Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Tag: penyakit peyronie

Waspada Penyakit Peyronie

Yup, bila kamu para pria yang mengalami penis bengkok disertai cedera, nyeri dan ukuran penis menciut, bisa jadi kamu mengalami penyakit peyronie.

Penyakit Peyronie sebenarnya bisa dialami oleh semua pria dari berbagai usia. Tetapi, sebagian besar penderitanya dialami oleh pria usia paruh baya. Kira-kira ada 3-9 persen pria di dunia menderita penyakit Peyronie. Dan tak kemungkinan juga bisa dialami oleh pria yang masih muda.

Pria yang menderita penyakit ini biasanya masih bisa melakukan aktivitas seksual seperti biasa, hanya saja dalam beberapa kasus gangguan penis ini, pengidapnya dapat menyebabkan rasa sakit dan disfungsi ereksi.

Penyebab Penyakit Peyronie

Penyebab terbentuknya jaringan parut di batang penis belum diketahui secara pasti. Masih dalam kemungkinan kalau hal tersebut berawal dari perdarahan akibat trauma atau cedera.

Cedera ini selanjutnya dapat memicu perdarahan dalam penis, dan memicu respons sistem kekebalan tubuh, yang berdampak pada terbentuknya jaringan parut. Namun, biasanya cedera ini tak selalu bisa diingat oleh penderita.

Tak cuma itu, terdapat dugaan bila terbentuknya jaringan parut disebabkan oleh faktor genetik yang dibawa dari keluarga.

Gejala Penis Bengkok Akibat Peyronie

Tanda-tanda penyakit ini bisa timbul secara tiba-tiba atau berkembang secara bertahap, meliputi:

  • Bentuk penis yang bengkok. Penis bisa melengkung ke bawah, atas, atau ke salah satu sisi.
  • Jaringan parut di bawah lapisan kulit penis. Terdapatnya jaringan parut seperti benjolan atau jaringan padat bila diraba.
  • Penis memendek. Penyakit ini bisa membuat penis menciut atau mengecil.
  • Disfungsi ereksi. Pengidap penyakit ini bisa alami gangguan untuk ereksi dan mempertahankannya.
  • Nyeri pada penis. Rasa sakit ini tak cuma terasa ketika penis sedang ereksi, namun juga saat penis tidak mengalami ereksi atau kondisi normal.
Artikel Terkait