Tag: hipogonadisme

Hipogonadisme pada Pria buat Gairah Menurun

Jika akhir-akhir ini kamu kurang bergairah dan lemah di ranjang sebaik perlu memperhatikan gangguan hipogonadisme. Tak hanya pria saja yang wajib tahu, wanita pun perlu mengenal gangguan seksual ini.

Namanya mungkin terbilang asing di telinga, hipogonadisme merupakan suatu kondisi ketika gonad atau kelenjar seks di tubuh memproduksi sangat sedikit atau sama sekali tidak menghasilkan hormon.

Pada pria kelenjar seks ini berada pada buah zakar atau testis, semenatara pada wanita berada di ovarium. Pada pria hal ini memicu gangguan seksual seperti kesulitan ereksi.

Terdapat dua tipe hipogonadisme, yaitu:

  • Primer

Hipogonadisme yang muncul karena adanya gangguan pada kelenjar gonad. Pada dasarnya kelenjar gonad sudah menerima sinyal perintah dari otak agar memproduksi hormon seks. Namun, kelenjar tersebut tidak mampu memproduksinya.

  • Sekunder atau sentral

Pada hipogonadisme jenis sekunder, masalahnya terletak pada system otak. Kesalahan terjadi pada kelenjar pituitari dan hipotalamus yang mengatur kerja kelenjar gonad.

Gejala dan Tanda-tanda

Gejala hipognadisme berhubungan dengan organ seksual, yaitu:

  • kehilangan rambut tubuh
  • hasrat seksual yang menurun atau menghilang
  • infertilitas
  • kehilangan massa otot
  • osteoporosis
  • kelelahan
  • susah berkonsentrasi
  • pertumbuhan payudara yang tidak normal pada laki-laki
  • menurunnya pertumbuhan penis dan testis
  • disfungsi ereksi
  • hot flushes

Bagaimana mencegahnya?

Gangguan ini akan susah dicegah apabila disebabkan oleh faktor genetik, autoimun, tumor, infeksi, atau sebagainya. Di lain sisi, gangguan ini bisa dicegah jikalau dipicu oleh obesitas, penurunan berat badan yang cepat, serta malnutrisi.

Cara mencegah gangguan ini yaitu dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti diet sehat dan olahraga teratur, agar hormon tubuh tetap stabil.

Komplikasi 

Beberapa komplikasi gangguan seksual ini, antara lain:

  • Disfungsi ereksi.
  • Gairah seksual menurun.
  • Gangguan perkembangan janin, seperti¬†ambiguous genitalia.
  • Gangguan pertumbuhan penis dan testis.
  • Ginekomastia.
  • Kekurangan rambut pada tubuh.
  • Mandul.
  • Osteoporosis.
  • Pengurangan massa otot.
  • Pertumbuhan tidak proporsional, seperti lengan atau tungkai yang lebih panjang.
  • Tubuh mudah lelah.
Artikel Terkait