Perhatikan Penyakit Klamidia Ini, Infeksi Menular Seksual Sebabkan Rasa Nyeri di Kelamin

Sahabat pandawa pernah mendengar penyakit klamidia? Sayangnya salah satu golongan infeksi menular seksual ini, memiliki gejala klamidia yang minim. Dilihat dari golongannya saja, penyakit ini perlu diwaspadai. Bagi sahabat pandawa yang gemar gonta-ganti pasangan seksual atau hubungan seksual berisiko (risk sexual behavior) memiliki tingkat kerentanan yang tinggi. Pasalnya, penularan penyakit klamidia ini terjadi melalui kontak seksual.

Sementara itu, penyakit kelamin ini sering tak disadari oleh karena gejalanya samar-samar dan tak langsung terlihat begitu saja. Lantas, seperti apa penyakit klamidia yang bisa menyebabkan nyeri di kelamin ini? Apakah berbahaya? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini, ya!

Definisi, apa itu penyakit klamidia?

Chlamydia, atau yang juga disebut dengan klamidia, merupakan penyakit kelamin berupa infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi tersebut bisa muncul di bagian-bagian tubuh yang terlibat dalam aktivitas seksual, seperti mulut, anus, dan alat kelamin.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) penyakit klamidia tergolong kategori penyakit infeksi menular seksual (IMS) atau sexually transmitted disease (STD). Rentan menular, bayi yang dilahirkan oleh pengidap penyakit klamidia pun berisiko tinggi untuk tertular.

Penyakit kelamin ini membutuhkan penanganan serius, sebagaimana berbagai IMS pada umumnya. Bila telat, berbagai komplikasi dan gangguan kesehatan lain bisa terjadi. Seperti, mengganggu kesuburan pada wanita dan pria.

Penyebab klamidia

Penyakit klamidia disebabkan oleh bakteri bernama Chlamydia trachomatis. Tentu, bakteri ini bisa menyebar pada wanita dan pria melalu hubungan seksual baik oral, vaginal, maupun anal.

Penyakit kelamin ini juga memungkinkan seorang ibu menyebarkan klamidia kepada anaknya saat melahirkan. Sehingga dapat menyebabkan pneumonia atau infeksi mata serius pada bayinya.

Seberapa umumkah penyakit klamidia ini?

Dilansir dari laman Planet Parenthood, ada sekitar 3 juta orang penduduk Amerika yang terkena penyakit kelamin ini setiap tahunnya. Kebanyakan orang yang terkena biasanya berusia 14 sampai 24 tahun.

Dilansir dari medicalnewstoday, Penyakit 3 kali lebih umum dari gonore (kencing nanah) dan 50 kali lebih umum dibandingkan dengan sifilis. Bila Sahabat Pandawa, merasa bahwa kemungkinan terinfeksi atau cukup berisiko segera konsultasikan ke dokter.

Gejala Klamidia

Klamidia tergolong pada infeksi menular seksual yang jarang disadari. Pasalnya, penyakit kelamin ini sering kali tidak menunjukkan tanda dan gejala spesifik di awal kemunculannya.

Tanda dan gejala klamidia biasanya muncul satu hingga dua minggu setelah terpapar infeksi. Namun tanda ini pun sering kali ringan dan hilang begitu saja sehingga tak begitu dihiraukan. Misalnya, nyeri di kelamin. Meski nyeri ringan, tapi banyak yang menyepelekannya.

Adapun berbagai tanda dan gejala klamidia yang biasanya muncul akan berbeda pada pria dan wanita, berikut selengkapnya:

Gejala klamidia pada wanita, antara lain:

  • Sakit perut bawah
  • Keputihan yang jauh lebih banyak dari biasanya dengan warna yang cenderung kuning serta berbau busuk
  • Perdarahan yang terjadi di antara siklus haid
  • Demam ringan
  • Sakit saat seks
  • Perdarahan setelah berhubungan seks
  • Rasa terbakar saat buang air kecil
  • Buang air kecil lebih sering
  • Pembengkakan di vagina atau sekitar anus
  • Iritasi di rektum

Gejala klamidia pada pria, juga bisa dialami dan tak hanya wanita saja, berikut diantaranya;

  • Rasa sakit dan terbakar saat buang air kecil
  • Penis mengeluarkan cairan berupa nanah, cairan yang encer, atau putih dan kental seperti susu
  • Testis bengkak dan nyeri saat ditekan
  • Iritasi pada rektum

Berbagai gejala klamidia ini tak selalu timbul pada orang yang terinfeksi penyakit klamidia. Dibeberapa kasus, ada orang yang bahkan tak memiliki gejala klamidia sama sekali. Bila Sahabat Pandawa  mengalami satu atau lebih gejala klamidia, termasuk yang tidak disebutkan di atas, segera konsultasikan ke dokter.

