Tag: penyakit kelamin wanita

Jenis Penyakit Kelamin Wanita

Adapun beberapa jenis penyakit kelamin wanita dan gejala yang bisa timbul, diantaranya:

Penyakit menular seksual

Infeksi menular seksual yang sering menyerang wanita diantaranya seperti penyakit gonore, klamidia, kutil kelamin, herpes, sifilis, dan trikomoniasis. Sahabat pandawa berisiko tertular penyakit menular seksual apabila memiliki lebih dari satu pasangan seksual, tidak menggunakan kondom saat berhubungan seks, atau berbagi penggunaan alat bantu seks (sex toys) dengan orang lain.

Penyakit menular seksual dapat dikenali melalui gejala berikut ini:

  • Nyeri saat buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Terlihat adanya darah pada urine.
  • Gatal pada area kelamin.
  • Keluar keputihan yang berwarna kekuningan, kehijauan, merah atau kecoklatan dan berbau tidak sedap.
  • Muncul luka atau lepuhan di sekitar vagina.

Namun, penyakit infeksi menular seksual pada wanita seringkali tidak menunjukkan gejala sama sekali. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin harus dilakukan sebagai bentuk skrining awal untuk penyakit ini agar dapat diobati dalam waktu.

Tes ini juga penting bagi wanita yang memiliki faktor risiko untuk penyakit infeksi menular seksual, misalnya, wanita yang berhubungan seks lebih dari satu pasangan, dan jarang menggunakan pengaman saat berhubungan seks.

Infeksi jamur vagina

Organ vital wanita, ada jamur Candida albicans tumbuh secara alami. Namun, jika jumlahnya berlebihan, jamur ini dapat menyebabkan infeksi. Infeksi jamur adalah penyebab peradangan vagina.

Infeksi jamur penyebab gejala gatal feminitas alat kelamin wanita, rasa sakit saat buang air kecil dan seks, keputihan kental putih atau kekuningan, serta kemerahan, bengkak, dan nyeri di vagina dan vulva.

Kista Bartholin dan bartholinitis

Penyakit kelamin wanita selanjutnya ada Bartholin kista. Merupakan peradangan kelenjar Bartholin berada di area lubang vagina. Fungsi kelenjar Bartholin untuk mengeluarkan pelumas alami vagina selama hubungan seksual.

Jika kelenjar saluran Bartholin tertahan, maka cairan vagina tersumbat dan menyebabkan pembengkakan. Bartholin kista ditandai dengan munculnya tonjolan di area lubang vagina. Seiring waktu, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi dan peradangan kelenjar Bartholin (Bartholinitis).

Jika Anda sudah terinfeksi dan meradang, Bartholin kista dapat menyebabkan gejala seperti ketidaknyamanan vagina saat berjalan dan duduk, nyeri selama hubungan seksual, nanah dari benjolan di vagina, dan demam.

Vulvovaginitis

Penyakit wanita selanjutnya ada Vulvovaginitis yang merupakan peradangan pada vagina dan vulva. Penyakit kelamin wanita ini disebabkan oleh kolaborasi antara infeksi bakteri dan jamur di vagina, alergi terhadap cairan pelumas kondom atau sabun pembersih vagina, serta penurunan kadar hormon estrogen dalam tubuh akibat menopause atau penggunaan alat kontrasepsi.

Gejala vulvovaginitis yaitu adanya rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil dan seks, bau tak sedap saat keputihan, dan pembengkakan dan kemerahan pada kulit di sekitar area genital wanita.

Servisitis

Penyakit kelamin yang harus diwaspadai yaitu servisitis. Servisitis merupakan peradangan serviks atau rahim. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, reaksi alergi terhadap alat kontrasepsi dalam rahim, produk kesehatan feminin, atau ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.

Kebanyakan wanita yang menderita servisitis tidak merasakan gejala apapun. Namun, mereka juga mengalami gejala seperti keputihan, dan nyeri saat hubungan buang air kecil, dan perdarahan vagina di luar menstruasi atau setelah berhubungan seks.

Kanker

Beberapa jenis kanker yang sering menyerang alat kelamin perempuan adalah kanker serviks, kanker ovarium, kanker rahim, kanker vagina dan vulva.

Setiap jenis kanker memiliki gejala yang berbeda, namun gejala umum, seperti perdarahan vagina di luar masa menstruasi, haid tidak teratur, nyeri pada perut, sampai penurunan berat badan.

Artikel Terkait