Tag: abses bartholin

Buat sahabat pandawa yang belum tahu, disekeliling bibir vagina umumnya memiliki kelenjar bartholini yang berfungsi memproduksi lendir disaat berhubungan seksual. Apabila kelenjar ini tersumbat maka akan timbul benjolan di bibir vagina dan beresiko untuk terinfeksi menjadi abses bartholin yang cukup mengganggu aktivitas.

Penyebab infeksi vagina ini bisa berbagai macam kuman seperti bakteri, jamur, parasit ataupun virus. Bagi wanita dengan keluhan ini akan sangat menderita dan sakit sekali. Oleh karena itu perlu tindakan dan pengobatan yang cepat dan tepat.

Penyakit abses bartholin tidak bisa dianggap ringan dan sepele. Gangguan ini bisa saja meluas dan menimbulkan penyakit vaginitis maupun ulkus. Oleh karena itu waspadalah terhadap bahaya penyakit bartholinitis.

Kasus ini juga disebut sebagai kista bartolini, ukurannya pun bervariasi biasanya lebih dari 1 inci dan menyimpan cairan nanah. Dimana bila diraba sedikit akan nyeri dan terasa tak nyaman.

Gejala Abses Bartholin

Pada umumnya keluhan pasien yang mengalami gangguan ini antara lain adanya benjolan dan nyeri. Penyakit ini bisa saja berulang terjadi bila tak menghindari penyebapnya. Ada beberapa  ciri-ciri dan gejala dan tanda diantaranya, seperti:

  • bengkaknya bibir vagina dan memerah
  • Nyeri hebat
  • Demam dan menggigil
  • Adanya rasa tidak nyaman saat duduk maupun berjalan
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Adanya keputihan yang gatal dan sakit buang air kecil
  • Adanya abses di dareah kelamin
  • Mengeluarkan cairan (nanah atau darah)

Kemungkinan abses dapat pecah sehingga keluarlah cairan dari sana. Pecahnya abses dapat terjadi secara tiba-tiba yang dianggap sebagai cairan keputihan berasal dari vagina. Atau, beberapa penderita dapat merasakan bahwa rasa sakit di area kewanitaannya hilang ketika cairan abses telah keluar. Meski begitu, kondisi ini jangan disepelakan apalagi menggunakan obat sembarangan.

Artikel Terkait