Mungkinkah penyakit klamidia bisa sembuh sepenuhnya?

Penyakit klamidia menjadi penyakit IMS yang paling umum. Pasalnya, bakteri chalmydia trachomatis yang memicu penyakit klamidia bisa dengan mudah menyebar, bahkan tanpa menimbulkan gejala tertentu. Jadi, banyak orang yang tak sadar ia memiliki bakteri tersebut di dalam tubuhnya.

Biasanya, penyakit ini ditandai dengan gejala seperti keluarnya cairan tidak normal dari vagina atau nyeri ringan di kelamin. Bila memang Sahabat Pandawa mengalaminya, jangan keburu berkecil hati dan pupus harapan dulu. Pasalnya, penyakit klamidia masih dapat disembuhkan dan dihilangkan dari tubuh.

Hanya saja, Sahabat pandawa harus rutin menjalani dan mematuhi semua pengobatan yang dianjurkan oleh dokter. Bila tidak, bakteri penyebab penyakit klamidia yang menginfeksi di dalam tubuh bisa mengakibatkan berbagai komplikasi lain membahayakan kesehatan.

Komplikasi

Beberapa komplikasi yang disebabkan oleh penyakit klamidia antara lain;

  • Infeksi kelenjar prostat. Organisme atau bakteri klamidia bisa meluas ke kelenjar prostat pria. Dimana menyebabkan nyeri saat berhubungan intim, demam, nyeri saat BAK, dan nyeri pinggul.
  • Infeksi pada bayi baru lahir. Infeksi kelamin klamidia bisa menular dari saluran vagina dan menularkan pada sang bayi saat persalinan, hingga menyebabkan pneumonia atau infeksi mata yang serius.
  • Infertilitas. Penyakit kelamin ini tentu bisa menyebabkan gangguan kesuburan bagi wanita dan pria. Bahkan yang singan sekalipun dapat menyebabkan jaringan parut dan obstruksi pada tuba falopi dan membuat wanita mandul.
  • Artritis reaktif. Dimana mempengaruhi sendi-sendi, mata dan uretra atau saluran kemih.

Kapan harus ke dokter?

Sahabat pandawa bisa langsung melakukan kontrol atau pemeriksaan pada dokter ahli bila mengalami gejala klamidia seperti di atas atau perubahan yang tidak biasa di area vital. Pengobatan untuk penyakit klamidia akan dilakukan dengan memberikan obat antibiotik.

Dalam kebanyakan kasus, infeksi klamidia biasanya akan sembuh dalam waktu satu sampai dua minggu. Selama waktu pengobatan itu, Sahabat pandawa tidak diperbolehkan berhubungan intim untuk mencegah penyebarannya.

Dokter juga akan menyarankan pasangan Sahabat Pandawa untuk mendapatkan pengobatan yang sama meski tidak merasakan gejala. Bila tidak, infeksi bisa bolak balik muncul.

Namun demikian, meski klamidia telah diobati, tubuh tak kebal terhadap bakteri ini. Artinya setelah sembuh Sahabat Pandawa masih bisa terinfeksi lagi di masa mendatang jika terus melakukan hal berisiko.

Klinik Pandawa salah satu klinik spesialis penyakit kulit dan kelamin terbaik di Jakarta. Pelayanan medis yang diberikan antara lain andrologi, ginekologi, bedah minor, penyakit kulit dan kelamin. Seperti gonore, sifilis, herpes, kutil kelamin, dan sebagainya.

Klinik Pandawa dapat dihubungi di nomor telepon 021-62313337 atau 0821-1141-0672 (telepon/SMS/WA) dan klik layanan konsultasi untuk berkonsultasi online dengan dokter kami secara gratis seputar penyakit dan keluhan Sahabat Pandawa.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)