Tag: infeksi menular seksual

Berhati-hatilah bagi kamu yang gemar berhubungan seksual bebas serta gonta-ganti pasangan. Karena nyatanya ada yang mesti kamu waspadai. Yaitu penyakit infeksi menular seksual (IMS) atau penyakit kelamin. Penyakit ini bisa ditandai ruam, bentol, benjolan dan rasa nyeri di kelamin. Gejalanya pun ada yang terlihat dan ada yang tak langsung terlihat. Kalau begitu, lansung saja kita bahas bersama penyakit ini, dari jenis-jenis IMS hingga bahaya nya. Simak terus, ya!

Mengenal Infeksi Menular Seksual ( IMS )

Infeksi menular seksual atau dikenal dengan penyakit menular seksual ( PMS ) merupakan dalam penyakit kelamin yang berbahaya.

Sesuai dengan namanya, penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak seksual atau hubungan intim. Penularannya bisa secara oral, anal maupun vaginal.

Namun, ternyata tak hanya melalui hubungan intim saja, melainkan juga dapat terjadi melalui berbagi jarum suntik, mainan seks ( sex toys ), maupun transfusi darah. Infeksi menular seksual ini juga bisa ditularkan dari ibu hamil ke janin, baik selama kehamilan atau saat persalinan.

Ciri-ciri Infeksi Menular Seksual

Tanda dan ciri yang bisa timbul akibat penyakit infeksi ini akan berbeda-beda tergantung jenis penyakitnya, namun umumnya berupa:

  • Adanya benjolan, luka, atau lepuhan pada area penis, vagina, anus, atau mulut.
  • Vagina atau penis terasa gatal dan terbakar.
  • Nyeri buang air kecil atau saat berhubungan.
  • Adanya cairan yang keluar dari penis (kencing nanah) atau vagina (keputihan).
  • Nyeri perut bagian bawah.
  • Demam dan menggigil.
  • Timbulnya bengkak di kelenjar getah bening atau benjolan pada selangkangan.
  • Muncul ruam kulit di badan, tangan, atau kaki.
  • Kulit penis kering, ruam, dan kemerahan.

Tes Penyakit Kelamin

Bila Sahabat pandawa mengalami gejala penyakit infeksi ini, dokter akan menanyakan perihal riwayat hubungan intim dan penyakit yang pernah diderita. Kemudian, juga dokter akan meminta menjalani beberapa tes untuk mendeteksi keberadaan virus atau bakteri penyebab IMS.

Tes yang akan dijalani adalah tes darah maupun tes urine. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi virus atau bakteri penyebab IMS. Dokter juga akan melakukan tes swab untuk mengambil sampel cairan tubuh di sekitar area kelamin. Sampel ini kemudian akan diperiksa di laboratorium.

Artikel Terkait