Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Tidak Se-Elastis yang Dibayangkan Ternyata Penis Bisa Patah Lho!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Tampaknya, para pria harus lebih berhati-hati menjaga kejantanannya, nih. Pasalnya ada saja gangguan penis yang bisa mengancam aktivitas seksual dan proses berkemih. Seperti yang ingin kita bahas kali ini, yaitu gangguan penis patah.

Saat mendengar pertamakali memang agak tercengang dan sedikit ngilu. Kok bisa? Tapi memang itulah yang kita temui. Walaupun yang kita ketahui bersama kalau penis tidak bertulang, tapi ternyata penis tidak se-elastis yang kita pikirkan.

Kondisi penis patah atau dengan nama medis Fraktur penis ini terjadi karena sobeknya area corpus cavernosum di batang penis, dimana area ini yang membuat penis berereksi. Dengan sobeknya area jaringan dalam batang penis tersebut tentu saja aktivitas seks menjadi terhambat, nyeri bahkan bengkok.

Saat kamu mengalami kondisi ini cepat-cepatlah dibawa ke rumah sakit atau klini untuk mendapatkan pertolongan. Sebab itu, penting bagi semua pria mengetahui hal apa saja yang bisa menyebabkan kondisi ini terjadi dan penanganan yang ditempuh.

Apa itu kondisi penis patah?

Memang untuk beberapa orang yang pertama mendengar ini akan kaget, karena yang kita tahu alat kelamin pria tidaklah bertulang. Yupp, penis patah atau fraktur penis merupakan kondisi medis yang terjadi saat tunica albuginea (lapisan berserat dari jaringan ikat di bawah kulit yang membuat penis bisa ereksi) alami robek atau rusak.

Terkadang, jaringan di bawah tunica albuginea, yang bernama corpus cavernosum, juga bisa robek, saat penis patah terjadi. Diketahui 95 persen pemicunya terjadi akibat trauma saat ereksi yang sering terjadi saat melakukan aktivitas seksual.

Daya, gerakan, atau posisi yang salah tentu bisa mencederai hingga menyebabkan terjadinya robekan pada tunika albuginea. Akibatnya, kondisi tersebut menyebabkan penis patah.

Buat kamu yang belum tahu, tunika albuginea sendiri merupakan selubung karet jaringan di bawah kulit yang memungkinkan penis meningkatkan lebar dan panjang untuk menghasilkan ereksi yang kuat. Kondisi ini harus segera dilarikan ke rumah sakit atau klinik terdekat untuk melakukan scanning dan penindakan terhadap penis patah ini.

Baca juga: Kenali Disfungsi Seksual, Gangguan Saat Bercinta yang Perlu Diwaspadai

Tanda-tanda Penis Cidera

Penis patah dapat terjadi ketika terjadi benturan ke penis. Penis bisa terasa nyeri sehingga menjadi lebam kebiruan. Berikut ini gejala dan tanda-tanda penis patah diantaranya:

  • sakit yang tak tertahankan
  • terdengar suara gemeretak atau popping
  • sulit buang air kecil
  • memar gelap di atas area yang terluka
  • penis bengkok
  • kehilangan ereksi secara mendadak
  • darah keluar dari penis

Penyebab Penis Patah

University of Campinas di Brazil melakukan penelitian mengenai penile fracture atau fraktur penis. Penelitian ini berfokus pada data dari tiga rumah sakit berbeda selama tiga belas tahun yang memiliki kejadian penile fracture.

Hasilnya, ditemukan bahwa 50 persen kejadian penis patah terjadi ketika pasangan perempuannya berada di atas. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Urology pada 2014 ini juga menemukan ternyata hanya ada 44 pasien yang mengalami patah penis selama lebih dari satu dekade di Campinas, Brazil yang merupakan kota dengan lebih dari 3 juta penduduk.

