy of Dermatology. Wanita dengan kulit gelap dan sedang hamil pun berpotensi besar mengalami bercak cokelat melasma di wajah.

Bahkan menurut data dari Cleveland Clinic, diperkirakan ada sekitar 15%-50% wanita yang mengalami kondisi ini selama masa kehamilan. Untuk ibu hamil penanganannya pun berbeda dengan wanita yang tidak hamil. Sebab itu diskusi selalu dengan dokter ahli kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Mengenal Penyakit Vitiligo Sebabkan Kulit Belang Putih yang Tak Menular

Penyebab Melasma di Wajah

Walau belum diketahui jelas akar dari penyebab melasma di wajah. Kemungkinan bercak cokelat melasma terjadi ketika sel penghasil pigment di kulit atau melanosit ini terlalu banyak memproduksi warna. Sementara faktor pendukung seperti efek radiasi, polusi, hormon tubuh hingga sinar ultraviolet pun bisa mempengaruhi noda-noda di wajah.

Sinar ultraviolet sendiri mendorong pertubuhan melanosit dalam kulit menjadi lebih banyak melanin sehingga muncullah noda cokelat melasma di wajah. Kondisi gangguan ini bisa menjadi lebih buruk ketika musim panas dan suhu yang meningkat.

Selain sinar UV, perubahan hormon juga kerap menjadi pemicunya, terutama pada ibu hamil. Diduga peningkatan kadar estrogen, progesteron, dan hormon perangsang melanosit selama trisemester ketiga turut berperan dalam kemunculannya.

Potensi lain bisa terjadi pada kulit berwarna gelap rentan mengalami gangguan kulit ini sebab kandungan melanosit dalam jaringan kulit lebih aktif, dibandingkan dengan orang-orang yang berkulit putih atau terang.

Tanda dan Ciri Melasma

Tanda atau ciri-ciri dari melasma ini yaitu munculnya noda-noda atau bercak kecokelatan atau lebih gelap dari warna kulit asli. Tidak terasa gatal ataupun nyeri, hanya saja dapat membuat penampilan menjadi terganggu.

Terdapat tiga pola persebaran melasma, yaitu:

  • Centrofacial: mempengaruhi dahi, pipi, hidung, bibir atas, dan dagu
  • Malar: mempengaruhi pipi dan hidung
  • Mandibular: mempengaruhi area rahang bawah

Faktor risiko orang terkena kondisi ini

Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, ada beberapa faktor yang bisa membuat seseorang rentan mengalami melasma di wajah. diantaranya sebagai berikut:

  • seseorang yang memiliki kulit gelap
  • riwayat keluarga, bila kamu memiliki orang tua yang mengalami gangguan ini, risiko sama bisa terjadi
  • sering terpapar sinar matahari, LED, Ponsel, TV, dan sebagainya
  • menggunakan krim atau perawatan wajah yang mengandung pewangi ataupun alkohol
  • stress
  • menggunakan obat hormon atau pil KB

Diagnosis

Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, carilah dokter kulit yang spesialis mengatasi gangguan kulit. Dokter umumnya cukup melakukan pemeriksaan visual melihat bercak atau noda-noda yang ada di wajah kamu. Namun, ada beberapa gangguan kult lain yang bisa menyerupai kondisi melasma, sehingga memungkinkan dokter akan melakukan biopsi kecil untuk diperiksa di laboratorium.

Apa Itu Melasma? Apakah Berbahaya? Berikut Penjelasannya!

Apa saja pengobatan untuk melasma di wajah?

Untuk menjalani pengobatan harus dipertimbangkan dahulu faktor penyebabnya. Contohnya, melasma saat masa kehamilan umumnya akan membaik dengan sendiri setelah beberapa waktu setelah melahirkan. Sehingga pengobatan untuk melasma tidak perlu dilakukan.

Namun, ada beberapa penawaran pengobatan yang bisa kamu coba untuk membantu atasi keluhan ini. diantaranya seperti

  • Hydroquinone: merupakan krim atau lotion yang dioleskan untuk mengembalikan warna kulit
  • Tretinoin dan Kortikosteroid
  • Prosedur perawatan kulit seperti Chemical peeling, Mikrodermabrasi, Dermabrasi, ataupun Skin laser.

Jika kamu ingin melakukan pengobatan di atas, sekali lagi, jangan ragu diskusi dahulu dengan dokter ahli kulit atau kecantikan yang telah berpengalaman dibidangnya. Dokter akan memberikan solusi yang tepat dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhanmu.

Kamu pun bisa memulai sejak dini untuk menghindari kondisi ini seperti selalu menggunakan sunscreen atau tabir surya setiap kali kamu beraktivitas di luar rumah. Hindari terlalu lama di bawah paparan sinar matahari, memakai pelindung topi, pakaian tertutup ataupun kaca mata. Begitu juga harus didukung dengan menjaga asupan makanan.

Jangan tunda lagi segera konsultasi sebelum perawatan dengan dokter ahli di 0821-1141-0672 atau klik link KONSULTASI GRATIS & RESERVASI ONLINE.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)