Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Penebalan Dinding Rahim pada Wanita, Ini Dia Gejala dan Penyebabnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Sahabat pandawa pernah mendengar penebalan dinding rahim? Kalau kemarin lalu sempat membahas endometriosis atau gangguan nyeri haid pada wanita, sekarang kita bahas penebalan dinding rahim atau hipeplasia endometrium. Keduanya perlu kamu perhatikan apalagi khusus kaum wanita. Walau sedikit menakutkan saat pertama mendengarnya, kamu perlu menambah wawasan seputar kewanitaan agar bisa mencegah dan tidak mengalami hal-hal yang tak diinginkan.

Kalau begitu yuk kita cari tahu bersama soal masalah kewanitaan salah satunya penebalan dinding rahim di bawah ini, yaaa…

penebalan dinding rahim

Definisi Penebalan Dinding Rahim

Penebalan dinding rahim sendiri adalah salah satu kelainan yang bisa terjadi sistem reproduksi wanita. Kondisi yang juga disebut dengan hiperplasia endometrium ini bisa dipicu oleh berbagai hal, dan umumnya ditandai dengan keluarnya darah dari vagina atau perubahan pola menstruasi.

Dinding rahim ataupun endometrium ini punya dua lapisan jaringan yang menempel pada otot rahim. Lapisan pertama pada dasarnya tidak berubah, sementara untuk lapisan kedua bersifat dinamis dan bisa berubah seiring naik-turunnya hormon estrogen sepanjang siklus menstruasi.

Ketidakseimbangan jumlah hormon yang ada pada rahim bisa membuat dinding rahim menebal secara abnormal dan memicu timbul kelainan lainnya. Dengan demikian, penting bagi kamu setiap wanita untuk mengetahui gejala-gejala atau penyebab gangguan ini agar pengobatan bisa dilakukan segera.

Jenis-jenis

Menurut Healthline, ada dua jenis utama penebalan dinding rahim ini, tergantung pada apakah kondisi itu melibatkan sel yang tidak biasa (atipia) atau tidak. Diantaranya yakni:

  • Hiperplasia endometrium tanpa atipia. Jenis ini tidak melibatkan sel yang tidak normal.
  • Hiperplasia endometrium atipikal. Jenis atipikal ini ditandai oleh pertumbuhan sel-sel berlebih yang dianggap abnormal dan diduga pra-kanker. Pra-kanker yang ada ini punya kemungkinan berubah menjadi kanker rahim apabila tidak segera dilakukan penanganan.

Baca juga: Jangan Sepelekan Nyeri Haid, Bisa Jadi Anda Mengidap Endometriosis

Penyebab Terjadinya Penebalan Dinding Rahim

Meskipun penebalan dinding rahim ini bukan menjadi salah satu bagian dari kanker, namun pada akhirnya bisa memicu komplikasi seperti kanker rahim pada beberapa wanita.

Kemunculan penebalan dinding rahim ini sebetulnya berkaitan dengan tingginya kadar estrogen yang tidak diimbangi oleh kadar progesterone. Pada masa ovulasi atau siap dibuahi, indung telur atau ovarium ini akan melepaskan sel telur dan estrogen.

Dan apabila terjadi pembuahan hormone ini akan membuat dinding rahim menebal dan penuh dengan pembuluh darah sehingga siap bagi embrio atau janin terbentuk.

Namun, saat tidak terjadi pembuahan, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh wanita tentu akan menurun. Sel telur yang belum dibuahi pun akan keluar bersama darah dari vagina ketika haid – proses menstruasi. Kondisi ini bisa membuat dinding rahim mengecil kembali hingga masa ovulasi berikutnya.

Jika jumlah hormon estrogen dalam tubuh wanita terlalu tinggi dan hormon progesteron terlalu rendah, kondisi ini dapat meningkatkan dinding rahim yang kusut secara tidak normal. Dan berikut pemicu- menebalnya dinding rahim abnormal yakni:

  • Menopause, sebab ovulasi telah berhenti bekerja dan hormon progresteron tidak lagi terbentuk.
  • Masa perimenopause atay menjelang menopause, sebab pada masa ovulasi menjadi tidak teratur.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang memicu naiknya hormon estrogen.
  • Penggunaan estrogen dosis tinggi secara jangka panjang setelah menopause pada wanita yang belum menjalani operasi pengangkatan rahim.
  • Haid yang tidak teratur akibat sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau gangguan kesuburan.
  • Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Baca juga: Incar Wanita Produktif, Kenali Ciri & Penyebab Erosi Serviks

Gejala Penebalan Dinding Rahim

Penebalan dinding rahim bisa saja tidak memberikan gejala atau keluhan apa pun yang spesifik. Berikut yang bisa kamu perhatikan sebagai tanda-tanda meliputi:

  • Periode menstruasi berlangsung lebih lama
  • Jumlah darah yang keluar ketika haid lebih deras dari biasanya
  • Siklus menstruasi kurang teratur, misalnya jarak antara siklus bulan lalu dan bulan ini kurang dari 21 hari
  • Pendarahan dari vagina meski sudah menopause

Tanda dan gejala penebalan dinding rahim tersebut terkadang bisa menyerupai gejala penyakit lain, seperti endometriosis ataupun kanker rahim. Sebab itu, kamu perlu memeriksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan penanganan yang tepat dapat dilakukan.

Baca juga: Waspada Vagina Keluar Darah Terus Menerus, Cari Tahu Segera Penyebabnya!

Faktor Pemicu

Berikut beberapa faktor pemicu gangguan reproduksi wanita ini, yakni:

  • Usia di atas 35 tahun
  • Ras kulit putih
  • Tidak pernah hamil sebelumnya
  • Usia tua saat menopause
  • Usia muda saat menstruasi dimulai
  • Riwayat penyakit, seperti diabetes melitus, polycystic ovary syndrome, penyakit kantung empedu, atau penyakit tiroid
  • Merokok
  • Riwayat keluarga terhadap kanker indung telur, usus besar, atau rahim

Kapan harus periksa ke dokter?

Bila sahabat pandawa merasakan tanda-tanda atau gejala-gejala di atas seperti mengalami siklus haid tak wajar, mengalami pendarahan atau setelah menopause. Jangan ragu untuk konsultasikan pada dokter.

Klinik pandawa juga memiliki layanan penyakit kult dan kelamin, andrologi, dan ginekologi yang ditangani oleh masing-masing ahli.

Bila ada pertanyaan atau keluhan hubungi dokter kami di 0821-1141-0672 (WA/SMS/TLP) atau klik layanan konsultasi. Lebih cepat dideteksi, maka akan lebih mudah pula diobati.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)