Penyakit Furunkel (Bisul): Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi

Sahabat pandawa pasti sudah tak asing lagi mendengar penyakit bisul atau furunkel. Penyakit furunkel atau bisul ini menjadi penyakit yang sering dijumpai banyak orang. Benjolan di kulit ini terasa menyakitkan berisi nanah dan mengganggu aktivitas.

Bisul atau penyakit furunkel ini bisa berada di bagian tubuh manapun, bahkan kelamin. Penyebab timbulnya infeksi kulit ini pun bervariasi. Untuk mengatasi bisul juga tidak boleh sembarang. Banyak orang yang memaksa untuk memencet bisul tersebut dan pada akhirnya bisa bertambah parah dan meninggalkan bekas luka mengganggu.

Nah pada kesempatan kali ini klinikpandawa.id akan membahas mengenai penyakit furunkel atau lebih tepatnya bisul. Bagi sahabat pandawa yang ingin mengetahui seperti apa ciri-ciri, penyebab bisul, dan bagaimana cara tepat mengatasinya, simak terus artikel ini hingga selesai.

penyakit furunkel

Apa itu penyakit furunkel atau bisul?

Penyakit furunkel atau yang dikenal juga dengan nama bisul adalah abses kulit yang disebabkan oleh infeksi stafilokokus. Penyakit bisul mempengaruhi folikel rambut dan jaringan di sekitarnya. Karbunkel merupakan kelompok bisul yang menyatu di bawah kulit.

Masalah ini akan memengaruhi lapisan yang lebih dalam dan bisa menimbulkan jaringan parut. Penyakit furunkel adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau jamur yang ditemukan di folikel rambut.

Folikel rambut yang terinfeksi bisa berada di mana saja di tubuh, tidak hanya di kulit kepala. Ketika folikel rambut terinfeksi, kulit di sekitarnya menjadi meradang. Furunkel tampak merah, timbul benjolan di kulit yang akan pecah. Furunkel paling umum terjadi di wajah dan leher serta paha atau bokong.

Baca juga: Jangan Sepelekan Benjolan di Area Mr. P, Berikut Penyebabnya

Gejala penyakit furunkel

Penyakit furunkel ini biasanya mempengaruhi folikel rambut dan jaringan di sekitarnya. Ada pula beberapa gejala yang mungkin timbul dari penyakit ini seperti berikut:

  • Terdapat “mata” di puncak benjolan yang berwarna putih
  • Tonjolan bulat dan bengkak yang mungkin berisi nanah berwarna terang
  • Benjolan bulat, merah, bengkak yang tumbuh secara bertahap
  • Lembut dan sensitif
  • keluarnya nanah keputihan dari jaringan mati dan sel darah
  • Bisul membentuk kelompok
  • Bisul bisa muncul di mana saja di tubuh, termasuk di bagian dalam paha.
  • Bisul dengan cepat tumbuh menjadi benjolan merah muda atau merah dan menyakitkan.
  • Kulit di sekitarnya meradang dan sensitif.
  • Luka atau borok sering muncul di leher, payudara, wajah, bokong, atau paha. Bisul atau furunkel ini dapat muncul di area-area yang banyak ditumbuhi rambut, keringat, gesekan, dan cenderung dimulai di folikel rambut.

Penyebab

Furunkel atau bisul adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Biasanya berkembang di area kulit yang hangat dan lembap, paling sering di lubang hidung, ketiak, lipatan antara bokong dan bagian dalam paha

Bisul juga bisa menyebar di bawah kulit dan menggumpal, yang bisa menyebabkan jaringan parut pada kulit. Ukuran dan warna bisul bisa bervariasi tergantung pada tingkat keparahan atau luas kulit. Namun, kebanyakan bisul memiliki penampilan yang mirip. 

Aureus, juga dikenal sebagai bakteri Staphylococcus, hidup di kulit, di hidung, atau di tenggorokan. Biasanya sistem kekebalan menjaga mereka tetap terkendali, tetapi terkadang mereka masuk ke kulit melalui folikel rambut atau melalui sayatan di kulit.

Ketika kulit terinfeksi, sistem kekebalan bereaksi dengan mengirimkan sel darah putih ke area yang terkena untuk menghancurkan bakteri. Nanah merupakan penumpukan bakteri mati, sel darah putih mati, dan kulit mati penyebab penyakit bisul.

Baca juga: Jangan Sepelekan Benjolan di Area Mr. P, Berikut Penyebabnya

Kondisi berikut yang dapat meningkatkan risiko ulkus meliputi:

  • Diabetes: Kadar gula darah atau glukosa yang tinggi dapat mengurangi kemampuan sistem kekebalan untuk merespons infeksi.
  • Pengobatan: Obat-obatan tertentu menekan sistem kekebalan.
  • HIV dan penyakit lainnya: Kondisi tertentu melemahkan sistem kekebalan
  • Penyakit kulit: psoriasis, eksim dan jerawat meningkatkan kerentanan.
  • Obesitas juga meningkatkan risikonya.
  • Seringkali, bakteri normal di hidung atau kulit seseorang dapat menyebabkan abses. Namun, infeksi dapat menyebar ketika seseorang berbagi ruang, bahan, atau perangkat seperti pakaian, peralatan olahraga, dan air.

 Faktor risiko

Ada banyak faktor risiko terjadinya maag (bisul). Faktor risiko umum untuk ini termasuk:

  • Mengenakan pakaian longgar atau tidak pas saat berolahraga
  • Bermain olahraga atau melakukan latihan yang menggosok bagian dalam paha kamu, seperti berlari, berjalan jarak jauh, hiking, atau bersepeda
  • Mengenakan pakaian kotor, terutama saat berolahraga atau melakukan aktivitas yang menimbulkan gesekan atau keringat pada bagian dalam paha kamu
  • Berjalan atau berlari di iklim yang hangat dan lembap
  • Alat cukur, waxing dan penghilang bulu lainnya yang merusak permukaan kulit

Faktor spesifik yang dapat menyebabkan risiko bisul yang tinggi meliputi:

  • Diabetes
  • Seks aktif, terutama jika kamu memiliki lebih dari satu pasangan
  • Tertular penyakit menular seksual
  • Efek samping obat-obatan seperti antibiotik dan steroid
  • Menggunakan pembilas vagina, seperti sabun sirih
  • Menggunakan pakaian yang lembap atau ketat

Cara mengatasi penyakit furunkel yang aman

Kamu sudah memahami penyakit furunkel beserta gejala, penyebab, hingga bahaya komplikasinya. Apabila kamu mengalami gejala furunkel atau bisul ini maka segera lakukan tindakan secepatnya dengan mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin.

KLINIK PANDAWA bisa menjadi salah satu opsi terbaik untuk menemukan dokter spesialis kulit dan kelamin. Kami memiliki dokter ahli profesional dan berpengalaman dalam menangani berbagai permasalahan kulit & kelamin, termasuk furunkel (bisul).

Jika kalian butuh informasi dan penjelasan lebih lanjut maka seegra konsultasikan dengan konsultan medis kami secara gratis lewat KONSULTASI GRATIS atau hubungi 0821-1141-0672 / 021-62313337 whatsapp / SMS / telp. Kami dengan senang hati melayani kamu. Semua rahasia medis dijamin.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)