Gedung Baja Tower B, Ground Floor 2. Jl. Pangeran Jayakarta No. 55.Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10730

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Miss V Melonggar, Benarkah Akibat Sering Berhubungan Seks?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Beberapa orang berpikir dan mempercayai bila elastisitas vagina dapat menghilang atau vagina longgar akibat sering berhubungan seksual. Situasi ini bahkan digadang-gadang menjadi salat satu penyebab turunnya keharmonisan pasangan saat berhubungan intim. Namun benarkah itu?

Di mata masyarakat Indonesia memang terdapat banyak sekali mitos mengenai area sensitif wanita salah satunya vagina longgar akibat terlalu sering berhubungan intim. Sehingga lantas banyak wanita yang ketakutan dan khawatir akan kesehatan organ intimnya tersebut.

Tetapi, tahukah kamu bila ternyata sering bercinta tak serta merta, menyebabkan vagina longgar lho! Para pakar luar negeri dan ahli ginekologi pun menyetujui hal tersebut.

Menurut mereka para ahli, organ vital wanita ini memang elastis dan mengembang dari sana nya. Sehingga karena itu memungkinkan wanita bisa melahirkan secara normal, menggunakan tampon, pemakaian alat kontrasepsi hingga aktivitas seksual. Dan vagina pun bisa kembali pada bentuk semulanya.

Jadi pandangan di atas soal vagina longgar akibat sering berhubungan seks itu kurang tepat ya, Sahabat Pandawa!

vagina longgar

Penyebab vagina longgar dan perubahan elastisitasnya

Menurut pakar ginekologi, diketahui ada dua faktor yang bisa mempengaruhi elastisitas dan vagina longgar diantaranya karena faktor usia dan faktor melahirkan. Yuk kita simak masing-masing penyebab vagina longgar di bawah ini

  1. Usia yang terus bertambah

Yup, penyebab vagina longgar bisa disebabkan oleh faktor usia. Dimana seiring bertambahnya umur manusia, berbagai bagian tubuh pun ikut mengalami perubahan. Dari yang kencang hingga mengendur.

Secara bertahap, kulit dan otot pun secara perlahan ikut melemah sehingga membuat vagina terasa lebih longgar atau mengendur. Kamu mulai mungkin melihat adanya perubahan elastisitas vagina di usia 40-an ke atas.

Apalagi wanita yang sudah memasukimasa menopause, dimana kadar hormon estrogen pun ikut menurun. Maka hal ini membuat lapisan miss V menjadi lebih tipis, kering, dan kurang elastis sehingga bisa menimbulkan keresahan saat bercinta karena berkurangnya pelumas alami. 

  1. Proses Melahirkan

Proses melahirkan secara normal juga bisa membuat vagina berubah dan hal ini wajar kok. Ketika persalinan normal berhasil dilewati, otot-otot vagina otomatis merengang agar sang bayi pun bisa melewati jalan lahir dan keluar dengan sempurna.

Tak sedikit wanita pun mengeluhkan adanya perubahan bentuk atau elastisitas vagina setelah melahirkan. Tetapi tak perlu cemas dan berlarut khawatir.

Kerusakan pada kulit, jaringan, otot atau selama persalinan mungkin juga menyebabkan perubahan dalam vulva dan vagina. Kondisi ini dapat memungkinkan vagina menjadi terasa lebih longgar. Dalam beberapa hari setelah lahir, vagina harus mulai meningkatkan lagi, meskipun mungkin tidak sepanjang jalan.

Perubahan ini biasanya terlihat pada wanita yang hamil setelah usia 30 tahun. Sementara itu, wanita yang lebih muda merasa bahwa tubuh mereka akan dikembalikan ke keadaan semula seperti sebelum hamil lebih cepat.

Ciri-ciri Vagina Longgar

Vagina merupakan organ reproduksi wanita yang elastis. Otot-otot miss V bisa merenggang sendirinya ketika ada sesuatu untuk masuk atau keluar, contohnya penis, sex toys, maupun bayi sekalipun. Secara khusus, tidak akan lama untuk Miss V kembali ke bentuk aslinya. Namun, seiring waktu otot-otot sekitar vagina benar-benar bisa menjadi kurang intens karena usia dan faktor melahirkan.

