Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Mengenal Kutil Kelamin, Penyakit Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Sahabat Pandawa, tahukah kamu bila kutil tidak hanya bisa ditemukan kulit tubuh? Yup, selain ditubuh, kutil ternyata bisa tumbuh dan timbul di area kelamin. Yaitu kutil kelamin. Umumnya disebabkan karena adanya virus HPV (Human Papilloma Virus) tertentu. Penyakit Kutil kelamin umumnya berbentuk tonjolan dan biasanya berwarna keabu-abuan atau senada dengan kulit. Yuk, mari kita bahas lebih lanjut salah satu penyakit menular seksual yaitu penyakit kutil kelamin dan gejala kutil kelamin, di bawah ini, ya!

Faktor Risiko dan Penyebab Kutil Kelamin

Umumnya, penyakit kutil kelamin disebabkan karena adanya perkembangan HPV tertentu. Kurang lebih terdapat 100 tipe HPV dan berdasarkan data dari Badan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), HPV 6 dan HPV 11 merupakan penyebab lebih dari 90 persen dari kasus kutil kelamin ini.

HPV 6 dan HPV 11, dimana merupakan penyebab kutil kelamin yang paling umum dam virus ini biasanya tidak menyebabkan kanker. Sedangkan HPV 16, merupakan penyebab kebanyakan kanker. HPV 18, 31, dan 45 juga jenis berisiko, artinya menyebabkan kanker, terutama kanker serviks.

HPV menjadi virus yang mudah menular dan berbahaya. Pasalnya dapat menular lewat kontak kulit. Begitupun lewat kontak seksual dengan pengidap menjadi penyebab kasus penularan HPV yang paling sering dan cepat terjadi. American Academy of Dermatology pun menyebutkan fakta bila setengah dari orang yang berhubungan seksual juga memiliki jenis infeksi HPV tertentu.

Faktor risiko meliputi individu berusia 17–33 tahun dengan status seksual aktif, terutama pada mereka yang berhubungan seksual tanpa kondom. Walaupun kondom tidak dapat melindungi seseorang dari HPV 100 persen.

Mengenal penyakit kutil kelamin

Penyakit kutil kelamin yaitu adanya benjolan kecil yang tumbuh di sekitar area kelamin dan dubur. Penyakit ini termasuk infeksi menular seksual yang bisa dialami siapa saja yang telah aktif secara seksual. Ditularkan melalui hubungan seksual, baik seks melalui vagina, anal, ataupun secara oral.

Kutil kelamin ini berukuran kecil dan tidak mudah terlihat dengan kasat mata. Akan tetapi kutil kelamin menyebabkan rasa gatal, sensasi seperti terbakar, serta nyeri, hingga perdarahan saat berhubungan intim.

Gejala Kutil Kelamin

Gejala yang ditimbulkan oleh kutil kelamin biasanya ditemukannya tonjolan kulit dengan permukaan yang cenderung kasar. Pada kasus tertentu, kutil dapat juga disertai dengan rasa gatal, nyeri, dan sensasi terbakar. Kutil yang timbul di area dalam liang Miss V dapat menyebabkan perdarahan dan keputihan.

Pada pria, kutil ini dapat muncul di area rambut kelamin, batang penis, kepala penis, buah zakar, selangkangan dalam, hingga anus. Sedangkan pada wanita, kutil ini dapat muncul di area pubis, labia minora dan mayora, serviks, selangkangan dalam, dan anus.

Penyakit kutil kelamin dapat muncul dalam beberapa minggu, bulan, atau bahkan tahun setelah kontak seksual dengan orang yang terinfeksi. Hal ini tergantung pada besarnya virus dan sistem kekebalan tubuh.

Tak jarang juga beberapa orang tidak menyadari dan sering menyepelekan gejala-gejala kutil kelamin di atas. Penyakit kutil kelamin sangat rentan pada orang yang aktif secara seksual dengan banyak pasangan atau berhubungan dengan orang yang berganti-ganti pasangan, memiliki imunitas yang rendah, serta orang yang merokok dan mengonsumsi alkohol.

