Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Sering Alami Kencing Tak Sampai Tuntas? Cari Tahu Penyebabnya Di Sini

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Sahabat pandawa pernah ngga sih, merasakan belum tuntas saat buang air kecil sehingga sering merasa ingin ke wc terus? Biasanya hal ini sering dialami ketika memasuki tempat dingin atau musim dingin, karena itu kita merasa ingin bolak-balik ke kamar mandi. Tetapi, hal ini berbeda bila kamu sering mengalami gangguan kencing di tiap saat dan dalam waktu yang lama. Yuk kita cari tahu penyebab kencing tidak tuntas yang sering diabaikan ini.

penyebab kencing tidak tuntas

Sebenarnya seperti apa itu kencing tidak tuntas?

Seperti yang disebutkan di atas, kencing tidak tuntas merupakan kondisi ketika sahabat pandawa merasa ingin kencing lagi padahal kamu baru saja buang air kecil.

Kondisi bisa terjadi sebab masih adanya air seni yang tersisa di dalam kandung kemih kamu. Sehingga lantas membuat resah dan terasa tanggung.

Sebenarnya, gangguan kencing ini bisa dialami oleh siapa saja dan dapat terjadi dalam masa hidup kita.

Gangguan kencing yang belum selesai ini bisa dipicu dari berbagai hal dan perlu ditangani sesuai dengan penyebab kencing tidak tuntas. Gangguan kencing ini umumnya muncul ketika proses pengosongan air seni di dalam kandung kemih tidak selesai atau belum tuntas sewaktu buang air kecil.

Saat mengalami gangguan kencing ini, sahabat pandawa bisa saja merasakan beberapa gejala yang menyertai, seperti sakit saat kencing, merasa ingin pipis terus-terusan atau beser, sering kencing, dan aliran air seni yang keluar lemah atau sedikit.

Jika sahabat pandawa merasakan tiap kali kencing seperti yang disebutkan, sebaiknya jangan disepelekan. Segera konsultasikan dengan dokter terpercaya kamu.

Penyebab kencing tidak tuntas

Gangguan kencing tidak tuntas yang dialami pun bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan, bukan cuma gangguan di saluran kemih saja. Di bawah ini adalah kemungkinan beberapa penyakit atau kondisi yang bisa menjadi penyebab kencing tidak tuntas:

1.Infeksi saluran kemih atau ISK

Penyebab kencing tidak tuntas yang sering dialami ini biasanya disebabkan oleh penyakit yang dikenal dengan infeksi saluran kemih. Biasanya penyakit ini dialami oleh kaum wanita tapi tak menutup kemungkinan bila kaum pria pun bisa mengalami infeksi ini.

Sementara itu, penyakit infeksi menular seksual atau IMS, misalnya gonore atau kencing nanah, pun bisa memicu keluhan berupa kencing tidak tuntas atau terasa perih.

Gejala ISK paling umum diantaranya seperti demam, meningkatnya frekuensi kencing, perut bagian bawah nyeri, sensasi panas ketika buang air kecil, urin berwarna pekat, adanya darah dan aroma yang kuat serta keinginan buang air kecil namun sedikit yang keluar.

2. Benign prostatic hyperplasia atau BPH

Selain infeksi saluran kemih, penyebab kencing tidak tuntas selanjutnya bisa disebabkan oleh karena BPH atau pembesaran kelenjar prostat jinak. Dimana BPH merupakan salah satu gangguan prostat yang banyak terjadi pada pria usia lanjut.

Kemunculan gangguan kencing tidak tuntas akibat BPH sering disebabkan oleh pembesaran kelenjar prostat, sehingga menekan saluran kemih dan otomatis membuat rasa ingin kencing sementara air seni yang keluar pun kurang lancar.

Tingkat keparahan gejala pada orang yang mengalami pembesaran kelenjar prostat bervariasi, tetapi gejala cenderung memburuk seiring berjalannya waktu. Tanda dan gejala umum BPH meliputi:

  • Sering atau mendesak ingin buang air kecil
  • Meningkatnya intensitas buang air kecil di malam hari (nokturia)
  • Kesulitan mulai buang air kecil
  • Aliran air seni melemah atau aliran yang berhenti dan mulai
  • Dribbling di akhir buang air kecil
  • Ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih sepenuhnya

3. Penyebab Kencing Tidak Tuntas – Kerusakan Saraf

Kemungkinan sahabat pandawa mengalami gangguan kencing ini bisa disebabkan oleh adanya kerusakan saraf. Proses buang air kecil sendiri diatur oleh saraf di otak dan sistem saluran kemih. Sesaat terjadi kerusakan atau gangguan pada saraf yang mengatur proses buang air kecil, keadaan ini dapat menjadi penyebab kencing tidak tuntas.

