Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Tag: gejala gonore pada pria

Apa penyebab gonore?

Sebelum mengetahui gejala gonore pada pria dan wanita. Salah satu penyakit infeksi menular seksual ini disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini tertarik pada selaput lendir dari tubuh kamu atau pada daerah hangat dan lembap di saluran reproduksi, seperti leher rahim, saluran rahim, dan saluran tuba pada wanita, dan di uretra pada wanita dan pria.

Dalam lingkungan ini, bakteri dapat tumbuh dan berkembang biak. Bakteri Neisseria gonorrhoeae penyebab kencing nanah ini sering tertular dari satu orang ke orang lain selama kontak seksual, termasuk pada hubungan oral, anal, atau vagina.

Gejala gonore pada pria

Begitupun pada gejala gonore pada pria. Sebagian besar kurang menyadari tanda-tanda bila ia telah mengidap gonore.

Gejala gonore yang paling sering dan paling pertama bisa dikenali adalah adanya rasa panas atau sensasi terbakar pada saat buang air kecil. Setelah itu akan diikuti oleh gejala lainnya berupa:

  • Adanya nanah yang keluar dari penis (tetesan cairan) berwarna putih, kuning, krem atau kehijau-hijauan)
  • Frekuensi buang air kecil yang cukup sering
  • Bengkak dan kemerahan pada bukaan atau kulup penis
  • Bengkak atau nyeri pada testis
  • Sakit tenggorokan yang datang terus-menerus

Sewaktu telah diobati, gejala gonore ini bisa jadi masih bertahan di tubuh selama beberapa hari. Meski jarang ditemui, pada beberapa kasus gonore dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh, khususnya urethra dan testis. Rasa nyeri juga dapat dirasakan hingga ke rektum.

Faktor risiko

Sebelum kamu terindikasi gejala gonore, berikut beberapa faktor risiko terinfeksi penyakit kencing nanah atau gonore, antaralain:

  • aktif secara seksual
  • memiliki pasangan seks yang baru, penderita IMS (heteroseksual, biseksual dan homoseksual)
  • memiliki banyak pasangan seksual
  • pernah didiagnosis gonore sebelumnya
  • memiliki infeksi menular seksual lainnya
  • tidak menggunakan pengaman
Artikel Terkait