Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Ternyata Ini Dia Penyebab Penyakit Raja Singa yang Bisa Menular!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Sahabat Pandawa, pernahkah mendengar penyakit raja singa? Raja singa adalah salah satu penyakit atau infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri berbahaya. Dikenal menjadi penyakit infeksi menular seksual, sesuai namanya, penyakit ini dapat saling menularkan hanya dengan hubungan seksual baik vaginal, oral, maupun anal (anus). Penyakit ini dapat dialami oleh pria dan wanita yang terbiasa dengan hubungan seksual bebas. Karena itu penting untuk menghindari bakteri penyebab raja singa ini. Lantas, bagaimana cara pengobatan sifilis secara tepat? Simak terus artikel di bawah ini, ya!

Tak jarang, penyakit ini pun dapat menular melalui ciuman yang intens dan berbagi jarum suntik yang telah tercemar darah orang yang terinfeksi.

Meski begitu, sifilis ini tidaklah mudah menular lewat peralatan makan, tukar-menukar pakaian, pintu dan penggunaan toilet atau kolam renang bersamaan, karena bakteri penyebab raja singa tidak dapat hidup lama di luar tubuh manusia.

Penyebab Raja Singa

Pemicu penyakit raja singa adalah adanya bakteri berbahaya yaitu Treponema pallidum. Sifilis menyebar melalui hubungan seksual bebas dengan penderita sifilis. Treponema pallidum juga dapat memasuki tubuh melalui luka kecil atau lecet di kulit atau selaput lendir.

Meski demikian, bakteri penyebab raja singa juga bisa menyebar melalui melalui kontak fisik dengan luka yang ada di penderita. Melihat penularannya, raja singa rentan tertular pada seseorang yang sering bergonta-ganti pasangan seksual alias memiliki hubungan seksual bebas.

Dalam beberapa kasus, bakteri penyebab sifilis juga bisa tertular melalui kontak langsung tanpa pelindung yang dekat dengan lesi aktif, seperti saat berciuman, atau melalui ibu yang terinfeksi dengan bayinya selama masa kehamilan. Namun, penularan jenis ini sangat jarang terjadi.

Bakteri penyebab raja singa tidak dapat ditularkan melalui penggunaan toilet, bak mandi, pakaian, atau peralatan makan yang sama. Penyebaran juga tidak terjadi lewat pegangan pintu, kolam renang, atau bak air panas. 

Seseorang juga mungkin menderita sifilis apabila menggunakan jarum suntik yang sama dengan orang yang terinfeksi atau melalui transfusi darah. Akan tetapi, kondisi ini sangat jarang terjadi karena proses transfusi dan penyuntikan di rumah sakit umumnya diawali dengan tes potensi sifilis terlebih dahulu. 

Beberapa orang dalam golongan faktor resiko tertentu memiliki potensi lebih tinggi untuk terkena penyakit sifilis, yaitu: 

  • Terlibat dengan kontak seksual tanpa pelindung.
  • Berhubungan seksual dengan banyak pasangan.
  • Terinfeksi virus HIV, virus yang menyebabkan AIDS.
  • Pria yang berhubungan seksual dengan sesama pria.

Berapa angka kejadian sifilis di Indonesia?

Jumlah kejadian atau kasus berdasarkan data badan kesehatan dunia atau WHO, pada tahun 2009 tercatat ada 36,4 juta orang dewasa yang terinfeksi penyakit sifilis dengan 10,6 juta infeksi baru setiap tahunnya di seluruh dunia.

Sedangkan pada data Kemenkes (Kementerian Kesehatan) Indonesia, mencatat adanya peningkatan jumlah kejadian sifilis di Indonesia kurun waktu 2007 hingga 2011.

Prevalensi terbesar di derita oleh waria dengan angka sebesar 25%, disusul dengan pekerja seks langsung sebesar 10%, hubungan seksual bebas antar pria 10% dan sisanya sebesar 6% diderita oleh narapidana dan pekerja seks tidak langsung.

