Tag: penyakit infeksi toksoplasma

Apa itu Penyakit Toksoplasma?

Penyakit infeksi toksoplasma sendiri merupakan infeksi umum yang terjadi sebagian besar burung dan mamalia termasuk manusia. Infeksi ini disebabkan oleh parasite bernama Toxoplasma Gondii. Untuk diingat parasit ini tidak menular pada sesama manusia, kecuali dari ibu hamil ke janinnya melalui plasenta. Parasit tersebut hidup dalam hewan berdarah panas seperti kucing, anjing, sapi, kambing, kelinci, serta babi.

Penyakit ini memang dapat menyerang manusia, namun parasitnya berasal dari hewan dan daging yang belum matang. Pada hewan sendiri parasit Toksoplasma ini biasa ditemukan pada usus kucing yang kemudian akan keluar melalui kotoran.

Dengan begitu, ibu hamil yang terpapar kotoran kucing ini akan sangat mudah terjangkit penyakit infeksi Toksoplasma. Akibatnya, ibu hamil akan mengalami sejumlah gangguan kehamilan yang berdampak pada perkembangan janin.

Penyebab dan Penyebaran Penyakit Toksoplasma pada ibu hamil

Seperti yang sudah disebutkan di atas, penyebab dari penyakit ini adalah parasit Toxoplasma gondii termasuk parasit sel tunggal (protozoa). Dimana dapat menyebarkan infeksi pada hewan (baik hewan liar maupun hewan peliharaan yang kotor)dan manusia.

Meski parasit ini dapat tumbuh dalam jaringan banyak hewan, namun lebih banyak terdapat dalam tubuh kucing. Parasit ini berkembang biak dalam lapisan usus kucing, dan kemudian keluar bersama kotoran hewan tersebut.

Penyebaran infeksi T. gondii pada ibu hamil terjadi dengan cara:

  • Terpapar kotoran kucing yang mengandung parasit T.gondii.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi parasit T. gondii, termasuk daging mentah yang mengandung parasit ini.
  • Melalui plasenta ibu hamil, yang menyebarkan infeksi pada janin.
  • Lewat transfusi darah atau transplantasi organ dari donor yang terinfeksi parasit ini.

Terdapat beberapa keadaan yang bisa meningkatkan risiko penyakit infeksi toksoplasma menjadi gangguan kesehatan yang serius, yakni:

  • Hamil.
  • Mengonsumsi obat kortikosteroid atau imunosupresif jangka panjang.
  • Menderita HIV/AIDS.
  • Sedang menjalani kemoterapi.
Artikel Terkait