Adapun sebagian contoh penyakit ataupun gangguan kerusakan saraf yang bisa memicu penyebab kencing tidak tuntas, antara lain yaitu stroke, diabetes, dan cedera saraf tulang belakang.

4. Gangguan Infeksi Kandung kemih

Selain infeksi saluran kemih, ada juga infeksi kandung kemih yang merupakan penyakit infeksi yang menyerang kandung kemih dan salah satu jenis ISK. Infeksi ini biasanya ditandai dengan rasa sakit ketika buang air kecil.

Bila dibiarkan berlama-lama, infeksi kandung kemih ini bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti infeksi ginjal dan hematuria (kencing berdarah).

Gejala infeksi kandung kemih diantaranya yaitu; rasa nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, frekuensi buang air kecil meningkat, tapi hanya sedikit urine yang keluar. Kemudian rasa tidak nyaman di perut bawah dan panggul, air seni berwarna keruh dan berbau tidak sedap, terdapat darah di dalam air seni (hematuria), badan mengalami demam dan tidak enak badan.

5. Efek samping Obat-obatan

Gangguan kencing ini terkadang juga bisa dipicu oleh efek samping dari konsumsi obat-obatan, misalnya obat alergi, obat pilek, antidepresan, dan obat penghambat lainnya. Gangguan ini juga bisa disebabkan oleh efek samping obat bius dan obat penenang.

Dikarenakan banyaknya penyebab kencing tidak tuntas, maka itu Sahabat Pandawa perlu memeriksakan diri lebih lanjut pada ahlinya. Sahabat pandawa juga perlu berkonsultasi dengan dokter ahlinya bila keluhan kencing tidak tuntas muncul beserta gejala lain, misalnya demam, nyeri punggung bagian bawah, dan kencing berdarah atau bernanah.

6. Masalah Psikologis

Salah satu masalah psikologis yang menjadi penyebab kencing tidak tuntas yaitu parauresis atau sulit buang air kecil karena malu buang air kecil di tempat umum. Selain kesulitan buang air kecil, keadaan ini lantas membuat sebagian besar pengidapnya merasa tidak tuntas saat ia buang air kecil di tempat umum, misalnya pada toilet umum.

Diagnosis

Sebagai tupaya untuk mendeteksi penyebab kencing tidak tuntas yang kamu keluhkan, dokter biasanya menanyakan beberapa pertanyaan seputar keluhanmu. Kemudian lanjut dengan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Misalnya dengan tes urine, tes darah, biopsi prostat, serta pemeriksaan radiologis seperti USG, foto Rontgen, dan pielografi.

Setelah dokter menemukan penyebab kencing tidak tuntas dari hasil pemeriksaan di atas, dokter lantas menangani kondisi tersebut dengan meresepkan obat-obatan, menyarankan kamu untuk melatih otot kandung kemih dengan senam Kegel, memasang kateter urine, ataupun menjalani operasi.

Demikian bila penyebab kencing tidak tuntas dipicu oleh salah satu penyakit infeksi menular seksual, pasalnya sahabat pandawa diminta untuk mengajak pasangan untuk ikut pemeriksaan agar terbebas dari komplikasi lebih lanjut.

Untuk penanganan infeksi menular seksual (IMS), dokter biasanya memberikan obat minum antibiotik ataupun suntik dan sahabat pandawa dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas seksual hingga benar-benar pulih.

Kapan harus ke dokter?

Jika sahabat pandawa mengalami gangguan kencing tidak tuntas seperti di atas dan disertai gejala lain aroma menyengat, demam, warna urin berwarna pekat, nyeri di perut bawah, atau sering kencing dan tidak bisa menahannya, jangan ragu untuk periksakan diri pada dokter.

Segera kunjungi Klinik Pandawa untuk mendapatkan pengobatan optimal dari semua keluhan kamu termasuk penyebab kencing tidak tuntas.

Klinik Pandawa sebagai klinik kesehatan dengan fokusnya pada kulit dan kelamin telah berpengalaman mengatasi gangguan kencing ini. Bagi kamu yang yang mengalami gangguan kencing ini oleh karena penyakit infeksi menular seksual, Klinik Pandawa siap memberikan penanganan optimal.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter? Silakan hubungi kami melalui klik layanan atau chat kami di 0821-1141-0672 (WA/TLP/SMS). Rahasia terjamin.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)