Ciri Ciri Sifilis

Gejala sifilis digolongkan sesuai dengan tahap perkembangan penyakitnya. Tiap jenis raja singa memiliki gejala yang berbeda-beda. Berikut adalah penjelasannya:

  • Sifilis primer
    Sifilis tahap primer atau awal ini ditandai dengan luka (chancre) di tempat bakteri masuk.
  • Sifilis sekunder
    Sifilis tahap selanjutnya atau sekunder ini ditandai dengan kemunculan ruam-ruam pada tubuh, termasuk pada tangan, kaki, dalam mulut hingga anus.
  • Sifilis laten
    Sifilis laten adalah perkembangan dari sekunder dan tersier yang mana tidak memberikan gejala signifikan, namun bakteri penyebab raja singa sudah ada di dalam tubuh penderita.
  • Sifilis tersier
    Sifilis tahap kronis ini dapat menyebabkan kerusakan organ lainnya otak, saraf, atau jantung.

Setelah sembuh, penyakit sifilis biasanya tidak akan kambuh lagi. Namun, Sahabat Pandawa dapat terinfeksi kembali jika memiliki kontak dengan seseorang yang terjangkit penyakit tersebut.

Diagnosis

Penyakit sifilis dapat diketahui dengan melakukan uji pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan pengambilan tes darah untuk melihat ada tidaknya bakteri penyebab raja singa ini.

Apabila dokter menduga bahwa pasien mengalami masalah sistem saraf akibat infeksi tahap sifilis tersier, maka dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui spinal tap atau tusukan ke tulang lumbal guna menguji penyebab raja singa bakteri Treponema pallidum.

Komplikasi

Komplikasi yang mungkin terjadi pada seseorang dengan penyakit raja singa adalah;

  • Adanya tumor atau benjolan kecil yang disebut gumma dimana dapat berkembang pada tulang, kulit atau organ lain di tahap akhir sifilis.
  • Masalah saraf. Seperti; stroke, meningitis, sakit kepala, disfungsi seksual pria (impotensi) hingga masalah penglihatan
  • Infeksi HIV. Pada orang dewasa dengan raja singa yang ditularkan secara seksual diperkirakan memiliki 2 hingga 5 kali lipar tertular HIV. Luka sifilis ini dapat berdarah dengan mudah, hingga memudahkan HIV memasuki aliran darah Anda selama aktivitas seksual.
  • Komplikasi pada janin. Meningkatkan risiko keguguran, atau kematian bayi setelah beberapa hari setelah kelahiran.

Cara Pengobatan Sifilis

Sifilis atau raja singa dapat disembuhkan apabila dideteksi dan melalui pengobatan sedini mungkin. Biasanya, raja singa disembuhkan dengan obat-obatan antibiotik. 

Antibiotik diberikan pada penderita sifilis tahap awal atau primer yang gejalanya baru muncul kurang lebih kurang dari satu tahun. Pada tahap ini, raja singa masih mudah untuk disembuhkan. 

Apabila penderita sedang di tengah masa kehamilan atau memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu, dokter mungkin akan menganjurkan pengobatan dengan proses desensitisasi, yaitu terapi untuk mengurangi sensitivitas terhadap alergi. Hal ini memungkinkan penderita untuk tetap mengonsumsi antibiotik secara aman. 

Penderita sifilis yang telah mengalami gejala lebih dari satu tahun, pengobatan biasanya dibutuhkan dengan dosis yang lebih tinggi. 

Apabila pemeriksaan Sahabat Pandawa positif, pasangan Anda juga harus diperiksa dan diobati.

Klinik Pandawa, terpercaya mengatasi penyakit kulit dan kelamin serta infeksi menular seksual salah satunya penyakit sifilis yang berbahaya ini.

Apabila Sahabat Pandawa membutuhkan informasi dan pengobatan lebih lanjut maka bisa melakukan KONSULTASI ONLINE GRATIS dengan dokter kami melalui layanan konsultasi. Sahabat Pandawa juga dapat menghubungi kami melalui nomor 0821-1141-0672/ 021-62313337 Whatsapp / SMS/ telp. Segala rahasia medis terjamin.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)