Tag: penis keluar darah

Penis Keluar Darah

Sebagai organ vital, Kamu perlu mengawasi kesehatannya. Jangan sampai gangguan penis keluar darah ini mengintai masa depanmu.

Seperti yang disebutkan di atas, penis keluar darah sudah dipastikan ada masalah serius pada tubuh kamu. Karena itu jangan ragu mendapatkan penanganan tepat dari dokter ahlinya. Semakin cepat dideteksi maka semakin cepat juga proses pemulihan.

1.Akibat Prostatitis

Penyebab penis keluar darah bisa disebabkan oleh prostatitis. Dimana kondisi ini membuar peradangan pada kelenjar prostat yang diakibatkan oleh cedera maupun infeksi bakteri. Peradangan ini bisa memicu keluarnya darah dari penis.

Sementara gejalanya berupa demam tinggi, menggigil, nyeri dan sensasi tersengat saat buang air kecil, serta sering buang air kecil.

Antibiotik sering diberikan pada penderita prostatitis, apabila kondisi tersebut dipicu oleh infeksi bakteri. Selain antibiotik, dokter juga akan menganjurkan penggunaan penghambat alfa, penghilang nyeri, serta melakukan pijat prostat.

2.Epididimitis

Penyakit epididimitis merupakan peradangan pada tabung melingkar (epididimis) di bagian belakang testis yang menyimpan dan membawa sperma. Epididimis juga bisa mengalami peradangan, yang bisa dipicu oleh bakteri, saat menderita infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore (kencing nanah).

Selain penis keluar darah, kamu juga bisa mengalami pembengkakan di testis. Epididimitis umumnya bisa diobati dengan pemberian antibiotik. Apabila epididimis meradang, maka bisa memicu berbagai gejala yang cukup menyakitkan seperti testis membengkak, nyeri saat buang air kecil atau saat beraktivitas seksual.

3.Akibat Infeksi menular seksual

Waspada bila kamu sudah terinfeksi penyakit menular seksual. Sesuai namanya penyakit ini bisa saling menularkan pada pasang kamu melalui aktivitas seksual yang tak aman, yang mana kemunculan bakteri maupun kuman hingga virus menjadi penyebab infeksi menular seksual ini.

Beberapa jenis penyakit infeksi menular seksual bisa memicu Mr. P keluar darah. Diantaranya seperti penyakit gonore (kencing nanah), herpes genital, dan klamidia.

Untuk mengatasi permasalahan penyakit infeksi menular seksual kamu perlu mengikuti serangkaian tes seperti tes darah, urin, maupun tes pengambilan sampel.

Artikel Terkait