Tag: vagina bengkak

Gejala Vagina Bengkak

Disisi lain dari adanya inflamasi atau radang pada vagina, beberapa gejala-gejala lainnya yang sering menyertai bengkak pada vagina di antaranya gatal-gatal atau terasa panas, keluar cairan dari vagina, vagina bau tak sedap. Serta ada benjolan-benjolan pada vagina, dan terasa sakit juga rasa nyeri ketika sedang berjalan maupun duduk. Hal inilah yang perlu kamu awasi.

Penyebab Vagina Bengkak

Bisa berbagai macam penyebab yang membuat vagina membengkak, berikut ini adalah beberapa faktor yang memicu vagina bengkak dan membutuhkan pengawasan.

1.Aktivitas seksual berjalang kurang mulus

Selain menimbulkan perasaan tak nyaman, vagina yang tidak belum “licin” atau terlumas dengan baik selama berhubungan intim bisa membuat vagina menjadi bengkak.  Foreplay atau masturbasi yang sangat lama dan kasar pun bisa membuat vagina bengkak. Tak perlu cemas, umumnya kondisi bengkak ini akan berangsur pulih dalam waktu beberapa hari. Namun, jika muncul luka maka jangan ragu untuk periksakan ke dokter ahlinya.

2.Dalam masa kehamilan

Perkembangan janin di masa kehamilan bisa memberikan tekanan ekstra pada panggul sehingga mengakibatkan darah serta cairan tubuh berkumpul di daerah tersebut. Efeknya darah jadi tidak mengalir dengan baik. Hal Ini tentunya bisa membuat vagina bengkak dan terasa nyeri.

3.Infeksi Jamur

Pemicu vagina bengkak bisa jadi karena adanya infeksi jamur yaitu jamur Candida. Selain bengkak, juga timbul rasa panas, perih, sakit saat berhubungan seks hingga gatal-gatal di area Miss V. Jika kamu mengalami infeksi jamur baiknya segera ke dokter ahlinya guna mendapatkan pengobatan yang tepat.

4.Vaginosis bakteri

Para ahli Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat menyebutkan, bakteri yang masuk vagina dengan jumlah yang banyak juga bisa memberikan efek bengkak. Bakteri vaginosis tak cuma menyebabkan vagina bengkak, tetapi juga buat vagina mengalami keputihan yang berwarna abu-abu, bertekstur kental, dan aroma yang tak sedap.

5.Iritasi

Kemungkinan vagina bengkak lainnya juga bisa disebabkan adanya reaksi iritasi. Keadaan ini bisa muncul oleh karena penggunaan produk seperti tisu toilet, sabun, parfum maupun penggunan deterjen.

Pemakaian celana dalam yang terlalu ketat dan bahan yang kasar bisa menyebabkan vagina teriritasi. Dan berujung pada pembengkakan pada vagina dan juga muncul penyakit kulit.

Penggunaan G-string atau thong juga bisa memunculkan iritasi. Pasalnya, model G-string ini tidak hampir menutupi area Miss V sepenuhnya, dimana bisa menimbulkan gesekan di area vagina dan otomatis bisa menyebabkan miss v membengkak.

6.Infeksi menular seksual

Infeksi menular seksual ini menjadi penyakit yang sering terjadi pada organ intim dan menjadi yang paling ditakuti. Penyakit IMS bisa memicu peradangan pada jaringan vagina yang berujung pada pembengkakan.

Peradangan atau infeksi ini dikenal dengan penyakit herpes, klamidia dan trikomoniasis. Ketiga hal ini bisa saja mengakibatkan pendarahan, iritasi, dan vagina mengeluarkan bau tak sedap. Sehingga hal ini perlu diwaspadai dan diperlukan pemeriksaan lebih khusus.

7.Kista Bartholin

Saat kista ini muncul, kulit disekitar miss V dan labia terasa nyeri. Penyakit Kista Bartholin ini umumnya diidap oleh 2% wanita di usia 20 tahunan. Penyakit kista bartholin sendiri menimbulkan benjolan kecil di satu sisi miss V dan rasa sakit selama aktivitas apa pun yang memberi tekanan pada area tersebut.

8.Servisitis

Servisitis merupakan radang leher rahim. Servisitis muncul sebagai akibat penyakit menular seksual (PMS). Adapun penyakit kelamin yang menimbulkan munculnya servisitis yakni penyakit Klamidia, gonore (kencing nanah) dan trikomoniasis. Kondisi ini bisa memicu nyeri pada panggul, keputihan abnormal dan nyeri saat berhubungan intim.

Artikel Terkait