Sebaiknya bila Sahabat Pandawa menemukan keanehan atau ada perubahan warna dan bentuk di area kelamin, segera konsultasikan pada dokter ahlinya.

Komplikasi Kutil Kelamin

Adapun beragam komplikasi yang bisa ditimbulkan oleh kutil kelamin, antara lain:

  • Memicu terjadinya kanker di area kelamin, mulut dan tenggorokan. Salah satu contohnya adalah kanker serviks.
  • Gangguan saat kehamilan.
  • Bayi yang terlahir dari ibu dengan kutil kelamin berisiko mengalami infeksi kutil di ternggorokan.

Diagnosis

Diagnosis bisa ketahui dengan melalui wawancara di mana dokter akan menanyakan tentang riwayat seksual Sahabat Pandawa. Dokter juga tentu akan melakukan pemeriksaan fisik langsung dan pemeriksaan penunjang. Biasanya, lapisan atas kutil akan dikikis untuk diambil sampelnya dan melihat adanya titik gelap yang menunjukkan sumbatan pembuluh darah yang umum terjadi pada kutil.

Pilihan lain bisa dengan melakukan shave biopsy sebagai prosedur pengangkatan bagian kecil pada kutil. Dengan sampel kecil ini akan dikirim ke laboratorium untuk mengetahui status kutil, jenis obat, penanganan yang tepat, serta mencegah kemungkinan pertumbuhan kutil lainnya.

Pengobatan Kutil Kelamin

  • Pengobatan Laser. Apabila penyakit kutil kelamin yang muncul terus-menerus makin banyak, maka pengobatan dengan laser bisa dilakukan. Sebelum melakukan pengobatan laser, dokter memberikan krim mati rasa untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
  • Krioterapi. Metode ini melakukan pembekuan kutil kelamin dengan cyroprobe atau nitrogen cair. Tingkat responnya tinggi dan tindakan ini memiliki efek samping yang minim.
  • Electrodesiccation. Kutil kelamin akan dibuang dengan menggunakan arus listrik bila memakai metode pengobatan ini.
  • Konsumsi obat. Dengan mengonsumsi obat tertentu, kutil kelamin dapat diobati. Kamu bisa mendapatkannya setelah berbicara dengan dokter.
  • Bedah. Penanganan bedah untuk menghilangkan kutil kelamin bisa dilakukan. Tindakan bedah meliputi pemotongan kutil. Jenis pengobatan ini disarankan, tetapi bila kutil terbilang kecil dan hanya sedikit. Tindakan ini efektif seperti pengobatan lainnya, tetapi tidak ada jaminan kutilnya tidak akan muncul kembali.

Pencegahan Kutil Kelamin

Menghindari berhubungan intim dengan individu yang mengidap kutil kelamin merupakan salah satu langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Selain itu, penggunaan pengaman juga bisa dilakukan demi mengurangi risiko penularan.

Aktivitas seks oral dengan individu yang mengidap kutil kelamin juga sebaiknya dihindari. Melihat karena virus HPV ini juga dapat menyerang mukosa mulut.

Kapan Harus ke Dokter?

Sahabat pandawa perlu menghubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala kutil kelamin seperti yang telah disebutkan di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatanpun bisa lebih cepat dilakukan.

Datanglah ke klinik kulit dan kelamin terbaik bersama pasanganmu untuk mengikuti sejumlah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat untuk penyakit kutil kelamin ini.

Klinik Pandawa ahli mengatasi permasalah kulit dan kelamin, juga penyakit menular seksual selain kutil kelamin seperti, gonore, kandidiasis, sifilis atau raja singa.

Apabila Sahabat Pandawa membutuhkan informasi dan pengobatan lebih lanjut maka bisa melakukan KONSULTASI ONLINE GRATIS dengan dokter kami melalui layanan konsultasi. Segera hubungi kami melalui nomor 0821-1141-0672/ 021-62313337 Whatsapp / SMS/ telp. Segala rahasia medis terjamin

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)