Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Mengenal Keloid, Benjolan Bekas Luka yang Mengganggu Penampilan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Sekarang ini siapa sih yang tak mau punya kulit bersih, mulus dan bebas luka? Mulai dari wanita hingga pria pasti mengharapkan bebas dari gangguan kulit agar penampilan pun makin maksimal dan percaya diri. Bekas luka atau yang disebut juga dengan keloid ini sering sekali bisa membuat kepercayaan diri menurun. Penyakit keloid ini bisa berada dengan berbagai variasi bentuk di area tubuh oleh akibat luka dalam yang membekas sehingga muncul benjolan.

penyakit keloid

Apa pun yang bisa memicu bekas luka bisa membuat timbulnya keloid. Mulai dari goresan kecil, faktor kecelakaan, bekas luka jahitan, bekas luka bakar melepuh ataupun bekas luka operasi. Seringnya penyakit keloid atau benjolan bekas luka ini bisa berwarna kulit, kecokelatan hingga keungu-unguan.

Tidak sedap dipandang, kamu yang memiliki penyakit keloid ini mungkin akan memiliki kekhawatiran yang melampaui estetika. Keloid bisa memicu ketidaknyamanan, sesak, atau bahkan terbatasnya gerakan apabila berada di area sendi, seperti lutut, sikut atau pergelangan kaki.

Peregangan kulit yang berlebihan dapat menyebabkan rasa gatal, dan karena ukurannya yang lebih besar, keloid rentan bergesekan dengan pakaian sehingga menyebabkan iritasi. Untuk itu tidak boleh sembarangan untuk mengatasi masalah kulit ini. Kamu tetap perlu bantuan medis untuk mengembalikannya.

Apa itu penyakit keloid?

Keloid ini merupakan jaringan parut atau fibrosis yang tumbuh secara berlebih di area kulit tempat bekas luka berada. Kondisi ini biasanya muncul pada kulit bekas luka tindik, vaksinasi, operasi bedah, dan jerawat.

Normalnya, bekas jaringan parut yang berlebihan ini akan sembuh dan memudar sendirinya seiring waktu dan dengan perawatan.

Apabila kamu tak lanjut dilakukan penanganan, penyakit keloid di area kulit bekas luka ini berpotensi untuk terus berkembang dan membesar. Penyebab keloid membesar pun beragam, di mana pertumbuhannya akan berbeda pada masing-masing individu.

Penyebab Penyakit Keloid Membesar

Tumbuhnya keloid pada bekas luka bisa dipicu oleh beberapa kejadian seperti goresan ketika bercukur, luka lepuhan dari api, sayatan pisau atau bekas operasi, gigitan serangga, masalah kulit seperti jerawat, cacar air, dan penyakit lain yang memunculkan jaringan parut.

Seiring berjalannya waktu, keloid yang ada pada bekas luka akan tumbuh dan juga membesar dengan sendirinya hingga ukuran tertentu. Pertumbuhan keloid pada setiap orang berbeda satu sama lain, bisa dalam hitungan minggu atau berbulan-bulan untuk mencapai ukuran maksimal.

Belum ada keterangan pasti mengenai apa yang menjadi penyebab penyakit keloid membesar. Tetapi, genetik keluarga bisa menjadi salah satu faktor yang memicu kemunculan dan pertumbuhan keloid di area kulit bekas luka.

Seberapa umum penyakit keloid ini?

Menurut American Osteopathic College of Dermatology (AOCD), setidaknya ada 10% orang memiliki luka keloid. Penyakit keloid merupakan kondisi yang bisa dialami oleh pria dan wanita.

Faktor risiko lainnya meliputi keturunan Afrika, Asia atau Latin, sedang mengandung dan di bawah usia 30 tahun.

Tetepi, keloid ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga: Berikut Ragam Cara Ampuh Lenyapkan Bekas Jerawat Kemerahan Layak Di Coba!

Tanda dan Gejala Keloid

Berikut beberapa tanda-tanda atau gejala kemunculan jaringan parut atau penyakit keloid, diantaranya meliputi:

  • Dimulai dengan luka yang berwarna merah, merah mudah atau keungu-an.
  • Muncul benjolan dan tumbuh dengan lambat
  • Berbeda tekstur dengan kulit lain
  • Sakit dan gatal

Pada kasus langka, kamu mungkin bisa mengalami kondisi ini dalam jumlah banyak pada tubuh. Apabila hal ini terjadi, jaringan luka yang mengeras dan kencang dapat membatasi pergerakan kamu.

Bagi kamu yang mengutamakan penampilan, kehadiran penyakit keloid di area-area terbuka seperti daun telinga, wajah, atau leher bisa saja menurunkan rasa kepercayaan diri. Maka dari itu, keloid sering disebut lebih berdampak buruk terhadap penampilan dibanding kesehatan.

Cara menghilangkan keloid yang sudah terlanjur besar

Seperti yang disebutkan di atas, meski tidak memberikan efek bahaya pada kesehatan apabila dibiarkan, tentu bisa menurunkan kepercayaan diri secara otomatis. Jika kamu ingin menghilangkan penyakit keloid ini kamu bisa simak beberapa cara alternative di bawah ini;

  1. Operasi. Cara cepat ini sebetulnya bisa menimbulkan masalah baru apabila kita tidak melakukan perawatan ekstra sesudah operasi. Meski begitu, potensi ini bisa kamu cegah dengan mengombinasikan dengan perawatan tepat.
  2. Terapi radiasi. Menerapkan terapi radiasi setelah operasi dapat mengurangi risiko kemunculan keloid pada bekas luka.
  3. Kompresi atau pemberian tekanan. cara ini bisa dijalankan dengan memberikan tekanan beban pada penyakit keloid yang ada di kulit menggunakan perban atau plester. agar hasil maksimal, pemberian tekanan di keloid bisa dilakukan selama 24jam sehari dalam kurun waktu lama sekitar setahun.
  4. Laser. Bila kamu takut operasi bisa mencoba cara lain dengan terapi laser untuk menghilangkan penyakit keloid.
  5. Gel silikon. Menurut beberapa studi, melembapkan bekas luka dengan cara menutupnya dengan silikon gel dapat mengurangi ukuran keloid secara perlahan. Cara ini terbilang aman dan nyaman karena tidak menimbulkan rasa sakit.
  6. Suntik kortikosteroid untuk meredakan peradangan

Baca juga: Tak Perlu Khawatir, Berikut Cara Hilangkan Bekas Luka di Tubuh Paling Ampuh

Kapan harus ke dokter?

Meski benjolan penyakit Keloid bersifat jinak, bukan berarti tidak mengganggu. Sebab, dari segi estetika Keloid amat tidak sedap dipandang.

Imbasnya, menghilangkan penyakit Keloid pun harus dilalui. Baik dengan operasi, suntikan, krim, pembalut anti Keloid ataupun sinar laser. Cuma itu? Tentu tidak! kamu juga bisa melakukan perawatan dengan Nano fractional yang hanya ada di Klinik Pandawa.

Klinik Pandawa merupakan salah satu klinik kulit (dermatologi) terbaik di Jakarta. Klinik Pandawa Jakarta memiliki banyak pasien penyakit kulit, seperti keloid, dengan berbagai penyebab dan komplikasi.

Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut, kamu dapat menghubungi WhatsApp / SMS / Telp 0821-1141-0672 untuk konsultasi gratis dengan dokter profesional kami. Kami dengan senang hati melayani Anda dan semua rahasia medis akan dijamin.

Referensi:
Nhs.uk/ Keloid Scars
Familydoctor.org/Keloids
Medscape.com/ Keloids

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)