Tag: gejala klamidia

Sahabat pandawa pernah mendengar penyakit klamidia? Sayangnya salah satu golongan infeksi menular seksual ini, memiliki gejala klamidia yang minim. Dilihat dari golongannya saja, penyakit ini perlu diwaspadai. Bagi sahabat pandawa yang gemar gonta-ganti pasangan seksual atau hubungan seksual berisiko (risk sexual behavior) memiliki tingkat kerentanan yang tinggi. Pasalnya, penularan penyakit klamidia ini terjadi melalui kontak seksual.

Gejala Klamidia

Klamidia tergolong pada infeksi menular seksual yang jarang disadari. Pasalnya, penyakit kelamin ini sering kali tidak menunjukkan tanda dan gejala spesifik di awal kemunculannya.

Tanda dan gejala klamidia biasanya muncul satu hingga dua minggu setelah terpapar infeksi. Namun tanda ini pun sering kali ringan dan hilang begitu saja sehingga tak begitu dihiraukan. Misalnya, nyeri di kelamin. Meski nyeri ringan, tapi banyak yang menyepelekannya.

Adapun berbagai tanda dan gejala klamidia yang biasanya muncul akan berbeda pada pria dan wanita, berikut selengkapnya:

Gejala klamidia pada wanita, antara lain:

  • Sakit perut bawah
  • Keputihan yang jauh lebih banyak dari biasanya dengan warna yang cenderung kuning serta berbau busuk
  • Perdarahan yang terjadi di antara siklus haid
  • Demam ringan
  • Sakit saat seks
  • Perdarahan setelah berhubungan seks
  • Rasa terbakar saat buang air kecil
  • Buang air kecil lebih sering
  • Pembengkakan di vagina atau sekitar anus
  • Iritasi di rektum

Gejala pada pria, juga bisa dialami dan tak hanya wanita saja, berikut diantaranya;

  • Rasa sakit dan terbakar saat buang air kecil
  • Penis mengeluarkan cairan berupa nanah, cairan yang encer, atau putih dan kental seperti susu
  • Testis bengkak dan nyeri saat ditekan
  • Iritasi pada rektum

Berbagai gejala ini tak selalu timbul pada orang yang terinfeksi penyakit klamidia. Dibeberapa kasus, ada orang yang bahkan tak memiliki gejala sama sekali. Bila Sahabat Pandawa  mengalami satu atau lebih gejala, termasuk yang tidak disebutkan di atas, segera konsultasikan ke dokter.

Artikel Terkait