Mr. P Cenderung Bengkok? Waspada Penyakit Peyronie

Sahabat pandawa pernah mengalami penis bengkok? Atau mungkin bagi sahabat pandawa yang perempuan akan bertanya, apakah bisa penis bengkok dan bagaimana penyebabnya? Bagi kaum wanita pasti merasa bingung ketika pertama kali mendengar ini. Yup, itulah kenyataannya, bahwa penis pria bisa berbentuk bengkok atau tak sewajarnya. Banyak pula penyebabnya bisa dikarenakan bawaan lahir, cedera ataupun kondisi lain.

Penis yang berfungsi sebagai alat seksual ini, kadang kala membuat beberapa pria minder saat ingin penetrasi. Sebenarnya kondisi ini bisa saja wajar terjadi tergantung seberapa bengkoknya penis, namun bila terlalu bengkok patut kamu curigakan.

Apalagi bila sahabat pandawa mengalami penis bengkok disertai dengan gejala lain seperti, nyeri, atau bengkak. Maka kamu butuh konsultasi lebih dalam dengan dokter ahlinya. Kalau begitu, Yuk baca artikel satu ini untuk mengetahui informasi lebih dalam mengenai penis bengkok yang bisa dialami oleh pria.

penis bengkok waspada peyronie

Penis Bengkok 

Mengalami gangguan penis bengkok ke kanan, kiri, atas atau bawah, tentunya membuat para pria merasa minder atau malu dengan keadaannya. Dan terkadang membuat beberapa pria merasa tak puas saat melakukan aktivitas seksual bersama pasangan.

Dengan kondisi ini sebenarnya kamu tetap dapat ‘menggunakan Mr. P’ dengan sangat baik ketika beraktivitas seks dengan pasangan. Kamu bisa mencoba mensiasati penis bengkok dengan beberapa cara atau posisi agar aktivitas seksual pun bisa dinikmati.

Berbeda bila kamu sangat tidak menikmatinya dan ada beberapa tanda yang tidak enak seperti rasa nyeri atau bahkan terasa kebal.

Penyebab Penis Bengkok

Untuk kamu yang baru mendengar gangguan penis ini, pasti bertanya apa yang bisa membuat penis bengkok pada pria?

Pada penis sendiri ada jaringan seperti spons yang akan mengembang ketika dialiri darah bila seorang pria ereksi atau terangsang secara seksual.

Nah, gangguan penis bengkok ini bisa terjadi saat jaringan spons tersebut tak mengembang secara merata karena perbedaan anatomi penis yang normal.

Bila bengkoknya penis masih dalam keadaan normal dan tak cenderung parah, serta tidak disertai rasa sakit atau ngilu dan masih bisa melakukan hubungan seksual dengan lancar, maka tidak perlu kamu khawatirkan.

Namun bila bengkoknya penis disertai dengan rasa sakit dan nyeri yang amat sangat. Maka kamu perlu segera melakukan pemeriksaan dirimu ke dokter terdekat karena dikhawatirkan kamu menderita beberapa penyakit serius yang menimpa alat reproduksimu tersebut.

Adapun indikasi-indikasi situasi dan penyakit yang bisa disebabkan oleh penis dengan keadaan bengkok yaitu:

  • Penyakit peyronie
  • Cedera penis
  • Penyakit autoimun
  • Ketidaknormalan pada jaringan fibrosa karena faktor genetic

Waspada Penyakit Peyronie

Yup, bila kamu para pria yang mengalami penis bengkok disertai cedera, nyeri dan ukuran penis menciut, bisa jadi kamu mengalami penyakit peyronie.

Penyakit Peyronie sebenarnya bisa dialami oleh semua pria dari berbagai usia. Tetapi, sebagian besar penderitanya dialami oleh pria usia paruh baya. Kira-kira ada 3-9 persen pria di dunia menderita penyakit Peyronie.Dan tak kemungkinan juga bisa dialami oleh pria yang masih muda.

Pria yang menderita penyakit ini biasanya masih bisa melakukan aktivitas seksual seperti biasa, hanya saja dalam beberapa kasus gangguan penis ini, pengidapnya dapat menyebabkan rasa sakit dan disfungsi ereksi.

Penyebab Penyakit Peyronie

Penyebab terbentuknya jaringan parut di batang penis belum diketahui secara pasti. Masih dalam kemungkinan kalau hal tersebut berawal dari perdarahan akibat trauma atau cedera.