Baca juga: Bukan Bengkak Biasa, Perhatikan Dulu Penyebab Penis Bengkak Ini

Penyebab penis patah ini disebabkan adanya trauma langsung pada “si kecil” sehingga timbulnya robekan tunika albuginea penis. Jaringan untuk ereksi di bawah tunika albuginea juga dapat alami kerobekan. Jaringan kembar ini mirip dengan spon yang disebut dengan corpus cavernosum.

Biasanya dialiri dengan darah saat seseorang mengalami rangsangan saat hubungan intim, kemudian menghasilkan ereksi. Penis menjadi rusak juga dapat lukai uretra. Uretra ialah saluran di penis untuk tempat mengalirnya air kencing.

Penyebab umum penis alami gangguan, antara lain:

  • Aktivitas seksual yang terlalu ekstrim
  • Benturan yang kuat pada penis ereksi seperti jatuh dari ketinggian, kecelakaan kendaraan atau kecelakaan akibat olahraga
  • Masturbasi terlalu kuat

Penis patah paling umum terjadi akibat beraktivitas seks, terutama pada posisi wanita di atas atau women on top. Dalam posisi ini, seorang wanita dapat bergerak terlalu kuat dan membebani penis dengan berat badannya sehingga ia bisa membuat penis menjadi patah.

Baca juga: Jangan Sepelekan Benjolan di Area Mr. P, Berikut Penyebabnya

Diagnosis Penis Patah

Untuk mendiagsosis kondisi fraktur penis dokter biasanya akan lakukan wawancara pasien dan pemeriksaan fisik terlebih dulu. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menentukan diagnosis. Selanjutkan akan dilakukan pemeriksaan khusus sinar-X, yaitu cavernosography, juga membutuhkan injeksi pewarna khusus ke dalam pembuluh darah penis.

Selain itu, pemeriksaan juga dapat dilakukan menggunakan USG dan MRI. Terkadang juga akan dilakukan tes urin untuk melihat kemungkinan merusak saluran kemih.

Pencegahan Penis Patah

Untuk mencegah kondisi ini terjadi, selalu pastikan ada pelumasan yang cukup ketika kamu beraktivitas seksual. Hindari seks yang ekstrim dan berbahaya. Hindari juga masturbasi yang terlalu keras dan traumatis.

Baca juga: Penis Terasa Gatal, Normal Atau Bahaya?

Kapan harus ke dokter?

Jika kamu alami kejadian ini jangan ragu untuk di bawa ke rumah sakit atau klinik terdekat agar dilakukan upaya penindakan. Pengobatan fraktur penis ini yaitu dilakukan operasi medis. Dokter bedah akan menggunakan benang jahit untuk menutup robek yang terjadi dengan baik di Albuhinea Tunika dan Corpus Cavernosum.

Target utama penanganan ini yakni memulihkan dan mempertahankan kemampuan kemih dan ereksi. Pasien umumnya akan menjalani rawat inap dan akan terus dipantau selama satu hingga tiga hari.

Kondisi ini akan memakan waktu beberapa bulan untuk pulih. Akibatnya, pasien tidak direkomendasikan untuk aktivitas seksual setidaknya satu bulan. Pasien juga harus melakukan pemeriksaan rutin untuk memeriksa aliran darah arteri dan penis vena dan penyembuhan. Beberapa pasien dapat mengalami efek samping, termasuk disfungsi ereksi, penis bengkok dan nyeri selama ereksi.

Oleh karena itu, sebelum terlambat, hal ini harus segera di bawa ke rumah sakit untuk bantuan medis dan tindakan bedah.

Jika kamu mengalami hal ini, sebaiknya lakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin, di Klinik Pandawa Jakarta. Untuk informasi lebih lanjut hubungi konsultasi online dengan dokter kami, melalui nomor  021-62313337 atau 0821-1141-0672 (telepon/SMS/WA) atau kamu bisa terlebih dahulu reservasiKami selalu menjaga kerahasiaan pasien kami.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)