Hal ini membuat vagina melonggar, namun elastisitasnya tak bisa hilang secara permanen. Beberapa pakar menyatakan bila ada cara mengetahui vagina longgar bisa dilihat dengan memperhatikan tanda sebagai berikut:

  • Kamu tidak bisa menahan kencing sewaktu batuk, bersin, bahkan tertawa
  • Kesulitan dalam mencapai orgasme tidak seperti sebelumnya
  • Peningkatan udara ke dalam vagina saat berhubungan seks (fanny fart)
  • Kesulitan memuaskan pasangan kamu atau pasangan sulit mencapai klimaks tak seperti sebelumnya

Selain itu, Sahabat pandawa dianjurkan melakukan pemeriksaan ke dokter ginekologi untuk berkonsultasi seputar masalah ini, ya.

Siapa yang berisiko?

Vagina longgar bisa dialami oleh siapa saja, tanpa memandang usia seorang wanita. Namun, ada beberapa aspek risiko yang meningkatkan kemungkinan kamu mengalami vagina longgar. Faktor-faktor ini meliputi:

  • Kamu yang telah melalui proses kelahiran normal untuk berkali-kali
  • 40 tahun ke atas
  • Gangguan hormon yang berasal kelainan (genetik)
  • Faktor Penuaan dini
  • Riwayat operasi panggul
  • Perubahan drastis pada berat badan

Mengatasi Vagina Longgar

Miss V yang dikelilingi oleh otot-otot dasar panggul, sesaat otot tersebut mengendur maka vagina bisa mengalami kelonggaran atau terasa kurang kencang.

Latihan panggul bisa kamu coba untuk mengatasi vagina longgar. Berikut adalah beberapa latihan panggul yang bisa kamu lakukan:

1.Senam Kegel

Dalam rangka untuk menentukan posisi otot-otot otot panggul cobalah untuk mengencangkan otot di area vagina seolah kamu menahan laju urine saat buang air kecil. Otot-otot yang menahan urin disebut otot-otot dasar panggul. Jika kamu sudah tahu itu, ikuti langkah berikut:

  • Atur posisi yang nyaman saat sedang melakukan senam kegel. Biasanya senam ini dilakukan sambil berbaring dengan kedua lutut menekuk
  • Kencangkan otot-otot dasar panggul selama kira-kira 5 detik
  • Lemaskan kembali otot dasar pangul tersebut selama 5 detik
  • Ulangilah langkah ini setidaknya 5 kali berturut-turut.

Bila kamu mau membangun kekuatan otot tersebut, tingkatkan lagi waktunya menjadi 10 detik. Ketika melakukan senam kegel ini, usahakan untuk tidak mengencangkan perut, paha, atau bokong. Jangan lupa pula untuk bernapas seperti biasa. Agar hasil lebih maksimal, lakukanlah tiga set senam kegel setiap harinya, ya.

2.Peremajaan Vagina dengan Vaginoplasty

Cara mengatasi vagina longgar selanjutnya kamu bisa coba prosedur medis yaitu dengan Vaginoplasty. Dimana prosedur medis ini dilakukan dengan cara operasi kecil atau bedah minor dan dilanjutkan dengan merapatkan kembali menggunakan jahitan khusus yang bisa menyatu dalam daging.

Kamu pun akan direkomendasikan dan dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas berat bahkan melakukan hubungan intim sebelum benar-benar pulih. Oleh karena itu, setelah tindakan vaginoplasty kamu diharapkan untuk tetap memantau dan pemeriksaan rutin pada dokter.

Mengencangkan Vagina Longgar

Bila Sahabat Pandawa sedang mencari klinik untuk mengatasi vagina longgar dengan prosedur vaginoplasty bisa kunjungi Klinik Pandawa.

Didukung oleh para dokter dan tenaga medis yang ahli di bidangnya, Klinik Pandawa mampu membantu kamu menemukan cara mengencangkan otot vagina teraman dengan vaginoplasty.

Sahabat pandawa juga tidak perlu ragu melakukan prosedur Vaginoplasty di Klinik Pandawa. Klinik Pandawa mempunyai modalitas alat-alat medis penunjang dan bersertifikat, sehingga aman digunakan.

Klinik Pandawa dapat dihubungi di nomor telepon 021-62313337 atau 0821-1141-0672 (telepon/SMS/WA) dan klik layanan konsultasi untuk berkonsultasi online dengan dokter kami secara gratis.

Jam Operasional Klinik Pandawa

Senin-Sabtu (10:00 - 18:00)
Minggu (12:00 - 18:00)