Cedera ini selanjutnya dapat memicu perdarahan dalam penis, dan memicu respons sistem kekebalan tubuh, yang berdampak pada terbentuknya jaringan parut. Namun, biasanya cedera ini tak selalu bisa diingat oleh penderita.

Tak cuma itu, terdapat dugaan bila terbentuknya jaringan parut disebabkan oleh faktor genetik yang dibawa dari keluarga.

Gejala Penis Bengkok Akibat Peyronie

Tanda-tanda penyakit Peyronie bisa timbul secara tiba-tiba atau berkembang secara bertahap, meliputi:

  • Bentuk penis yang bengkok. Penis bisa melengkung ke bawah, atas, atau ke salah satu sisi.
  • Jaringan parut di bawah lapisan kulit penis. Terdapatnya jaringan parut seperti benjolan atau jaringan padat bila diraba.
  • Penis memendek. Penyakit Peyronie ini bisa membuat penis menciut atau mengecil.
  • Disfungsi ereksi. Pengidap penyakit Peyronie bisa alami gangguan untuk ereksi dan mempertahankannya.
  • Nyeri pada penis. Rasa sakit ini tak cuma terasa ketika penis sedang ereksi, namun juga saat penis tidak mengalami ereksi atau kondisi normal.

Faktor Risiko Penyakit Peyronie

Ada beberapa sejumlah faktor yang bisa menghambat proses penyembuhan cedera, dan memicu terbentuknya jaringan parut pada penis, diantaranya:

  • Usia. Faktor risiko utama menderita penyakit Peyronie ini meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada pria di atas 40 tahun.
  • Genetik. Selanjutnya penyakit Peyronie jauh berisiko dialami pada seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit ini.
  • Kelainan jaringan ikat. Beberapa penderita gangguan ini pun bisa mengalami Dupuytren’s contracture, dimana suatu kondisi saat jaringan keras terbentuk di bawah telapak tangan dan menyebabkan jari tangan tertekuk ke dalam.

Diagnosis Penyakit Peyronie

Untuk mendeteksi penyakit Peyronie ini, biasanya dokter akan bertanya pada pasien soal riwayat penyakit pasien, khususnya mengenai riwayat cedera pada penis sebelum pasien mengalami penyakit Peyronie.

Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dengan melihat dan mengecek jaringan parut pada penis pasien. Jika dirasa perlu, dokter pun akan menyuntikkan obat khusus terlebih dahulu ke penis agar mengalami ereksi.

Untuk mendeteksi jaringan parut juga bisa dilakukan melalui USG atau foto Rontgen guna melihat seberapa parah bengkoknya penis. Kemudian, dokter pun bisa menganjurkan melakukan biopsi, yaitu dengan mengambil sedikit sampel jaringan bagian penis yang menekuk, untuk diperiksa di laboratorium.

Kapan Harus Ke Dokter?

Jika sahabat pandawa merasakan ada yang berbeda atau mengalami perubahan seperti yang disebutkan di atas mengenai gejala peyronie, jangan ragu untuk ke dokter klinik kulit dan kelamin.

Kamu pun bisa datang ke Klinik Pandawa sebagai salah satu klinik kulit dan kelamin terbaik di Jakarta. Kamu bisa segera melakukan pemeriksaan dini dengan beberapa bantuan dari dokter ahli Kami serta didukung alat penunjang yang terbaik.

Pasalnya bila kamu terlambat dan membiarkan akan bisa memicu komplikasi seperti gangguan seksual atau impotensi. Dimana gangguan seksual ini bisa saja merusak hubungan percintaan kamu.

Dan untuk mencegah hal-hal yang lebih buruk, pastikan kamu tidak mencoba obat selain dari anjuran dokter ahlinya, ya.

Semoga artikel ini dapat berguna untuk kamu semua. Ingat untuk para pria agar selalu menjaga baik penis dengan menjaga kebersihan penis. Untuk informasi lengkapnya dan langkah pengobatan, silakan kamu melakukan konsultasi online secara gratis ke dokter kami melalui konsultasi online ataupun menghubungi kami di 0821-1141-0672via WhatsApp, SMS, atau telepon.

Segala rahasia medis terjamin keamanannya.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)