Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Tag: penis bengkok

Penis Bengkok 

Mengalami gangguan penis bengkok ke kanan, kiri, atas atau bawah, tentunya membuat para pria merasa minder atau malu dengan keadaannya. Dan terkadang membuat beberapa pria merasa tak puas saat melakukan aktivitas seksual bersama pasangan.

Dengan kondisi ini sebenarnya kamu tetap dapat ‘menggunakan Mr. P’ dengan sangat baik ketika beraktivitas seks dengan pasangan. Kamu bisa mencoba mensiasati penis bengkok dengan beberapa cara atau posisi agar aktivitas seksual pun bisa dinikmati.

Berbeda bila kamu sangat tidak menikmatinya dan ada beberapa tanda yang tidak enak seperti rasa nyeri atau bahkan terasa kebal.

Penyebab Penis Bengkok

Untuk kamu yang baru mendengar gangguan penis ini, pasti bertanya apa yang bisa membuat penis melengkung pada pria?

Pada penis sendiri ada jaringan seperti spons yang akan mengembang ketika dialiri darah bila seorang pria ereksi atau terangsang secara seksual.

Nah, gangguan penis ini bisa terjadi saat jaringan spons tersebut tak mengembang secara merata karena perbedaan anatomi penis yang normal.

Bila bengkoknya penis masih dalam keadaan normal dan tak cenderung parah, serta tidak disertai rasa sakit atau ngilu dan masih bisa melakukan hubungan seksual dengan lancar, maka tidak perlu kamu khawatirkan.

Namun bila bengkoknya penis disertai dengan rasa sakit dan nyeri yang amat sangat. Maka kamu perlu segera melakukan pemeriksaan dirimu ke dokter terdekat karena dikhawatirkan kamu menderita beberapa penyakit serius yang menimpa alat reproduksimu tersebut.

Adapun indikasi-indikasi situasi dan penyakit yang bisa disebabkan oleh penis dengan keadaan bengkok yaitu:

  • Penyakit peyronie
  • Cedera penis
  • Penyakit autoimun
  • Ketidaknormalan pada jaringan fibrosa karena faktor genetik

Gejala Peyronie

Tanda-tanda penyakit Peyronie bisa timbul secara tiba-tiba atau berkembang secara bertahap, meliputi:

  • Bentuk penis yang bengkok. Penis bisa melengkung ke bawah, atas, atau ke salah satu sisi.
  • Jaringan parut di bawah lapisan kulit penis. Terdapatnya jaringan parut seperti benjolan atau jaringan padat bila diraba.
  • Penis memendek. Penyakit Peyronie ini bisa membuat penis menciut atau mengecil.
  • Disfungsi ereksi. Pengidap penyakit Peyronie bisa alami gangguan untuk ereksi dan mempertahankannya.
  • Nyeri pada penis. Rasa sakit ini tak cuma terasa ketika penis sedang ereksi, namun juga saat penis tidak mengalami ereksi atau kondisi normal.
Artikel Terkait