Tag: penyakit kutil kelamin

Sahabat Pandawa, tahukah kamu bila kutil tidak hanya bisa ditemukan kulit tubuh? Yup, selain ditubuh, kutil ternyata bisa tumbuh dan timbul di area kelamin. Yaitu kutil kelamin. Umumnya disebabkan karena adanya virus HPV (Human Papilloma Virus) tertentu. Penyakit Kutil kelamin umumnya berbentuk tonjolan dan biasanya berwarna keabu-abuan atau senada dengan kulit. Yuk, mari kita bahas lebih lanjut salah satu penyakit menular seksual yaitu penyakit kutil kelamin dan gejala kutil kelamin, di bawah ini, ya!

Faktor Risiko dan Penyebab Kutil Kelamin

Umumnya, penyakit kutil kelamin disebabkan karena adanya perkembangan HPV tertentu. Kurang lebih terdapat 100 tipe HPV dan berdasarkan data dari Badan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), HPV 6 dan HPV 11 merupakan penyebab lebih dari 90 persen dari kasus kutil kelamin ini.

HPV 6 dan HPV 11, dimana merupakan penyebab penyakit ini yang paling umum dam virus ini biasanya tidak menyebabkan kanker. Sedangkan HPV 16, merupakan penyebab kebanyakan kanker. HPV 18, 31, dan 45 juga jenis berisiko, artinya menyebabkan kanker, terutama kanker serviks.

HPV menjadi virus yang mudah menular dan berbahaya. Pasalnya dapat menular lewat kontak kulit. Begitupun lewat kontak seksual dengan pengidap menjadi penyebab kasus penularan HPV yang paling sering dan cepat terjadi. American Academy of Dermatology pun menyebutkan fakta bila setengah dari orang yang berhubungan seksual juga memiliki jenis infeksi HPV tertentu.

Faktor risiko meliputi individu berusia 17–33 tahun dengan status seksual aktif, terutama pada mereka yang berhubungan seksual tanpa kondom. Walaupun kondom tidak dapat melindungi seseorang dari HPV 100 persen.

kutil kelamin yaitu adanya benjolan kecil yang tumbuh di sekitar area kelamin dan dubur. Penyakit ini termasuk infeksi menular seksual yang bisa dialami siapa saja yang telah aktif secara seksual. Ditularkan melalui hubungan seksual, baik seks melalui vagina, anal, ataupun secara oral.

Kutil ini berukuran kecil dan tidak mudah terlihat dengan kasat mata. Akan tetapi gangguan ini menyebabkan rasa gatal, sensasi seperti terbakar, serta nyeri, hingga perdarahan saat berhubungan intim.

 

Artikel Terkait